Mental illnes

Mental illnes
MI [10]



(pagi hari)


leo sedikit membungkuk melihat dengan dalam mata iyona


"kenapa? daritadi ngeliatin aja" tanya leo


"gapapa, aku kepikiran aja kalau kita ga dekat nanti gimana" balas iyona


"udah ga usah dipikirin, kita banyak proker loh" ucap leo sambil mengusap kepala iyona dengan pelan


"mungkin bakal baik-baik aja?" gumam iyona


hari-hari panjang yang dilewati semakin banyak waktu yang dihabiskan. Namun, jika ad kebahagiaan ada kalanya kesedihan. Tidak semua hal harus dilewati dengan kesenangan, "people come and go" pada masa itu seseorang harus menerima kenyataan bahwa dia tidak akan pernah bisa bersama lagi.


(tahun 2022)


"ini udah seminggu dia ga chat aku, Leo kenapa ya?" tanya iyona sambil menunduk binggung


"hadeh tuh orang emang minta digebukin atau gimana sih???" teriak bry


"gatau deh kesel banget, semenjak kita naik kelas 9 kelakuan nya aneh" balas lia


"yah aku ga mau ngomongin ini sih tapi aku dapat info gitu, kalau leo Deket sama temen kelasnya" terang Sherlly


"temen kelas? beneran? aku makin binggung jadinya" ucap iyona


iyona memilih pergi kembali ke-kelas, dan merenungi hal apa yang membuat leo menjauh.


"aku ada salah apa? dia kenapa?" gumam iyona


(di kantin)


"jadi gimana ni iyona?" tanya Sherlly


"kita liat aja dulu mereka bakal gimana" balas lia


"setuju sama lia, Karena yang bakal menjalankan iyona, kita bantuin dia aja dari belakang" tegas bry


(di kelas)


"ayok bareng aja kita" balas iyona


mereka menuju ke ruang osis untuk membahas proker yang akan mereka kerjakan nanti, memasuki ruangan, belum iyona melangkah, tatapan iyona tertuju kepada laki-laki yang ia pikirkan selama beberapa hari ini, tatapan laki-laki itu tajam menatap iyona, berbeda dengan yang dia alami kemarin, tatapan hangat, senyum manis yang laki-laki sipit itu berikan, seakan Kenangan itu hilang ketika iyona melihatnya menatap tajam kearahnya.


kepala iyona dipenuhi banyak pertanyaan.


"apa kabarnya?" "apa yang dia lakukan selama ini?" "ada apa dengannya?" "kenapa dia menjauh?"


pertanyaan yang muncul itu seakan membeku kan iyona, fakta bahwa leo memberikan sikap seakan belum mengenal membuat nya sakit, sakit sekali rasanya melihat dia tidak menatap kearahnya dengan tatapan senang dan penuh kebahagiaan itu.


rapat selesai, iyona tidak fokus dia terus merenungi hal yang terjadi, leo keluar dari ruangan, iyona yang ingin berbicara dengan leo mengejar nya, namun siapa sangka


Hal yang selama ini tidak dia inginkan terjadi.


seorang wanita cantik bertubuh pendek memegang lengan leo, iyona terkejut "siapa dia?" "kenapa dia memang lengan leo?"


leo dan wanita itu pergi menuju kantin dimana teman-teman iyona berada.


"eh itu bukannya Leo?" tanya bry ke teman-temannya


"lah iya itu leo dengan Aya kan?" balas lia


"iya aya anak kelas 9d itu, mereka sekelas" balas Sherlly lagi


"eh kok gandengan tangan anj??" ucap bry


bry langsung menuju ke leo dan aya, dan langsung menjabak leo sekuat tenaga


"heh bangsat, kok lo deketin aya? iyona lo apain anj?" teriak bry


satu kantin heboh karena bry begitu tiba-tiba menjambak rambut Leo, teman-temannya yang lain berusaha menarik bry agar dapat memisahkan mereka berdua


"apasih, iyona bukan urusan gua lagi" tegas leo


"anj lo ya, udah ngebaperin anak orang tapi Lo giniin" teriak lia sambil menunjuk wajah Leo


iyona yang mendengar keributan itu menunju ke kantin, dan kaget akan pemandangan yang di lihat, dia menarik bry dan meminta maaf atas perlakuan yang dia lakukan.