Murders with myriad mysteries

Murders with myriad mysteries
Terbentuknya balas dendam



Waki pun berangkat bekerja.


Di tenggah perjalanan ke tempat kerja, waki hampir saja terkena batu besar yang jatuh dari atas rumah seseorang.


"trreeekk"


"sshhaass"


"ah, tidak, shiks"


Waki menghindari batu tersebut, untungnya tidak terluka.


"huuh, rumah ini bahkan tidak pantas untuk di tinggali" ujar waki sambil melihat rumah tersebut.


Dan waki pun melanjutkan perjalanan menuju ke tempat kerja. Sesampai nya di tempat kerja, waki melihat ada seekor anjing yang mati di depan toko tempat dia bekerja.


"apa ini, kasihan sekali pasti dia kesakitan" ujar waki sambil membungkus anjing tersebut.


Dan waki pun memulai aktivitas biasanya yaitu membersihkan toko sebelum di buka.


Setelah jam 10:30 tidak ada satu karyawan pun yang datang bekerja, bahkan teman teman waki pun tidak datang dan tidak ada kabar sama sekali.


Waki pun mencoba menelepon teman temannya, tapi sayangnya tidak ada yang merespon.


"duh, kenapa tidak di angkat sih" ujar waki.


Jam 13:24, ada seorang nenek nenek yang datang ke toko tempat waki bekerja.


"hallo, selamat siang ada yang bisa saya bantu nek?" ujar waki.


Dan nenek itu menjawab dengan suara yang sedikit lemah,


"iyaa, nenek ingin membeli roti" jawab si nenek


"baik nek, tunggu sebentar" jawab waki sambil menyiapkan roti untuk si nenek.


Ini nek.


"terimakasih" jawab si nenek.


"iya nek" balas waki.


Dan nenek itu pun kembali pulang.


Waki pun mulai memikirkan tentang mimpi dia semalam.


(didalam hati ia berkata).


"hmm, ngomong ngomong mimpi semalam apakah nyata?, rasanya aneh sekali itu seakan akan nyata, tadi pagi aku hampir mati karena batu yang jatuh,sama seperti peringatan dari mimpi semalam..."


"ah sudahlah, tidak usah di pikirkan" sambung waki.


Dan di jam 17:00 ia pun menutup toko dan bersiap untuk pulang.


Akan tetapi sebelum dia pulang, dia mengubah pikirannya.


"hmm, bagaimana kalo aku ke rumah ryoutaro dulu, mana tau dia sakit" ujar waki.


"ah, sebaiknya aku membawa oleh oleh" sambungnya.


Dan dia pun pergi menuju rumah ryoutaro.


Tuk tuk tuk....


Tuk tuk tuk


(bunyi pintu di pukul)


"ryoutaro, apakah kau di dalam?"


(tidak yang menjawabnya)


"ryoutaro?"


(masih belum mendapatkan jawaban dari dalam).


Dan waki pun memutuskan untuk mendobrak pintu.


Tidak ada satu orang pun di dalam rumah, apakah dia sedang pergi?, ujar waki.


Saat dia melihat ke dalam kamar tempat ryoutaro tidur, dia melihat di ranjang ada seorang perempuan, yang anggota badanya telah dipisah pisah.


" aaa, apa ini? Siapa ini? Tidak, tidak mungkin ini perbuatan ryoutaro bukan? Tidak, aku harus pergi dari sini" sambil ketakutan waki pergi meninggalkan rumah ryoutaro.


Tapi ketika berada di pintu keluar, polisi mengepung rumah tersebut.


"eh?, apa ini?" ujar waki dengan rasa penasaran.


"diam di tempat, jika anda bergerak akan kami tembak" (ucapan polisi)..


"ada apa Ini? Saya tidak melakukan kesalahan apapun." ujar waki dengan kebingungan.


"jangan membantah, kami mendapatkan laporan bahwa anda membunuh seorang wanita tua pada pukul 13:30 dengan meletakan paku di dalam roti, dan kami juga mendapatkan laporan bahwa di dalam rumah yang anda tempati terdapat mayat perempuan." balas polisi.


Waki pun dengan rasa kebingungan hanya bisa pasrah, dan dia pun di bawa ke kantor polisi.


Dia pun di suruh masuk ke ruangan interogasi.


Tuk, szzreeet.


Duduk di sini (ujar polisi)


Dan polisi pun mulai menginterogasi nya.


"Dengan bpk waki?"


"iya saya waki"


"kami akan memulai interogasinya, tolong jawab dengan jujur."


"baik pak"


"apakah benar seorang nenek datang pada pukul 13:24 ke toko alto bak di tempat kamu bekerja dan membeli roti?"


"iya benar pak"


"apakah kamu memasukan paku kedalam roti tersebut, yang mengakibatkan nenek tersebut meninggal dunia?"


"tidak, saya tidak memasukan paku apapun ke dalam roti itu, pasti ada sesuatu"


"tidak perlu membantahnya, bukti sudah ada di tanggan kami," ujar polisi tersebut.


"dan apakah kamu telah membunuh seorang wanita di rumah tersebut dengan memisahkan anggota tubuhnya?"


"tidak, saya tidak membunuh siapapun, lagian itu bukan rumah saya" ujar waki.


Dan akhirnya polisi menyerahkan semua bukti berupa dokumen dan video kepada waki.


Waki yang melihatnya hanya bisa terdiam.


Dan tidak lama kemudian, waki bertanya kepada polisi tersebut.


"pak, siapakah yang telah melaporkan saya?" ujar waki.


"untuk apa kamu mengetahuinya?" jawab polisi.


"tidak, saya hanya ingin tau,"


"baiklah, orang yang telah melaporkanmu adalah, saudara ryoutaro."


Setelah mendengar itu, waki terdiam tanpa kata sedikitpun, dan di dalam hatinya ia berkata,


"tidak, ini semua palsu, tidak mungkin, tidak mungkin temanku sendiri yang melaporkan ku kan?,"


"apa ini?, apakah ini?"


Waki yang memiliki perasaan tidak enak tanpa ia sadari dia pun mengaitkan semua kejadian itu dengan mimpinya


Dengan tatapan penuh dengan kekesalan, kekecewaan dan sakit hati dia pun berkata pada dirinya sendiri


"aku akan membunuh mereka yang berani menjebakku".


#BERSAMBUNG