My

My
malas



Arif sering datang menjemput aku


ke tempat kerja adalah aku merasa


risih dengan ke hadiran nya aku ga mau


menyakiti nya karna arif terlalu baik


tapi aku ga mencintai nya


"hay aku ganggu ga" kata arif


"ga kok" jawab ku


"ga apa - apa kan aku dateng ke sini"


kata arif


"iya ga apa - apa" kata ku


padahal aku merasa ke ganggu banget


apa lagi Wulan selalu menjodoh kan


aku terus


"makan yuk" ajak arif


"ke mana" tanya ku


"ya udah kita makan bareng ajj" kata Wulan


karna Wulan tau kalau aku bakal


menolak ajak kan arif jadi Wulan


ngambil inisiatif untuk mengajak makan


bareng


"apa - apaan sih lan" kata ku


"udah ga apa - apa" kata Wulan


"malas tau" kata ku


"kenapa" tanya arif


karna arif melihat aku dan Wulan


bicara bisik - bisik


"ga apa - apa ya kan lin" kata Wulan


"ya" kata ku


" kamu ga ke beratan kan kalau kita


makan dulu" kata arif


"ga kok ya kan lin" kata Wulan


"ya" jawab ku


"ya udah kita jalan sekarang" kata sako


akhir nya kita jalan berempat untuk


makan bersama


dan aku tau ini bagian dari rencana


Wulan yang ingin menjodoh kan


aku dengan arif


*


*


*


" gimana hubungan kamu sama arif"


tanya tia


"hubungan apa" aku balik tanya


"ya kamu sama arif gimana kelanjutan


nya" kata tia


"ga ada kelanjutan apa - apa " kata ku


"masa kamu ga suka sih sama arif


dia ga jelek - jelek amat , dan dia


juga baik kok" kata Wulan


"tapi aku ga suka sama dia" kata ku


aku dan teman - temen ku masih


ngomongin masalah arif


salahin aku kalau nanti aku akan


buat dia sakit hati" kata ku


semua teman - teman ku kaget


mendengar perkataan aku karna


mereka ga nyangka kalau aku akan


mengatakan hal ini


Akhir nya aku dan arif pacaran tapi aku


sama sekali tak berniat untuk serius


menjalani hubungan ini


meski aku berpacaran dengan nya aku


tetap sering main dengan teman - teman


ku dan memgabai kan nya


aku selalu me nomor dua kan arif


tapi arif sama sekali ga pernah


protes dengan sikap ku dia selalu


mengerti dan perhatian sama aku


padahal sering aku menolak ajakan


nya dan lebih memilih bersama


temen - temen aku


tapi arif tidak pernah mempermasalah


kan nya


"ada acara ga hari ini sama teman - teman


kamu pas pulang kerja "tanya arif


" tar ya aku tanya dulu sama mereka"


kata ku


"ya udah tanya dulu nanti kalau ga ada


acara kabarin aku ya" kata arif


"iya" kata ku


aku jalan menghampiri teman - teman


aku karna kalau jam istirahat kerja


aku selalu ngumpul untuk makan


bersama mereka


"ada apa" tanya sopi


"arif ngajak jalan pulang kerja nanti"


jawab ku


"di ajak jalan sama pacar kok cemberut"


kata erna


"aneh nih anak orang mah seneng kalau


pacar ngajak jalan" kata tia


"malas" kata ku singkat


"jangan gitu kasian arif dia udah


banyak kamu abai kan" kata tia


"kalian pacaran tapi kalian ga


pernah jalan bareng kamu selalu


menolak ajak kan nya " kata erna


"ya deh nanti aku ikut dia" kata ku


"gitu dong" kata sopi


akhir nya aku mendengar kan


perkataan teman - teman ku


😃😃😃😃😃


Bersambung