Marry Me, My Student

Marry Me, My Student
Chapter 1 -- Ciuman pagi



Bruk!...


siswa bernama Lisa menaruh tasnya di atas meja miliknya. "huh! apaan sih berangkat gak ngajak aku!... " gerutu Lisa sambil melihat jam tangan, "tuh! masih pagi, bahkan sekolah masih sepi" Lisa terus saja mengomel dan tidak sadar jika disana ada seseorang atau tidak.


"Maaf ya... kerena banyak tugas yang harus saya selesai kan" ucap seseorang didalam kelas. "huh! Ruki dari tadi.... " tanya Lisa sedikit kaget. "jangan panggil nama ku jika disekolah, aku ini gurumu jika disekolah" nasehat Ruki yaitu guru matematika.


"iya, pak guru tidak capek berangkat pagi sekali" tanya Lisa sambil mendekati meja guru yang ditempati Ruki.


"tentu saja capek, tapi ini sudah menjadi tugasku. kerena kemarin mengambil libur dan harus mengoleksi nilai kalian" curhat guru itu pada murid kesayangan nya. "tapi jika kamu mencium ku, seperti nya tenaga ku kembali pulih" Ruki hanya bermaksud bercanda pada murid nya yang tak lain adalah kekasih nya.


"apaan sih masa minta yang kaya gitu, harus sabar tunggu aku lulus" Lisa yang awal nya berada di depan Ruki berjalan memutar mendekati Ruki,"iya saya hanya...."


Cup..


manik mata Ruki membesar seakan tidak bisa berkedip, karena ini pertama kali bagi nya dari Lisa , Ruki menutup mata seakan ingin menikmatinya.



"Hahaha! Lu ngaco ya!? " siswa tiba-tiba masuk membuat Lisa dan Ruki terkejut dengan kehadiran mereka.


"ah! j-jadi a-apa pak yang harus saya bantu?! " serentak Lisa mengubah suasana tadi dan berpura pura tidak terjadi sesuatu, agar tidak dicurigai teman sekelas yang baru saja masuk tadi. "i-iya ini kertas hasil ulangan ini taruh diatas meja saya diruang guru" Ruki yang ikut terkejut mengikuti alur yang Lisa buat.


"wah! banyak juga kertasnya, ini juga dari kelas lain ya? aku bantuin " tanya teman Lisa yang masuk kelas tadi. "eh boleh " setuju Lisa.


"pagi pagi dah perhatian aja lu! hahaha! " tertawa teman sekelompok dengan lelaki yang ingin membantu Lisa.


"berisik! iri? " balas nya yang tidak Terima.


"cih! terserah aku "


"yasudah, aku berangkat pagi juga terserah aku"


"mau mati ya..? "


"haha... yaudah ayok, saya permisi pak"


Melihat canda tawa antara Lisa dan Kenji membuat Ruki sedikit cemburu dan mengikuti mereka dari belakang meskipun mereka tidak sadar dengan kehadiran diri nya.


sesampainya dikantor mereka menaruh kertasnya sesuai yang diminta oleh pak Ruki.


"yasudah Terima kasih sudah membawanya" ucap Ruki tanpa basa basi.


"AKH!!!" Lisa dan Kenji berteriak secara bersamaan. "pak guru membuat kami kaget saja" gerutu mereka secara bersamaan.


"kalian jangan terlalu santai ketika berbicara dengan saya" nasihat Ruki sambil duduk pada kursi nya.


"maaf Pak , kerena perbedaan umur pak guru hanya berbeda 3th dari kami" Kenji meminta maaf karena kurang menghormati.


"yasudah jangan terlalu bersikap santai."


"ayok Lisa kita pergi" tiba-tiba Kenji menggandeng tangan Lisa, meskipun itu bermaksud mengajak keluar.


"dan!" Ucapan Ruki menggema di kantor guru karena masih sepi, "kalian berdua jangan terlalu dekat jika tidak ada hubungan" tatapan Ruki membuat Kenji merinding dan melepaskan genggaman tangan nya. terdengar suara Lisa yang sedikit menahan tawa.