Marry The Husband Of Your Dream

Marry The Husband Of Your Dream
Dialog dini hari



lanjut episode sebelumnya....


-happy readingđź’•-


Ara menceritakan Mimpi tadi malam ke Sheila,, lalu Sheila pun menceritakan mimpi yang sama dengan Ara,, Apa yang dimaksud Mimpi itu, apakah masih ada hubungan nya dengan Toko buku itu.


Tempat Misterius toko buku itu, punya banyak misterius. Padahal kemarin Ara dan Sheila hanya membaca satu buku yang masih ia ingat gambar buku itu,, dan Kejadian di dalam buku itu hampir sama yang di rasakan Ara dan Sheila.


Sheila "RA, fiks ayo pulang kerja kita ke tempat sana lagi, yuk"


Ara "Tapi, Shel. Lo bahagia kan di dunia ini,, orang tua loh, kaka lo bisa berkumpul dengan keadaan Sehat, kebutuhan tercukupi, keluarga yang romantis, sama seperti gue keadaan di dunia kehidupan ini gue bahagia Shel, gue dapat kasih sayang orang tua langsung di rumah. mereka tinggal satu rumah shel." ara menyakinkan Sheila, untuk tidak ke tempat sana lagi dan melanjutkan kehidupan di dunia ini.


Sheila "Ya iyaa gue di kehidupan ini bahagiaa, namun elo jangan egois ara,, kalau mereka mencari kita di dunia sana gimana,, adik lo kila pasti juga cariin lo ra. gue tau elo gk mau pisah sebentar pun dari kila, walaupun kehidupan dunia ini keadaan sekitar masih sama tapi ini bukan dunia kita Ra. kita memang udah di takdir kan broken home di kehidupan dunia sana,, jangan sampe kita punya masalah di kehidupan ini yang membuat orang sekitar kita menjadi curiga."


Ara "Shel, please... gue mau ngerasain sehari dua hari di kehidupan dunia ini. besok baru ya kita balik lagi kesana, gue pengen ngerasain rasanya punya keluarga yang rukun, itu aja Shel." Ara menangis di depan Sheila.


Sheila memeluk Ara.


Sheila "Janji ya, besok kita pulang". Sheila pun menangis juga. Air mata Sheila tidak bisa bohong. dia tau apa yang di rasakan sahabatnya terlahir dari keluarga broken home memang menyakitkan, namun lebih menyakitkan ketika tidak bisa menerima keadaan dan tidak bisa memaafkan diri.


Mereka sekarang sudah berpikiran dewasa. kehidupan mereka di umur kepala dua ini. sudah mengetahui yang mana yang baik dan buruk.


Sheila dan Ara memberi dokumen yang sudah di tanda tangani Mr. Marck ke bos.


Selesai ke ruangan bos, Ara pun ke toilet. Sheila duluan mau ke ruang kerja kembali, namun Sheila berjalan cepat sambil melihat mengarah ke lantai karna masih sedih matanya pun masih berair mengingat perkataan Ara tadi. sampai dia tidak menyadari kalau di depan nya ada orang dan dia menabrak dada Seseorang.


Sheila minta maaf...


dan ternyata di depan nya ada Vino.


vino Tersenyum "kalau jalan hati-hati nyonya"


Sheila kaget,, "Vino".


Vino tersenyum kembali "Kemarin kamu kemana saja,, tumben aku liat Whatsapp kamu tidak aktif"


Sheila "hmm.. kemarin gue banyak pekerjaan." sheila salting di depan Vino.


Vino menarik Sheila.


Sheila "Ehh mau kemanaaa..., tangan gue di tarik-tarik..."


Vino mengajak Sheila ke Taman.


Vino " Bicara disini aja, kalau di dalam nanti gue ketauan gimana"


Sheila "Biarin aja. biar semua orang tau kalau disini ada anak bos yang nakal".


Vino "menutup mulut sheila,, Sutt diam bisa gak sih lo suaranya kecilin." Vino melihat keadaan sekitar lalu dia mengarah matanya ke Sheila.


Sheila yang keliatan marah karna mulutnya di mingkemin tangan Vino pun terdiam. Vino dan Sheila saling menatap...,,


lalu Sheila menginjak sepatu Vino.


