Murders with myriad mysteries

Murders with myriad mysteries
Awal dari peristiwa pembunuhan



Di sebuah kota besar bernama kota izumo yang sekiranya terdapat 1Jt jiwa lebih. Hiduplah seorang pemuda bernama waki. Waki dikenal sebagai sosok yang baik, sopan, jujur, dan ramah. Ia memiliki banyak teman bahkan sudah memiliki huhungan dengan seorang wanita bernama yui himawari. Waki bekerja di sebuah restoran cepat saji bernama Alto bak. Dan kisah perjalanan waki pun di mulai di sini.


Jam 07:30 dini hari Waki berangkat bekerja, di saat perjalanan menuju tempat kerja Waki bertemu dengan seseorang bernama Tanaka, di saat itu Waki yang masih belum bisa menguasai dirinya tidak sengaja menyenggol Tanaka yang membuat barang barang Tanaka berserakan.


"duh, maaf aku tidak sengaja" ucap Waki.


"tidak apa apa, lain kali perhatian langkah mu" saut Tanaka.


"baiklah, aku akan lebih berhati-hati" ujar Waki sambil meninggalkan tempat itu.


Sesampainya di tempat kerja, Waki melakukan hal yang biasa ia lakukan, dari bersih bersih dan membuka restoran. Dan teman kerja nya pun datang.


"eh, waki sudah sampai saja ya" ujar temannya ryoutaro


"ah, iya tadi saya membereskan sesuatu" jawab waki.


"hemm... Palingan cuma mau pamer saja itu, biar di puji" ujar teman kerja lainnya.


Dan ryokutaro pun mencoba untuk menenangkan suasana.


"jangan begitu, kalian harus memujinya karena datang lebih awal, jangan malah mengejek dan memfitnahnya" ujar ryokutaro kepada rekan kerja yang lain.


"sudahlah ryokutaro, tidak perlu dipikirkan, lagian saya tidak terlalu peduli dengan penilaian mereka" sambung waki.


Jam 10:30 ada seorang pelanggan bernama jhon marlin, seorang security di depan tempat waki bekerja.


"hey waki, saya meu membeli minuman soda dan beberapa roti isi" ucap jhon.


"baik, akan saya siapkan"" saut waki.


"apakah kau tidak ada keinginan untuk menikah?" sambung jhon.


"hmm, kalo soal itu sih saya belum pernah memikirkannya, emangnya kenapa?" jawab waki.


"tidak, ada kenalan saya yang butuh pasangan, mana tau kamu berminat" ujar jhon.


"aaa, soal itu akan saya pikirkan" saut waki.


"ini belanjaanya, semuanya 15rb" sambung waki.


Dan jhon pun berkata "terimakasih" sambil meninggalkan tempat itu.


Dan tibalah waktu pulang. Waki yang sudah siap untuk pulang di hentikan oleh makarel (teman kerja waki yang lain).


"he, ada waktu nga?" ujar makarel.


"mau pergi ke karauke?" saut makarel.


"sepertinya tidak bisa, aku sangat lelah hari ini" jawab waki.


"mungkin lain kali aja" tambah waki.


Dab makarel pun terdiam sejenak, dan beberapa saat kemudin mereka pun berpisah.


"yaudah, lain kali aja tidak apa apa." saut makarel.


"maaf ya, aku pulang dulu." saut waki, ia pun berlari dan dari kejauhan dia berkata "daah".


Waki pun tiba di rumah.


"ah huh ah huh" (suara nafas waki yang tidak beraturan karena berlari).


"sial, kenapa aku harus bersikap seperti ini?, seharusnya aku ikut dengan mereka" (berbicara dengan diri sendiri)


"ah, yaudahlah, lagian aku tidak terlalu tertarik dengan mereka semua," sambung waki (di dalam hatinya). Ia pun masuk kedalam kamarnya, dan menonton film kesukaannya yaitu "Monsters of darkness".


Dan beberapa jam kemudian dia pun tertidur dengan vudeo masih hidup.


Di tengah malam ia bermimpi, di dalam mimpinya dia bertemu dengan seorang pria bernama martin.


"hey, kamu.. Apakah kamu pernah berpikir kenapa kamu di lahirkan ke dunia ini?" ujar martin di dalam mimpi waki.


"tidak, aku juga tidak tau kamu siapa?" balas waki.


"aku adalah tuhan, yang mengutus mu ke dunia ini untuk membalaskan dendam ku" ucap martin.


"aku tidak mengerti, jika kamu tuhan kenapa kamu mengutus ku bukannya yang lain yg lebih kuat?" jawab Waki, dengan penuh keheranan.


"itu karena kamu yang bisa melakukannya" balas martin.


"jika kamu tidak ingin melakukannya dan melarikan diri , maka kamu akan mati" sambung martin.


Dan waki pun tersadar dari tidurnya, dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.


"apa itu tadi? Ah, itu hanya mimpi tidak perlu dipikirkan" ujar waki.


Dan ia pun mempersiapkan diri seperti biasa untuk berangkat bekerja.


#bersambung