
"Dama!!!" sentak Aprizha
Dama hanya diam sambil menunggu perkataan Aprizha
"Bisa gk sih satu hari aja gk buat kerusuhan" ujar Aprizha
dan Dama yang sudah terlanjur muakpun menjawab
" heh, dengar ya saya gk akan buat kerusuhan kalau saya tidak dipancing duluan"
" tapi apa harus dengan kekerasan sampai membuat wajah anak orang sampai luka luka" jawab Aprizha. sedangkan, si Flora tersenyum puas karena merasa Aprizha membela dirinya.
"huh, you buta apa gimana sih. you bilang apa? apa harus sampai membuat wajah anak orang luka? ingat ya saya juga anak orang" jawab Dama dengan suara bergetar karena sudah sangat muak dengan keadaan tersebut.
" lalu apa dengan muka saya, bersih kinclong? tidak ada luka? bahkan saya lebih parah dari dia, sampai sampai hidung saya berdarah tidak berhenti sampai sekarang. you lihat tidak, haa?" sentak Dama dengan lantang.
" kalau nggak tau apa apa mending diem!! gaada gunanya juga you teriak teriak seperti itu ke saya. coba tanyakan ke penggemar berat mu itu apa yang membuat saya sampai membuat kerusuhan" tegas Dama, lalu pergi dari tempat kejadian. dan siswa lainpun berbubaran.
sedangkan Aprizha terdiam membisu karena dia baru kali ini melihat Dama menjawab sesuatu dengan suara bergetar karena biasanya Dama tidak peduli dengan perkataan orang.
sedangkan si kemal dengan wajah polosnya mengatakan
" Zha Lo gila ngomong kek gtu ke Dama? Lo nanya apa harus sampai membuat wajah anak orang luka luka? gila zha Lo gk lihat muka si Dama tu lebih parah dari si Flora Fauna, gue lihat hidung si Dama keluar darah gak berhenti henti" ngeri cuyy tapi dia masih santai ckckck emang ya si Dama stronger woman"" dan si Leon hanya bisa geleng geleng kepala.
" eh flora balik Lo biar bisa ngobatin itu luka di wajah Lo" ucap kemal dengan kesal.
Aprizha hanya berdiam diri, sambil berpikir kok bisa sih gue ngomong kek gitu ke Dama huh. dan Aprizha pun berlalu meninggalkan konco konconya.
" kalau tau aku bakal hidup seperti ini aku juga tidak mau terlahir kedunia ini, mereka selalu mengatakan aku anak yang tidak dianggap, rasanya aku sudah sangat muak tuhan. kenapa aku tidak hidup normal seperti anak yang lain yang bisa bercerita ke orang tuanya bisa sharing pendapat. ini jangankan ingin sharing pendapat, berkomunikasi saja rasanya kami sulit ahahaha" Dama tersenyum meratapi kehidupan yang menyebalkan..
dilain tempat Aprizha mencari keberadaan Dama ia berpikir diamana dia setelah perdebatan tadi aku tidak melihatnya lagi .
" gak usah di cari lagi! kan Lo yang buat dia pergi" celetuk Leon.
"apaansiii" jwb Aprizha dengan kesal.
ditempat Dama
drttt...drttt...
ponsel Dama bergetar
huh siapalagi sih ucap Dama dengan malas. setelah melihat nama yang menelpon dia bergumam " pasti hanya akan ngomel masalah tadi, menyebalkan."
" halo" ucap Dama dengan malas
" pulang kamu Dama!!!! teriak seseorang di ujung telepon
"hmm" jwb Dama dengan deheman.
"hah aku malas rasanya aku tidak mau pulang agrhhh sialan melelahkan" ujar Dama kesal.