
Pagi yang cukup sibuk untuk hari ini. Kevin sudah pergi jogging pagi pagi sekali. Ia sengaja memanfaatkan Hari Minggu ini untuk berolahraga. Selama ini setiap ia tak memiliki jadwal kelas kampus, ia selalu pergi jogging pagi. Tubuhnya yang tinggi dan lengan yang berotot membuat pesonanya semakin bertambah.
Dengan pakaian sederhana dan topi dikepalanya, ia memulai jogging pagi ini. Biasanya Kevin pergi keliling di taman kota. Ia sangat memfavoritkan taman itu. Karena disana banyak tanaman bonsai, ia semakin menyukai taman kota tersebut.
"Fyuh..fyuh...hus...h" Suara nafas nya dapat terdengar jelas. Jelas sekali ia kelelahan berlari.
Sampai disalah satu bangku taman ia berhwnti sejenak. Ia menjatuhkan tubuhnya dan bersandar di punggung bangku. Ia masih terengah engah. Sampai terlintas sekilas di pikirannya tentang kejadian kemarin. Ia mengingat lagi tentang wanita yang ditolongnya kemarin. Ia juga masih mengingat jelas namanya, Angel.
"Angel..." Ia mengucapkan nama itu perlahan sambil tersenyum manis. Tentu masih dengan nafas tersengap sengapnya.
Ketika ia masih istirahat menenangkan nafasnya itu agar kembali normal, seseorang tiba tiba datang. Kevin menyadari keberadaannya meski ia sedang menutup matanya saat itu. Tampak jelas suara itu tertuju pada Kevin.
"Mau minum dulu?" Suara lembut yang tak asing itu membuatnya tersadar dan membuka matanya. Nampak jelas kalau itu suara seorang wanita.
Kevin pun membuka matanya perlahan. Ia menatap seseorang dihadapannya itu dengan tatapan hangat. Nafas yang semula terengah engah kembali normal dengan perlahan. Namun sayangnya, kini giliran jantungnya yang tak bisa terkontrol. Detak demi detak dapat dirasakan dan didengar.
"(tersenyum) kau?" Nada senang tampak terdengar setelah Kevin melihat sesosok wanita dihadapannya.
"(menyodorkan minuman) iya ini aku. Nih minum dulu" Angel memberikan minuman kepada Kevin. Ia lalu duduk disampingnya. "Fyuuuh...jogging memang melelahkan ya?" Tangan kanannya tampak mengipas ngipasi wajahnya. Tangan kirinya mengelap keringat yang ada di wajahnya.
Kevin hanya terus memandanginya. Ia masih tak menduga akan bertemu lagi dengan Angel. Ini menjadi pertemuan kedua nya yang tak terduga duga lagi seperti pertemuan pertamanya kemarin.
"(tersadar) ehm..thanks buat minumannya" Ia tersenyum dan lalu meminum minuman yang diberikan Angel tadi.
"Rumahmu ada didekat sini? Kau setiap pagi selalu jogging disini juga?" Angel mulai mengajukan pertanyaan itu dengan nada santai dan akrab.
"Hm...rumahku agak jauh dari sini. Dan setiap pagi ketika gak ada kelas di kampus, aku selalu jogging pagi disini. Lalu kau?, bagaimana kau bisa disini secara kebetulan dan bertemu denganku?"
"Owh..ya sepertinya aku ingin jogging untuk pagi ini makanya aku jogging. Tidak setiap hari sih aku jogging, cuma kalo aku lagi mood aja" Jawabnya dengan jelas.
Mereka lalu melanjutkan perbincangan yang cukup panjang. Dalam obrolan itu mereka menjadi lebih akrab. Mereka juga saling bertukar nomor telepon. Kevin yang dikenal cuek, menjadi lebih santai dan membaur dengan Angel. Nampak sekali ini momen yang sangat langka ketika Es Kutub Utara meleleh menjadi air hangat yang mengalir tenang.
.
.
.
Waktu menunjukkan pukul 9 pagi. Mereka mengakhiri perbincangan dan lalu kembali kerumah masing masing. Kevin dengan cool berjalan menuju ke rumahnya. Ia masih memikirkan momen momen yang terjadi pagi ini bersama Angel.
Sedangkan Angel juga masih memikirkan tentang Kevin selama perjalanan ia pulang ke rumah. Dengan langkah penuh semangat ia berjalan menuju rumahnya. Senyum senyum manis itu tak bisa tertahan diwajahnya.
Ditengah jalan pulang, Kevin merasa seperti ada yang mengikutinya sedari tadi. Ia mulai merasakan ada kejanggalan. Ia mencoba membuktikan apakah firasatnya itu benar adanya atau tidak. Ia berjalan pelan mulanya, lalu tiba tiba ia mulai sedikit cepat berjalan kemudian lari. Ia lari menuju ke salah satu gang di suatu cafe. Ia bersembunyi di gang tersebut dan memantau keadaan disekelilingnya. Ia mengintip ke arah jalanan dan ia melihat dua orang laki-laki sedang kebingungan mencari Kevin. Saat kedua lelaki itu membalikkan badan, betapa kagetnya Kevin melihat wajah mereka.
.
.
.
"Kalian membuntutiku" Dengan nada dingin Kevin mengucapkan kalimat itu. Tak lupa dengan ekspresi sadisnya.
"Ehe..kami juga sebenarnya kan gagal membuntuti mu Vin, Liat kami akhirnya juga ketauhan kan" Dengan tampang tak bersalahnya ia menjawab Kevin.
"Ya tapi kau tetap saja berusaha membuntutiku kan. Kau ternyata belum mengenalku dengan baik. Ternyata kau lupa apa yang kukatakan dulu ya" Nada kejamnya mulai keluar.
.
.
.
Marvin mulai ketakutan. Selama ini ia tahu kalau Kevin paling tak suka jika orang lain mengusik privasinya. Ia sudah diperingatkan dulu. Ia juga pernah dimarahi abis abisan oleh Kevin dulunya karena tak sengaja membocorkan nomor hp Kevin kepada seseorang yang mengaku suruhan dari perusahaan milik ayahnya. Sadar Marvin terpojokkan Edward pun mulai bersuara.
"Ehm..maaf Vin. Kami tadi ingin menemui langsung tapi keliatannya bakal ngganggu kalian" Wajah polos Edward ia berusaha mencari alasan.
Kevin lalu meninggalkan kedua sahabatnya itu. Ia kembali berjalan santai pulang untuk kerumah. Kedua sahabatnya itu hanya bisa diam terheran heran melihat Kevin. Mereka heran kenapa mereka tidak dimarahi oleh Kevin abis abisan seperti dulu. Kali ini ia hanya memperingatkan mereka saja.
.
.
.
"Suasana hatinya sedang baik ya?" Raut bingung tampak di wajah Marvin.
"Sangat baik, moodnya hari ini sangat baik" Edward hanya melongo melihat Kevin berjalan.
Mereka lalu berjalan dibelakang Kevin sambil berpikir keras. Apa sebenarnya yang membuat Kevin tidak lagi sekejam dulu. Mereka senang karna terhindar dari amarahnya Kevin, tapi mereka juga kebingungan akan sikap aneh nya itu.
.
.
.
Senyum manislah yang hanya terpapar di.wajah Kevin selama ia berjalan. Pikirannya tak dapat jauh jauh dari Angel. Pikiran dan hatinya teracuni oleh senyuman Angel, suaranya juga wajah cantiknya. Sikapnya yang unik membuatnya sulit untuk dilupakan dari memori.