
Waki yang telah beraksi di malam itu akhirnya pulang kerumah untuk istirahat.
Ketika telah 2 jam tertidur dia pun bermimpi, di dalam mimpinya dia bertemu lagi dengan martin.
"hahaha," martin yang datang dengan tertawa.
"bagus, bagus sekali, kau telah membalaskan dendamku, berikutnya kau harus membalaskan dendam lagi malam ini, hahaha".
"ah?, apa untungnya bagi ku membalaskan dendammu?" ujar waki.
"jika kau membalaskan dendamku sampai akhir kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan dan jika tidak maka kau akan menderita". Kata martin.
"bagaimana jaminan mu agar aku tidak tertangkap?" tanya waki.
"aku akan melindungimu dari belakang agar tidak ada yang tau tentang aksimu," jawab martin.
"ah, baiklah siapa target selanjutnya?", tanya waki.
"itu, kau sendiri yang memutuskan" jawab martin.
Dan waki pun terbangun dari tidurnya.
"eh?, bukanya dia meminta balas dendam? Tapi kenapa orang yang ingin di bunuh bisa ku pilih?,"
"dasar aneh" ujar waki.
Waki pun pergi untuk membersihkan tubuhnya dan memakai pakaian lalu pergi ke swalayan terdekat.
Dia pergi dengan berjalan kaki, dan setibanya di swalayan ternyata swalayan tersebut tutup.
"eh, tutup?, hmm di mana lagi aku harus membeli kebutuhan?," waki pun terus berjalan ke depan.
(pukul 14:00)
Waki tanpa sengaja ketika ingin pergi ke swalayan lainya malah melewati rumah korbanya tadi malam yaitu aisyah dan aziz.
Di depan rumah tersebut sudah di penuhi oleh warga dan polisi.
"eh, bukanya ini rumah yang aku datangi tadi malam?"ujar waki.
" ternyata di sini ramai juga, pasti ada tamu penting. " lanjutnya.
Dia pun melanjutkan perjalanan menuju swalayan.
Tidak berlangsung lama waki pun tiba di swalayan dan membeli beberapa perlengkapan.
Dan ketika sudah selesai berbelanja dia pun kembali untuk pulang dan melewati jalan itu lagi.
" ternyata masih ramai" ujarnya.
"permisi, apakah kamu tau tentang kejadian ini?"
"tidak, tapi katanya dua orang putra putri tewas secara mengenaskan"
"sadis sekali, siapa pelakunya?"
(suara warga yang masih berkumpul di depan rumah korban)
Waki yang tidak peduli melanjutkan perjalanan untuk segera pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, dia pun mulai menyiapkan makanan dan setelah selesai makan diapun keluar untuk melihat - lihat siapa korban berikutnya yang akan di eksekusi nya.
Dia keluar rumah mengunakan mobilnya.
"yos, saatnya memantau korban ke tiga," ujarnya"
"hmm, kira kira siapa ya yg akan jadi korban".
Waki pun pergi meninggalkan rumanya mengunakan mobil.
Tidak bersilang lama wakipun tiba di perumahan di jalan lea port, dan memantau keadaan.
"hmm, baiklah kurasa di sini lah orang yang akan ku jadikan korban berikutnya"ujar waki.
Dan tiba tiba ada seorang perempuan melewati mobil waki yang terparkir.
Wanita itu masuk ke salah satu rumah nomor 39,dan seperti ia tinggal sendiri di sana.
" hmm, sepertinya aku sudah menemukan target," ujar waki sambil tersenyum.
"baiklah, aku akan menyusun rencana dan mulai beroperasi pada pukul 00:00" sambungnya.
Waki yang telah menentukan targetnya kemudian pergi pulang ke rumah untuk mempersiapkan rencana dan strategi untuk menjalankan aksinya.
Sesampainya di rumah, waki pun mulai menyusun rencana.
"hmm..bagaimana caraku agar bisa masuk, sepertinya malam nanti akan ada orang yang menjaga tempat itu,"ujarnya.
Waki yang mulai kebingungan pun mulai memutar otak,
" baiklah, kalau begitu aku hanya perlu masuk saat penjaga itu lengah" ucapnya.
"tapi, bagaimana dengan cctv?"
