
Jujur saja aku benci dengan diriku yg selalu lemah dan bodoh ini. Aku terus-terusan membiarkan Charles menginjak-injak harga diriku dengan kejam. Tapi jika aku melawannya, sikap kejamnya itu juga akibat dari perbuatan ku. Kenapa?? Kenap aku harus melewati masa-masa ini. Aku rasa jalan satu-satunya untuk keluar dari kekejaman Charles adalah dengan mati saja." Rintih Amanda pada sikap Charles padanya.
Brakkk.. Brukkkk...(Suara pintu yg di buka paksa)
" Kenapa kamu bersembunyi di dalam Amanda?? Apa tidak ada hal yg harus kamu jelaskan padaku??" Teriak Charles sambil terus mendobrak pintu kamar Amanda.
" Tidak ada hal yg perlu ku jelaskan Charles. Kumohon tinggalkan aku sendiri." Jawab Amanda ketakutan.
" Tutup mulutmu!! Berani sekali kamu menjawab yg tidak penting. Kamu sudah berani bertemu dengan laki-laki lain di belakangku, maka kamu harus berani untuk bertanggung jawab." Bentak Charles semakin marah.
" Cepat buka pintunya Amanda!! Jangan sampai aku menghancurkan pintu ini dengan kamu sekalian." Ancam Charles pada Amanda.
" Hiks.. Hiks.. Hiks... Kamu sangat kejam Charles. Apa kamu tidak punya hati sekarang??" TanyaAmanda sambil menangis.
Brakkk.. Brukkk..
" Apa yg kalian lihat?? Cepat ambilkan aku kunci cadangan kamar ini, jika tidak aku akan menghancurkan rumah ini dengan kalian di dalamnya!!" Bentak Charles pada semua pelayan di rumahnya.
" Astaga, Tuan Charles benar-benar menyeramkan. Dia seperti orang yg sudah kehilangan akal sehatnya karena cemburu karena melihat Nona Amanda bertemu dengan mantan tunangannya.
Dan Tuan Charles membabi buta pada kita sekarang." Bisik beberapa pelayan yg mulai ketakutan melihat tingkah Charles.
Charles yg benar-benar marah besar saat itu, tidak akan melepaskan Amanda begitu saja.
Dia tidak segan untuk menghancurkan apa pun yg ada di depannya. Dan itu membuat Amanda menjadi semakin ketakutan di dalam kamarnya.
" Dia bukan manusia, dia benar-benar adalah iblis. Apa yg akan dia lakukan padaku jika dia sudah berhasil membuka pintunya." Ujar batin Amanda gemetar ketakutan.
" Hiks.. Hisk.. Hiks.. Kumohon siapapun tolong aku. Kenapa nasib ku begitu buruk Leon??" Gumam Amanda sambil terisak.
" Arghhh.. Brakkk.. Prankkk.. Kenapa hanya mengambil kunci kalian begitu lambat??" Teriak Charles tidak sabaran.
" Tenanglah Tuan Charles. Jika Anda terus marah dan teriak begini Nona Amanda akan sangat ketakutan di dalam sana." Ucap Kepala Pelayannya mencoba menenangkan Charles.
" Tutup mulutmu!! Siapa saja yg berani menantang kesabaran ku akan mendapatkan akibat dari perbuatannya." Jawab Charles memperingatkan semua orang.
Cklikkk..(Pintu terbuka)
Brakkk...(Membanting pintu)
" Kenapa kamu melakukan itu pada ku Amanda."Teriak Charles setelah berhasil masuk.
" Menjauh dariku Charles!!" Tegas Amanda sambil menodongkan pisau ke arah Charles.
" Apa yg kamu lakukan?? Kenapa tanganmu berdarah??" Tanya Charles dengan sangat kaget.
" Menjauh dariku!! Kamu laki-laki kejam yg tidak berperasaan Charles." Jelas Amanda dengan suara lemah dan menopang pergelangan tangannya yg bersimbah darah.
" Apa kamu gila Amanda?? Cepat lepaskan pisau itu!! Aku akan menjauh darimu." Ucap Charles mulai panik.
" Bukankah kamu sangat suka menyiksa ku?? Tapi kenapa kamu malah begitu panik, saat melihat darah keluar dari anganku??" Tanya Amanda sambil tersenyum dingin.
" Iya aku memang suka menyiksa mu, karena itu aku tidak ingin kamu menyiksa dirimu sendiri. Biarkan aku saja yg menyiksamu agar aku merasa puas." Jawab Charles gemetaran.
