
Kilas balik tentang Jake dan Miguel.. Jake dulunya adalah teman baik Miguel.. Hal yang merubah pandangan Jake sejauh ini bermula dari siaran Lunarions Town..
"Aku mau menjadi Adam!"
"Tidak!.. Aku lebih pantas menjadi Adam" Miguel kecil mengeluarkan pedang kardusnya.
"Tunggulah!! Aku akan mengalahkan mu dengan pedang hatsugen!!" Jake berteriak.
"Sialan! Berhenti menyerang ku seperti itu! Apocolypse sword!! Keluarlah!!"
Mereka berdua hampir setiap hari bermain bersama tanpa henti..
"Enak ya jadi kamu.. Kamu punya keluarga.." Miguel merasa sedih..
"Eh.. Tiba tiba?" Jake terkejut dengan pembahasan Miguel.
"Tenang saja Miguel! Walaupun kita bukanlah keluarga aku akan tetap menganggap mu sebagai keluarga ku yang berharga!!"
"Benar ya?" Miguel terharu.. Miguel pun mulai menangis "Huaaaaa!!!"
"Tenanglah Miguel.. Aku akan menjadi kan mu adik ku kalau kamu berhenti menangis!"
"HUAAAAAA!!!" Tangisan Miguel mulai semakin keras..
"E-EH KALAU BEGITU KAKAK!"
Ekspresi Miguel langsung berubah dan dia berkata "Benar ya?!"
"Iya benar.. Tapi dengan syarat kamu harus lebih kuat dari ku dan menjaga ku setiap saat, jadi tidak boleh menangis lagi ya.." Jake tersenyum.
"Baiklah! Kalau begitu aku akan menjadi lebih kuat!" jawab Miguel.
Mereka berdua tersenyum..
2 tahun kemudian..
"Uhh.. Iya, dan berhentilah memanggil ku Adik.. Tolong ya, aku harus pindah ke tempat yang sangat jauh, aku tidak ingin membuat mu selalu berharap pada ku.. Kamu tidak akan bertemu dengan ku lagi"
Miguel merasa sedih..
"Tenang Miguel.. Aku akan selalu ada disamping mu walaupun kita tidak pernah bertemu"
"Ingat.. Seorang kakak kan harus kuat!" Jake membero senyuman kepada Miguel.
Miguel merasa tersenyum..
Jake pun akhirnya pindah keluar negri..
Sejak saat itu Miguel mulai mencari-cari keberadaan Jake.. Dia bermain sendirian dan selalu membayangkan dimana Jake berada.
Beberapa tahun kemudian, Jake dan Miguel akhirnya disatukan kembali ke SMA yang sama, Miguel terlihat berbeda, Miguel memiliki banyak sekali teman dan dia adalah murid terbaik di sekolahnya pada saat itu.
Miguel disitu tampak mengenali Jake namun dia berhenti berkomunikasi dengan Jake tanpa alasan apapun hingga pada akhirnya semua teman teman Miguel saat ini mengaku kalau mereka lah yang telah membunuh ibunya Miguel dibelakang Jake.. Jake dengan marahnya langsung memukuli mereka semua di sekolah saat itu.
Miguel yang baru saja dan melihat hal itu terlihat sangat kesal, dia meninju wajah Jake hingga beberapa giginya copot.
Tidak diberi kesempatan untuk berbicara.. Jake pun ikut mengamuk, dia mendorong Miguel hingga terkena sudut bangku yang akhirnya Miguel terpaksa dilarikan di rumah sakit.
Wali dari Miguel sendiri membenci keluarga Jake dan Jake sendiri.. Jake dilaporkan ke pihak yang berwajib, namun Jake tidak dapat dipenjara karena Jake mencoba melindungi dirinya sendiri.. Wali Miguel mulai terlihat kesal.. Di perjalanan pulang keluarga Jake bertemu lagi dengan wali dari Miugel.. dia menodongkan pistol ke arah Ayahnya Jake namun Jake mencoba merebut pistol itu.. Tetapi nasib tidak berjalan dengan baik, Jake tidak disengaja telah membunuh Wali Miguel.
Hal inilah yang menyebankan ayah dari Jake wafat di hukum mati menggantikan Jake
Tersadar dari komanya.. Tak lama kemudian setelah pulang ke rumahnya Miguel dapat kabar duka kalau orang tua angkat Miguel saat ini telah wafat.. Miguel merasa terpukul, di tambah lagi setelah mengetahui kebenaran kalau yang membunuhnya adalah Jake.. Dendam Miguel semakin meluap dan Miguel berjanji dia akan membunuh Jake dengan tangannya sendiri.
Kembali ke saat ini, Miguel mulai sampai ditempat Jake berada.. Dia akan menghentikan Jake.
"Lawanlah aku dengan serius.. Aku akan melawan mu menggunakan seluruh kekuatan ku" Miguel mengeluarkan pedangnya..