"hmm, sepertinya ini sedikit sulit," ujar waki sembari kebingungan.
Waki pun mulai merasa untuk menyerah, akan tetapi dia berhasil mendapatkan rencana yang sedikit sempurna.
"tapi bagaimana caranya?".
Waki pun kembali kebingungan dengan rencananya itu.
"baiklah, jalani saja dulu nanti di pikiran lagi," ujarnya dan mempersiapkan segala hal yang di butuhkan sebelum berangkat ke perumahan korban.
Waki menunggu waktu sampai pukul 00:00 malam hari.
Setelah sekian lama akhirnya jam 00:00 pun tiba dan waki pun langsung berangkat untuk melancarkan aksinya.
Pertama, dia pergi ke tempat sumber listrik perumahan tersebut.
Kedua, dia memantau keadaan sekitar.
Ketiga, dia menyimpan minyak dan api untuk melakukan aksinya.
Keempat, dia mulai mencopot semua tenaga listrik yang terhubung ke perumahan.
Kelima, ketika semua listrik padam, waki menebarkan minyak di semak semak dan membakarnya.
Setelah semua rencananya berhasil, dia pun mulai menuju ke perumahan secara perlahan.
Asap api Mulai tebal, dan petugas yang menjaga perumahan tersebut pergi menuju sumber asap.
"yos, akhirnya penjaga sialan itu pergi," ujar waki.
Dan waki pun masuk melalui pagar depan dan menuju rumah nomor 39 yang di jadikan sebagai korbannya.
Listrik yang padam membuat perumahan itu gelap, apalagi saat jam 00:00 malam, ini adalah kesempatan emas bagi ku, ujar waki.
Dia pun menuju pintu nomor 39 dan mulai membuka nya dengan kawat.
Pintu terbuka, dan waki pun masuk kedalam secara perlahan.
"yos, akhirnya bisa masuk, tapi di sini gelap sekali," ujar waki.
"baiklah tidak apa apa, untungnya aku sudah membawa kacamata penglihatan malam.
Dia pun pergi menuju lantai dua, dimana kamar dia, ujarnya.
Waki pun berputar putar di lantai dua tidak juga menemukan kamar.
Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke lantai 3 atau lantai terakhir dari rumah tersebut.
"akhirnya, ini dia kamarnya, haha," waki yang senang telah berhasil menemukan kamar perempuan itu langsung membukanya.
Treeek..
"hmm,"
Waki pun berjalan secara perlahan mendekati ranjang perempuan tersebut.
"ini dia" ujar waki.
Ketika waki melihat perempuan yang sedang tertidur itu dia pun langsung mengambil pisau dari tas kecil yang dia bawa.
"hhh, akhirnya aku menemukanmu, semoga mimpi indah di alam sana," ujar waki sambil tertawa.
Dan waki pun langsung menusuk kepala perempuan itu dan menusuk nusuk tubuhnya sampai mengeluarkan darah yang banyak.
Tussk tusk tusk....
"haha, akhirnya rencana ku berhasil,"ujarnya dengan gembira.
" aku harus cepat membereskan ini agar tidak ada yang tahu dan segera pergi dari sini, "sambung nya.
Penjaga yang masih pergi menuju sumber asap akhirnya menemukan sumbernya, dan berusaha untuk memadamkan api yang belum begitu besar.
Busshhh Busshhh
Tapi tiba tiba api menyambar inti listrik yang membuatnya meledak,
Duuuaaar.
Suara ledakan membuat semua penghuni perumahan dan warga terbangun dari tidurnya dan langsung bergegas menuju sumber suara.
Karena situasi sedang gelap warga membawa senter masing masing.
Dan waki yang telah membersihkan semua kejadian akhirnya pergi menuju pintu keluar.
"bagus, karena ledakan tadi tidak akan ada orang yang melihatku haha," ujar waki sembari berlari menuju mobilnya.
Dan akhirnya diapun pergi dari tkp.
"haha, dasar konyol"
"kurasa ini yang dia sebut (melindungi ku dari belakang)?," sambung waki.
Tidak berselang lama tepatnya pada pukul 05:24 waki pun tiba di rumahnya dan langsung membersihkan tubuh.
"huuh, hari yang melelahkan,"ujarnya.
Waki pun pergi ke ranjangnya dan langsung tertidur...