" Hahahaha.. Charles yg aku kenal tidaklah sekejam kamu. Kamu itu adalah iblis yg berpenampilan seperti manusia." Teriak Amanda benar-benar marah.
" Tolong berhentilah teriak Nona!! Dan lepaskan pisau itu, tangan Anda harus segera di obati, hika tidak pendarahan itu bisa membahayakan keselamatan Anda." Bujuk Pelayan yg biasa mengurus Amanda di kediaman Leonard.
Melihat Amanda yg semakin lama semakin memucat, Charles benar-benar panik dan ketakutan.
Dia tidak tahu harus melakukan apa, karena Amanda masih menegang pisau dengan erat di tangannya.
" Cepat panggil Dokter!!
Aku bilang cepat panggil Dokter kemari!!" Teriak Charles yg benar-benar merasa ketakutan melihat bibir Amanda kian semakin membiru.
" Aku puas melihatmu yg begitu takut Charles. Jika aku matipun aku akan tenang." Ucap Amanda mulai kehilangan kesadarannya.
Bruggg(Jatuh)
" Amanda!!" Teriak Charles segera mendekati Amanda.
" Cepat panggil Dokter kemari!!" Teriak Charles sambil mencoba menghentikan pendarahan di tangan Amanda.
" Hahahaha.. Kamu sungguh kejam padaku Amanda. Apa kamu begitu ingin mati daripada bersama ku??" Teriak batin Charles merasa sangat sedih.
*1 Jam Kemudian*
" Bagaimana keadaannya Dok?? Kenapa dia masih belum sadar??" Tanya Charles.
" Tidak ada masalah serius Tuan Charles. Dia hanya kehilangan banyak darah, tapi setelah banyak istirahat kondisinya akan pulih dengan cepat. Dan sebentar lagi dia pasti akan sadar." Jelas Dokter Pribadinya.
" Terimakasih Dokter!!" Ucap Charles.
" Tentu tuan muda, saya pamit dulu. Jika ada hal buruk yg terjadi tolong untuk segera menghubungi saya." Ucap dokter itu dengan penuh pertimbangan.
"Iya Dok."
Tap..Tap..Tap..Tap..
" Charles!! Ayah membiarkanmu menikahi Amanda karena Ayah tahu kamu begitu mencintainya. Tapi kenapa kamu malah membuatnya terluka." Ucap Leonard pada putranya.
" Aku tidak pernah melukainya Yah!!" Jawab Charles memperhatikan Amanda.
" Iya benar!! Kamu memang tidak melukainya dengan tubuhmu. Tapi kamu melukainya dengan keegoisan mu Charles." Jelas Leonard memperingati putranya.
" Kenapa Ayah juga menyalahkan ku?? Ayah tidak tahu betapa sakitnya hatiku saat melihat dia menangis di dalam pelukan laki-laki lain." Tegas Charles membenarkan perbuatannya.
" Dengarkan Ayah, Nak!! Caramu mencintai Amanda sangatlah salah, wanita butuh kelembutan dan kasih sayang, bukan kekerasan!!" Lanjut Leonard.
" Tapi bagaimana mungkin aku memperlakukan dia dengan lembut,Ayah?? Atas penolakan yg dia lakukan dulu padaku." Teriak Charles membantah nasehat ayahnya.
" Cukup Charles!! Hapus semua kenangan buruk mu tentang masa lalu. Kamu dan Amanda sekarang sudah menjadi Suami Istri, Jika kamu tetap teguh pada sikap kekanakan mu ini, lambat laun kamu akan benar-benar kehilangan Amanda selamnya." Bentak Leonard menyadarkan Charles.
" Ayah terus saja memojokkan ku. Apa Ayah tidak kasihan melihatku??'' Ucap Charles.
" Aku sangat kasihan melihatmu. Tapi akan lebih kasihan saat kamu sadar di waktu yg salah. Amanda yg sekarang ibarat pasir dalam genggaman mu Charles. Semakin kuat kamu menggenggam nya semakin sedikit yg dapat kamu pertahankan.
Dan tidak akan mustahil jika kamu tidak akan bisa mempertahankan sebutirpun dari ribuan yg ada." Tegas Leonard meninggalkan Charles.
" Apa kamu puas Amanda?? Kamu benar-benar sudah membuatku terlihat buruk di mata banyak orang. Dan sekarang di mata Ayah ku juga??" Ucap Charles dengan sedih.