
mereka melewati resky dengan penuh ketegangan namun siapa sangka
Resky memanggil Lia dengan penuh semangat
..."Lia bagi seribu dongg" teriak Resky...
..."loh?" Lia berbalik menatap heran Resky...
"seorang manusia seperti Resky tiba-tiba nyapa? Mustahil ga sih?" batin lia
teman-teman Lia melihat kejadian itu pun, sontak teriak histeris karena tidak menyangka akan menyaksikan kejadian itu. Mereka secepatnya lari keluar dari sekolah itu, dan kaget akan kejadian itu
..."ga nyangka banget Resky bakal gitu" ketawa iyona...
..."aaaaa selamat kau udah satu langkah dapatin dia" kata bry dengan penuh semangat...
Yah begitulah hari hari penuh kegembiraan, menyukai seseorang yang memberi kesempatan untuk kita berinteraksi kepadanya dan mendapatkan feedback itu sungguh luar biasa indah dan menyenangkan.
[esok harinya]
"aaaa.. Gatau pulang dengan siapa nanti" ujar Lia dengan penuh kekesalan
"loh kenapa??" tanya iyona
"ya pada ga bisa, seandainya dirumah ada motor ya aku pakai lah" balas Lia
"yah aku juga ga bisa sih, soalnya ga bawa motor" kata Sherlly sekaligus menepuk pelan pundak lia dengan lembut
"bentar.... Kenapa ga pulang dengan resky aja??" tanya bry
"takut ah gamau" balas lia takut
"udah tenang aja urusan aku itu mah" balas bry dengan senyum penuh percaya diri
Beberapa saat kemudian
"Lia, tuh kalau mau pulang dengan resky aja udah aku bilang" teriak bry mengacungkan ibu jari sambil mengedipkan matanya
"loh bry ga nanggung amat langsung ngomong dong" kata Sherlly heran
Lia pun mendekati Resky dengan penuh ketakutan dan ragu, namun siapa sangka Resky langsung memberikan nya tumpangan, dia pun sesekali mengajak lia bercanda dan mereka tertawa bersama-sama, selama diperjalanan lia merekm moment itu agar ia selalu mengingatnya.
"terimakasih ya sudah mau nganterin, maaf ngerepotin" ujar Lia aga membungkukan badan nya
"ya gapapa" balas resky
Resky langsung pulang dan Lia langsung memasuki rumah dengan cepat, dia tidak sabar memberitahukan apa saja yang dia alami kepada teman-teman nya
..."gakuat banget rasanya makasihh bry" -lia...
..."sans bro, itu mah sudah kewajiban sebagai teman yang baik" -bry...
..."tapi tetap aja sih teman kakak ku yang cakep pemenang nya walaupun beda agama" -lia...
..."sudah dikasih yang seagama, cakep, sudah direstui lagi, malah milih beda tuhan " -iyona...
..."susah digapai "-lia...
..."sudah boncengan kok"-sherlly...
..."kalian sudah uwu Gitu malah bilang susah digapai, gengsi aja Resky itu" -iyona...
..."gatau lagi aku off dlu ya" -lia...
"aku gatau dia memang beneran suka atau cuman sekedar kenal aja, tapi beneran aku ga pernah ngerasain hal ini" batin lia
Jujur saja siapa coba yang tidak berdebar jika diposisi tersebut? Dari sekian banyak perempuan yang ada di sana, hanya dia yang berada dekat dengan nya apalagi sampai di antar pulang. Berat sekali rasanya memikirkan hal tersebut padahal mereka saja belum tentu ada hubungan namun overthingking ny sudah melampaui batas.
[semester 2]
begitu cepatnya berlalu, hari-hari melelahkan sudah dilewati lia dengan penuh perasaan biasa saja, semester 2 dimulai hari pertama masuk sekolah Lia tetap berusaha mendekati pujaan hatinya itu, namun seberapa dia berusaha tetap saja resky selalu menghindari nya.
"bry, aku mau dibonceng lagi" kata Lia dengan penuh permohonan
"ah ilah itu mah gampang" balas bry dengan penuh keyakinan
Yah begitu gampang nya bry meminta, lia langsung saja diantar pulang dengan resky, begitu senangnya dia bonceng, hingga perasaan ini ingin sekali ia ungkapkan ke kakak tingkat nya itu.