Vino "Aaw sakit"


Sheila "Maka nya Jangan Modus Tuan Muda"


Sheila pergi dari taman dan masuk ke ruang kantor kembali.


Vino "Iss dasar Cantikk - Cantik Ternyata Galak".


Sheila tersadarkan,, gue kemarin baca dialog seorang perempuan bersama Lelaki di taman,, dan kejadiannya hampir sama dengan adegan Gue dan Vino tadi.


Sheila langsung cepat cerita ke sahabatnya yaitu Ara.


Ara kaget "serius lo shel, Paling kebetulan doang kali tadi. masa iya buku yang kita baca bisa kejadian di dunia."


Sheila meyakinkan Ara, "benerann ra..."


Lalu setelah mereka masih bercerita.


fiki dan firza menanyakan dokumen yang kemarin sekarang ilang..


Ara dan Sheila langsung terkejut.


berarti buku ituu "kata ara"


Sheila "Kan, apa kata gue ra. buku itu bisa memprediksi kejadian kita di dunia ini"


mereka berdua berbisik-bisik.


Ara "Kirain gue dunia ini se indah yang gue bayangin,, ternyata malah banyak masalah di kantor. gimana Ini Shel."


Sheila "ya mau gimana lagi, kita cari dokumen itu dulu. bantuin Fiki and Firza."


Ara setuju.


Angel udah mencari di sekitar tempat filling di lemari namun tidak ketemu juga.


Sheila yang pintar pun, memutar otak dengan cara detektif.


Angel "Shel, lu nanya mulu kayak detektif tau gak".


Sheila " udah jawab aja pertanyaan gue. Kemarin selama gue Sama Ara keluar lu berdua taro dokumen tmitu terakhir dimana??'


Fiki "gue udah masukin di lemari,, di tahun 2021 karena itu bulan nya Desember. gue selesai taro dokumen terus gue kunci."


Sheila "pertanyaan ke dua, sebelum lu berdua ke tempat lemari Arsip,, lu berdua kemana bawa dokumen itu apa tidak??"


Firza "Gue inget, gue sama Fiki nyapa faradina di ruang kerja nya,, terus bentaran sih kita ngobrol terus kita ada alex datang juga kita bertiga sekedar bicara kerjaan doang".


Sheila "Lu taro dokumen nya gk, pas ngobrol"


Alex "gue liat si firza, taro dokumen nya deh pas ngobrol itu, terus dia bawa lagi dokumen nya."


Sheila "oke fiks, kesimpulan nya dokumen kerja kita ketuker di ruang kerja Faradina."


Ayo kita kesana....


Faradina tidak ada di ruang kantor nya,, Mereka mencari dokumen diam-diam..., lalu selesai di cari Sheila, Ara, Angel. Tiba- tiba Faradina datang...


Faradina "Kalian ngapain ke ruangan akuu?"


Ara "Hmm kita cari kamu,, dari tadi nunggu di sini." Ara memalingkan pandangan Faradina dari Sheila and Angel.


Sheila yang udah dapat dokumen itu langsung mengambil dokumen yang tertukar,, dan Sheila bilang ke faradina "Iya lo abis dari mana sih Fara??"


Kita banyak kerjaan nih, kita relain nunggu lo loh kata Angel.


Faradina "Gue tadi abis ke toilet"


Faradina heran "kalian cari aku,kenapa ?"


Ara "Mau ajak lo, makan siang bareng dikit lagi kan jam istirahat. gimana sih lo..."


Faradina senang mereka baik banget,, Faradina jadi punya temen di kantor ini.


Dokumen nya sudah di taro di lemari Arsip, Fiki and Firza berterima Kasih ke Ibu Peri yaitu Sheila.


Sheila "Apaan sih kalian, jangan terulang lagi bikin semua orang panik aja".


Jam makan siang pun tiba. mereka semua makan bersama...., lalu Solat setelah itu mulai kerja kembali sampai jam 4 sore.


...jam 5 sore Ara dan Sheila ingin kembali ke tempat toko buku itu,, Mereka tidak mau di dunia ini keputusan udah bulat. kejadian di dunia ini sebenarnya masih sama keadaan nya namun banyak masalah yang tidak di inginkan oleh Ara dan Sheila di kehidupan ini....


