
Aku selalu di sisi kan dalam keluarga atau
pun dalam persahabatan
kadang aku selalu berpikir hidup ini
sangat tidak adil untuk aku
semua laki - laki yang aku suka pasti
selalu jadi milik sahabat aku
apa lah aku tak pantas mendapat
kan ke bahagian
sabar , sabar , dan sabar itu yang Jadi
ke kuatan ku
Setelah aku lulus sekolah semua
teman - teman ku melanjut kan sekolah
sedang kan aku ga tidak padahal aku
ingin sekali melanjut kan sekolah
aku sudah memohon pada ayah ku
tapi ayah tidak memperoleh nya
padahal aku sangat ingin sekolah
malam itu aku memberani kan bicara
lagi pada Ayah dengan harapan ayah
akan berubah pikiran
"yah" kata ku
waktu aku melihat ayah sedang
duduk sendiri di teras depan rumah ku
"ada apa " tanya ayah
"yah aku mau sekolah , aku mau
melanjut kan sekolah" kata ku
"sudah ayah bilang ga kamu ga boleh
sekolah lagi , kamu diam di rumah
karna banyak yang harus kamu
kerja kan di rumah, kamu harus
membantu ibu dan menjaga adik
kamu , kalau kamu sekolah ga ada
yang bisa bantuin ibu dan ga ada yang
jagain adik mu" kata ayah
"tapi yah aku mau sekolah" kata ku
"sudah ayah bilang ga ya ga" kata ayah
lagi - lagi ayah tidak mau aku untuk
melanjut kan sekolah
aku sangat bersedih karena tidak
bisa melanjut kan sekolah tapi aku
tidak bisa berbuat apa - apa karna
Orang tua ku sendiri yang tidak
mengingin kan aku sekolah
setiap hari yang aku kerja kan hanya
mengurus rumah dan menjaga adik ku
ku susah .
aku bisa main dengan teman - teman ku
kalau aku menutup kan adik ku pada adik
ayah ku baru aku bisa main itu pun aku
harus menyelesai kan semua pekerjaan
ku di rumah
"kamu ke rumah ajj kalau kamu mau main
biar nur bibi yang Jagain" kata bibi ku
"tapi aku takut ayah dan ibu tau kalau
aku Main dan menitip kan nur di rumah
bibi" kata ku
"ga kan tau kalau pun sampai mereka
tau biar nanti bibi yang ngomong sama
mereka" kata bibi ku
"trimakasih ya bi" kata ku
"bibi suka heran ajj sama orang tua
kamu anak seusia kamu harus mengerja
kan pekerjaan seperti ini harus nya anak
seusia kamu itu masih sekolah dan
bermain bukan ngurus rumah sama anak"
kata bibi ku
hanya bibi ku yang selalu ngerti dan
paham apa yang aku mau
sebentar nya aku tidak keberatan kalau
aku harus mengerja kan pekerjaan rumah
membantu ibu tapi aku hanya ingin sedikit
ke bebasan menikmati hidup seperti
anak - anak seusia ku
sekolah , belanja dan sesekali bermain
tapi itu tidak aku dapat kan
aku hanya bisa lepas dari ngurus adik ku
kalau ibu sudah pulang kerja
tapi percuma aku menyesali hidup ku
mungkin ini sudah jadi takdir ku yang harus
aku jalani mungkin saja suatu hari nanti
aku akan mendapat kan ke bahagian
"bi sebentar nya aku anak kandung
ayah sama ibu bukan sih "tanya ku
aku pernah bertanya seperti itu pada
bibi ku karna aku berpikir mungkin saja
aku bukan anak kandung mereka aku
hanya anak pungut
😃😃😃😃😃
Bersambung