
*Hari Berikutnya*
08:00 Am.
" Apa aku benar-benar sudah mati?? Kenapa dadaku terasa sesak??" Ucap Amanda yg baru sadar dari efek obat yg di suntikkan semalam.
" Kenapa dia tidur disini?? Apa yg sebenarnya terjadi semalam??" Pikir Amanda dalam hati.
" Bangunlah Charles kenapa kamu tidur di kasur ku??" Ucap Amanda membangunkan Charles.
" Diam lah Amanda!! Biarkan aku tidur beberapa menit lagi. Aku masih sangat mengantuk." Jawab Charles terus memejamkan matanya.
" Apa-apaan ini?? Apa dia yg menjaga ku semalam?? Tidak mungkin!! Mana mungkin laki-laki tak berhati ini menjaga ku." Tegas Amanda pada dirinya sendiri.
" Tapi kenapa dia terlihat begitu lelah?? Dan dia terus menggenggam tanganku sampai lembab begini??" Lanjut Amanda melihat Charles yg tertidur sambil memeluknya.
" Hahah.. Sangat tidak adil bagi laki-laki baik di luar sana. Laki-laki kejam ini bukan hanya pintar. Tapi juga tampan dan kaya. Dia sangat beruntung di kehidupan ini." Gumam Amanda menatap tajam kearah Charles.
" Berhentilah menatap ku!! Bagaiman bisa aku kembali tidur saat ada sepasang mata yg begitu terpana melihat wajah ku??Tegas Charles dengan tiba-tiba.
" Siapa yg terpana oleh mu?? Apa kamu bermimpi??? " Elak Amanda memalingkan wajahnya.
" Jangan bergerak terus Amanda.!! Tangan mu akan semakin bengkak nanti.!!" Jelas Charles mengunci tubuh Amanda
" Ada apa dengannya hari ini?? Kenapa dia tiba-tiba menjadi begitu lembut dan perhatian??" Ucap Amanda dalam hati.
" Apa kamu ingin ke kamar kecil?? Aku akan membantu mu." Ucap Charles menawarkan bantuan.
" Apa maksud perkataan mu Charles?? Yg terluka itu tangan ku bukan kaki ku." Jawab Amanda tersipu malu.
" Aku tahu itu, dan kenapa kamu harus berteriak??" Tegas Charles memasang expresi datar.
" Apa-apaan expresi datar mu itu?? Kamu seakan mengatakan hal-hal yg tak senonoh pada ku." Lanjut Amanda mengatai Charles.
" Ahh malas berdebat dengan mu Amanda. Jangan naif begitu!! Bagian tubuhmu yg mana lagi, yg ingin kamu sembunyikan dari ku??" Tegas Charles berjalan keluar.
" Ahhhh.. Bukkk(Melempar bantal)
Dasar laki-laki dingin yg mesum. Expresi mu tidak cocok dengan apa yg kamu katakan." Teriak Amanda dengan wajah memerah."
" Aku Charles Leonard!! Putra satu-satunya dari Keluarga Leonard Alexandre. Kekuasaan dan kekayaan ku, tidak tertandingi, tapi itu semua tidak bisa membeli hati dari satu-satunya wanita yg aku cintai!!"
" Mungkin sekarang banyak orang membenci ku karena kekejaman ku. Tapi tidak banyak yg tahu seberapa tulus dan besarnya rasa cinta ku pada Amanda."
" Setelah melihatnya terluka semalam, rasanya lebih baik aku saja yg menerima sakitnya. Tapi di mata Amanda aku hanya laki-laki kejam berhati dingin.
" Dia tidak pernah memperdulikan bagaimana perasaan ku, yg dia perdulikan hanya seberapa buruk aku memperlakukannya."
" Setelah 3 bulan menikah dengannya, dia selalu acuh akan semua hal yg aku lakukan.
Aku sangat ingin melihatnya cemburu saat banyak gadis bergerumun mendekati ku. Tapi dia tidak pernah angkat bicara akan hal itu, karena mungkin memang tidak ada secuilpun cinta dalam hatinya untukku."
Tap.. Tap.. Tap..
" Apa yg dia lakukan di ruang makan??" Ucap Amanda menuruni tangga.
" Apa kamu sudah cuci muka?? Cepatlah duduk!! Aku sudah menyiapkan makanan sehat untuk mu!!" Sapa Charles yg sedang menyiapkan makanan untuk Amanda, Lengkap dengan celemek di tubuhnya.
" Apa aku masih bermimpi?? Bagaimana bisa dia menjadi selembut itu pada ku??? Apa yg sedang dia rencanakan??" Pikir Amanda yg terheran-heran melihat sifat Charles yg berubah 360 derajat.
