Marry Me, My Student

Marry Me, My Student
Chapter 01 -- Ciuman pagi



Bruk!...


seorang siswa bernama Lisa menaruh kesal tasnya keatas meja. "Huh!! paan sih berangkat kok pagi banget! aku ditinggalin!!" gerutu Lisa yang tidak sadar jika ada seseorang di kelasnya. "Tuh! ini masih cukup pagi, sekolah aja masih sepi!" Lisa terus saja mengerutu tidak terima, bukannya tidak sadar Lisa juga tidak peduli jika ada seseorang disana.


"Maaf ya... saya meninggalkan anda begitu saja.," seseorang didalam kelas yang dari tadi melihat Lisa mengerutu tentang dirinya, menyadarkan Lisa jika dia ada didalam kelas.


"Eh!! Ruki dari tadi kamu disitu?!! dan kenapa ada dikelas, bukannya di kantor guru!?" tanya Lisa sedikit malu karena orang yang daritadi dibicarakan nya berada disana.


"duh kamu sudah tahun ke 3 di SMA, biasakan jangan panggil nama aku. aku ini guru mu ketika disekolah" nasihat Ruki pada murid kesyangan nya tak lain kekasih nya.


"iya, maaf... truss jelaskan kenapa kamu berangkat pagi banget, dan ngerjain tugas di kelas ini" tanya Lisa masih sedikit marah dengan Ruki kekasih sekaligus guru matematika di sekolah.


"kemarin aku kan ambil libur buat ngurus nenek dirumah sakit. jadi aku harus mengurus tumpukan soal yang harus aku nilai, dan aku sudah tau jika kamu akan marah jadi aku kerjain aja di kelas mu biar bisa langsung ngasih tau" jelas nya pada Lisa.


"Huh!! setidaknya kan bisa kirim pesan" Lisa masih mengerutu.


"niatnya memang begitu, tapi HP saya beterai nya habis,,, ini baru saja saya ingat untuk mengecas nya" jelas Ruki....,,,,,


"yasudah aku gak mempersalahkan nya lagi" kata Lisa sambil mendekati gurunya.


"jadi, bagaimana dengan Mei? " tanya Ruki,,,, jiro adalah adik Lisa satu satunya yang masih TK.


"tentu saja dia merengek ketika dibangunkan pagi-pagi, tapi ketika sudah sampai sekolah dia senang dapat berangkat paling pagi" jawab Lisa dengan wajah yang sedikit cemberut.


"hahaha,,, Mei memang anak pintar" Ruki tertawa mengetahui sikap Mei yang imut.


"apa ada yang perlu aku bantu? agar tugas pak guru cepat selesai? " tanya Lisa,,,...


"ya,,,, ini sebentar lagi akan selesai dan tinggal ditaruh ke meja saya dikantor" jawab Ruki.


"baiklah saya akan menunggu".


" kalau kamu mau tolong isi tenaga saya kembali "


"mau kopi? " tanya Lisa.


"Tidak, saya tidak terlalu suka dengan kopi"


"saya ambil kan makanan? pas pak guru lupa sarapan tadi"


"memang sih, tapi saya lagi tidak mau makan"


"aku belikan roti saja, bagaimana? untuk menganjel perut pak guru? "


"gak usah, tadi saya sudah beli roti di supermarket"


"terus, pak guru mau apa?!" Lisa mulai kesal dengan ruki yang suka berbicara dengan terbelit belit.


"cium, saja itu sangat mengisi tenaga saya.." canda Ruki pada kekasih nya.


"Hah!! ini disekolah! " wajah Lisa memerah padam yang merasa jika canda Ruki adalah sungguh-sungguh.


"bukankah ini wajar jika meminta ciuman dari kekasih nya" Ruki suka dengan wajah malu Lisa dan masih melanjutkan candaan sambil menahan tawa,,.


"harusnya pak guru bisa bertahan hingga aku lulus nanti,, " meskipun malu dengan dikap Ruki Lisa memberanikan diri berjalan kebelakang kursi guru.


"hahaha,,, saya kan hanya...... " seketika Ruki berhenti melanjutkan pembicaraan.


manik mata Ruki melebar , jantung serasa ingin lepas dari tempat nya berada,,, tapi dia tidak ingin kehilangan momen yang jarang terjadi pada nya, Ruki menutup mata menikmati ciuman pagi dari kekasih sekaligus murid nya,,..



cahaya pagi yang hangat membuat suasana makin tenang dan menikmat kan bagi Ruki, angin sepoi sepoi membuat rambut Lisa mengikuti arah angin itu,,, "Wangi" itu yang berada dalam pikiran Ruki mencium bau rambutnya Lisa yang terkena angin, membuat rambut itu mengarah pada indra penciuman Ruki.


drakk,,,,


pintu kelas terbuka membuat Ruki dan Lisa terkejut,,, Lisa melihat jika yang masuk adalah kumpulan teman kei,,,,,,,teman kecil Lisa.


"Pak!! apa yang perlu saya bantu?" Lisa bertanya untuk kedua kali nya,,, itu untuk mengubah suana canggung.


"iya! ini udah ada bagian yang sudah selesai saya kerjakan,,, tolong taruh dimeja saya. " Ruki yang terkejut tidak dapat berpikir, mengikuti alur yang Lisa buat.


"baik Pak" Lisa sedikit lega,,,...


kei mendekati tempat dimana Lisa berada.


"banyak tuh, kamu kuat?" tanya kei dengan pandangan mengejek.


"gak usah cerewet! bantuin gitu kek!,,," suara Lisa kesal.


"sini aku bawain setengah aja" kei membantu membawa kertas yang dibawa Lisa.


"tuh dah ringan kan? apa masih berat? " pandangan kei kembali berwajah mengejek.


"diam kau! ini udah ringan" Lisa selalu kesal dengan perbuatan teman masa kecil nya.


"hahaha,,,,, ya udah ayuk naruh ini kertas ke meja pak Ruki" Kei merasa puas melihat reaksi Lisa, dia tertawa terbahak-bahak,,,...


Mereka berjalan ke arah ruang guru dengan banyak jahilan dari Kei dan Lisa yang kesal dengan Kei, tanpa mereka sadari daritadi Ruki mengikuti mereka,,, bukannya Ruki mengendap-endap melainkan mereka yang tidak sadar kehadiran Ruki.


sesampainya diruang guru,,,,...


"Terimakasih sudah membantu saya" Ruki membuka obrolan tanpa mereka sadari,,, Kei dan Lisa berteriak karena terkejut dan saling berpelukan,,, kondisi ruang guru masih sepi karena masih pagi.


"ehem!! " Ruki mendehem untuk menyadar kan mereka



"hah! " ucap mereka bersamaan.


"apa apaan cari kesempatan dalam kesempitan ya!!? " teriak Lisa mendorong Kei.


"aww! bok*ng ku sakit tau! lagian kau juga peluk gua! "


"dih! najis,,, pokoknya lu yang salah! " Lisa sudah kesal meninggal kan ruang guru,,,


"paan sih kok gua yang salah,,, " Kei ikut meninggal kan ruang guru sambil berjalan pincang menahan rasa sakit di pantatnya.


...****************...


...----------------...


..................