Mereka mencari toko buku itu,, namun kenapa pas di buka toko buku itu,, mereka melihat ramainya pengunjung waktu Ara dan Sheila kemarin ke toko buku ini sepi. Ada yang aneh ini tempat. Ara dan Sheila mencari buku ituu...


di pojok mengarah pintu belakang toko, namun pas di cari buku "extraordinary you"


ada yang janggal di halaman 13, gambar buku nya tiba-tiba menghilang sebagian gambar...


Ara pun sedih, "gue mau pulang dari dunia iniii...." gue mau balik, walaupun dunia sana gue broken home". Sheila menenangkan Ara.


Sheila "sutt,, kita cari jalan keluar nya bersama."


mereka berdua membuka pintu belakang toko buku itu, yang kemarin mereka melihat ada taman, kini menjadi hutan yang sangat gelap,, dan rintik hujan pun turun.


Sheila dan Ara kaget...


ada apa dengan tempat inii....,, lalu mereka membaca semua adegan di buku itu,, yang isi nya kebalikan kehidupan mereka. ternyata di dunia ini Mereka anak yang dapat kasih sayang orang tua nya, Mereka tidak jadi anak Broken Home seperti di dunia sana. Sekilas Penulis skenario ini menceritakan Happy ending, namun terbalik dengan Fakta kehidupan Sheila dan Ara di dunia sebenarnya.


Ternyata Mereka berdualah peran utama Buku ini..., halaman terakhir buku ini di tulis Anak yang luar biasa yang terlahir dari broken home.


Seketika mereka berdua Kaget dan menangis...


Tetesan Air mata Sheila dan Ara jatuh ke arah buku "Extraordinary you" lalu seketika taman buku itu cuaca nya menjadi cerah dan ada suara air terjun yang mengalir, ada kupu-kupu yang berterbangan..., ada bunga yang bermekaran lalu ada pelangi setelah hujan tadi.


mereka melihat sekitar lingkungan taman di toko buku ini menjadi seperti semula yang kemarin mereka liat.


Sheila dan Ara pun bergegas keluar dari pintu itu, dan keluar dari toko buku itu. Mereka kembali pulang masing-masing kerumah.


dan seperti biasa Ara pulang kerumah mama nya. di rumah Ara melihat keadaan seperti biasa tidak seperti kemarin. Mama papa yang sudah cerai ini lah hidup Ara yang sebenarnya.


lalu Sheila kembali pulang kerumah,, seperti Ara juga Sheila hanya tinggal bersama mama nya, ini lah kehidupan Sheila yang sebenarnya.


Sheila dan Ara, mulai bersyukur bisa kembali di kehidupan ini.


Ara chat Sheila


ping...


Ara "Shel, lo udah sampe rumah?"


Sheila "iya udah"


Ara "lo gimana dirumah??"


Sheila "Seperti biasa gue kesepian lagi dirumah hanya berdua sama nyokap gue"


Ara "sama shel, gue juga tinggal lagi sama bokap tiri gue." tapi senang nya kita udah kembali ke dunia kita.


Sheila " Iya, kita harus bersyukur keadaan apa pun itu,, kita bisa menciptakan kehidupan bahagia nanti bersama pasangan kita dan anak -anak dari rahim kita. ini menjadi pengalaman untuk menjadi wanita dewasa yang tidak jadi egois untuk mempertahankan hubungan rumah tangga."


Ara "Bener kata lo, gue mau nanti anak cucu gue, gk jadi anak yang broken home seperti gue."


Sheila "iya sama, gue juga nanti udah punya pasangan dan punya anak gue pengen menerapkan ke anak gue kasih sayang kedua orang tua nya, diajarkan adab, disiplin, mandiri, tegas, tidak egois, belajar bela diri, belajar semua bahasa Mata pelajaran, semua gue ajarin buat anak gue.. biar mereka bisa merasakan semua yang dulu gue gak bisa rasakan."


Ara "kita sama sama berdoa ya Shel, semoga dapat mertua yang baik"


Sheila "Aamiin Ya Allah, itu doa gue stiap solat dan punya pasangan yang bisa bimbing gue ke jalan yang benar, soleh, baik, rajin ibadah, pemikiran nya dewasa. "


Ara "iyaa Aamiiin Ya robbal aamiiin.."