" Kenapa kamu mematung?? Apa kamu ingin ku gendong turun dari tangga itu??" Tanya Charles mengernyitkan dahinya.
" Jika kamu tidak bisa ku dapatkan dengan cara kasar, maka aku akan menggunakan cara yg sangat halus Amanda." Ucap batin Charles meneguhkan niatnya mendapatkan hati Amanda.
Krieeettt. (Suara kursi yg di tarik)
" Duduklah!!" Ucap Charles dengan serius, sambil menarik kursi untuk Amanda.
" Aku benar-benar merasa canggung. Aku sudah biasa di perlakukan buruk olehnya. Tapi kenapa dia tiba-tiba menjadi begitu baik padaku?" Teriak batin Amanda kehilangan kata-kata.
Srettt..Cessssssss....Pusss..
" Makanlah steak ini!! Aku sengaja menggunakan hot plate agar kamu bisa menikmatinya dalam kondisi hangat.!!" Jelas Charles menyodorkan makanan yg sudah di buatnya untuk Amanda.
Gluggg..(Menelan ludahnya)
" Apa ini dimasak sendiri olehnya?? Apa aku benar-benar boleh memakannya? Jangan-jangan ada racun di makanan ini!!" Ujar batin Amanda penuh dengan keraguan.
" Kenapa kamu hanya melihatnya?? Aku tidak mencampur racun ke dalamnya, jadi makanlah!!" Ucap Charles meninggalkan Amanda.
" Apa dia bisa membaca pikiran ku??" Gumam Amanda sambil mulai memakan sarapannya.
" Ummm.. Ini sungguh enak!! Bagaimana bisa dia membuat makanan seenak ini!!" Ucap Amanda sambil terus memakan sarapannya tanpa henti.
" Dasar bodoh!! Kamu terlalu cepat percaya dengan perkataan ku Amanda. Jika aku benar-benar menaruh racun di dalamnya kamu pasti akan mati dengan cepat." Ucap Charles memperhatikan Amanda dari kejauhan.
" Aku memang seperti orang bodoh!! Aku bisa di bujuk hanya dengan seporsi makanan.
Padahal semalam aku sangat marah padanya."Gumam Amanda yg tiba-tiba sadar akan kebodohannya.
09:30 Am.
" Aku akan ke kantor hari ini, kamu istirahatlah!! Jangan macam-macam dan membantah perkataan ku. Aku akan meminta beberapa pengawal untuk mengawasi mu." Ucap Charles yg akan pergi ke kantor.
" Laki-laki ini benar-benar sulit untuk di tebak. Beberapa jam yg lalu dia begitu lembut padaku, tapi beberapa jam kemudian dia menjadi sangat dingin dan posesif." Ujar batin Amanda mengernyitkan dahinya.
" Kenapa tidak menjawab?? Apa kamu menjadi bisu setelah memakan masakan ku??"Tanya Charles mendekati Amanda.
" Berangkatlah Charles!! Kamu akan telat jika terus bicara hal bodoh padaku!" Tegas Amanda meminta Charles untuk segera berangkat.
" Kenapa kamu begitu senang mengusirku??
Apa aku sebegitu tidak enak di pandang oleh matamu??" Tanya Charles pada Amanda.
" Huffff.. Aku sebaiknya pergi dan tidur. Sangat lelah bicara dengan orang sepertimu." Jawab Amanda segera bangkit dan meninggalkan Charles.
" Apa begini sikapmu pada Suami mu Amanda??Aku akan pergi bekerja, tapi kamu malah tidak menunjukkan keramahan mu!!" Ucap Charles mendekati Amanda.
" Bukankah setiap hari aku selalu begini?? Kenapa kamu malah mempersalahkannya sekarang??" Jawab Amanda mempertanyakan sikap Charles.
" Dengar Amanda!! Jangan membuat ku marah!! Aku tidak akan segan untuk melempar mu ke atas ranjang saat ini juga."Bisik Charles di telinga Amanda.
" Ba..Bagaimana kamu menjadi sangat mesum Charles??Aku benar-benar tidak ingin dekat denganmu!!" Teriak Amanda dengan wajah memerah.
" Mesum?? Aku ini suami mu!! Jadi aku punya hak untuk bermain denganmu di atas ran**ng." Jelas Charles menyentuh bokong Amanda.
" Ahhhhh... Pergi kamu dasar mesum!!" Teriak Amanda berlari menuju kamarnya.
" Haha.. Jangan main-main dengan ku Amanda!!" Tegas Charles dengan senyum liciknya.