
Di kampusnya, Kevin terlihat sangat cuek kepada siapapun. Bahkan kepada kedua sahabatnya itu Marvin dan Edward. Ia memang memiliki wajah dingin yang sadis. Namun tak henti-henti membuat semua orang terpana dibuatnya. Sihir yang paling nyata adalah parasnya yang rupawan.
"Kau nanti selesai kelas tetakhir akan kemana Vin?" tanya Marvin ketika ketiga orang itu sedang berjalan pelan penuh gaya.
"Tak ada rencana" jawab singkat Kevin.
"Bagus, bagaimana kalo kita ke Cafe xxx yang baru saja buka kemarin? Ku dengar mereka menjual minuman yang terbaik" ajak Marvin sedikit nakal dan menggoda kepada kedua sahabatnya itu.
"Aku bisa. Bagaimana denganmu Vin? Kau ikut kita kan?" Edward menegaskan kepada Kevin dan berharap dia akan ikut gabung bersama.
"Hm..Ok" singkat jelas dan padat jawaban yang ia ucapkan. Entah memang tak suka bicara atau karena hanya ada kata kata itu dalam kamusnya.
"Kita akan bertemu lagi disini OK!?" dengan penuh semangat ia langsung berlari menuju ke kelasnya dan meninggalkan kedua sahabatnya itu.
"Dia buru-buru" berucap pelan sambil melihat Marvin berlari seperti bocah kecil umur 5 tahun yang menuju ke ibunya untuk minta digendong.
"Ya, kurasa begitu" senyum tipis terlukis diwajah Edward yang semakin menambah ketampanannya.
Edward dan Kevin pun juga segera menuju ke kelasnya masing masing. Mereka melaksanakan kuliah dengan lancar selama setahun ini. Mereka juga berprestasi dalam berbagai bidang tertentu. Kevin, ia jago dalam hal bisnis, menyusun anggaran, dan tanggap dalam mengambil keputusan. Oalahraga tak usah kalian ragukan. Kurasa tak ada hal yang tak bisa ia lakukan. Luar biasa ada manusia seperti dia.
Selesai kelasnya masing masing, ketiga sahabat itu langsung menuju ketempat yang sama tadi. Seperti janji yang telah diucapkan tadi, mereka menuju ke salah satu cafe baru di dekat kampus. Letaknya tak jauh dari kampus, jadi mereka memutuskan untuk jalan kaki.
Langkah santai bak model mereka berjalan di sepanjang jalan. Pesonanya sungguh menyilaukan mata.
Ditengah perjalanan yang mulanya tenang, ada sebuah hal yang rasanya akan terjadi. Ini sudah dirasakan oleh Kevin dalam hatinya.
*Aneh....perasaan apa ini* batinnya seakan ingin memberitahunya bahwa seseorang akan datang dalam hidupmu. Seseorang yang penting.
"BRUUUUUAAAAAAAKKKKKKKKK" seorang pengendara motor tiba tiba jatuh tergeletak di jalan akibat sebuah mobil menghadangnya. Itu dilakukan sengaja.
Pintu mobil mewah itu perlahan terbuka. Nampak seorang gadis cantik terlihat keluar dari mobil itu. Cantik bak bidadari surga yang berhasil kabur turun ke bumi.
Gadis cantik yang memiliki tatapan tajam dan sinis. Terlihat lebih menggoda lagi karna pakaian hitam yang ia kenakan. Gadis itu dengan langkah gontai menghampiri laki-laki yang jatuh dari motor yang ia hadang tadi. Aura hitam nampak jelas terpampang diwajahnya. Namun ketika mulai dekat, laki-laki itu tiba-tiba hendak lari menjauh terburu buru. Dengan cepat gadis itu langsung berteriak kencang.
"Pencuuriiiiiiiiiii, berani sekali kau kabur!" tetiak kencang dengan suara lengkingan yang panjang.
Kevin secara reflek langsung berlari menahan laki-laki yang dikatakan pencuri oleh gadis itu. Dengan kedua tangannya ia menyergap dan menahan laki-laki pencuri itu untuk kabur. Sebenarnya ia tak berpikir sedikit pun untuk membantu gadis itu menangkap pencuri ini. Namun entah kenapa tubuhnya tak bisa dikendalikan dan langsung bergerak tanpa kendali.
Wanita tadi langsung berlari menuju Kevin. Dengan wajah sendu ia tunjukkan senyum manis diwajahnya. Namun seketika senyuman itu pudar dan berubah menjadi ganas ketika melihat pencuri yang berhasil ditangkap Kevin tadi.
"Hei kau bajing@n! berani sekali kau mengambil tas temanku" Bentak dengan suara keras hingga membuat Kevin sedikit kaget.
"Dia benar benar pencuri?" Tanya Kevin.
"Tentu saja, kalau tidak bagaimana aku sempat sempat meluangkan waktuku yang berharga untuk mengejarnya dengan mobilku?!" Jawab wanita itu tegas.
Kevin hanya menyeringai tipis mendengar jawaban menarik dari wanita itu. Sangat jarang sekali ia tersenyum.
Wanita itu langsung mengambil tas ditangan pencuri itu dan membiarkannya pergi. Ia memang tak suka memperpanjang masalah.
"Pergi kau! jangan biarkan aku melihatmu lagi!" Perintahnya untuk mengusir pencuri itu. Pencuri langsung kabur melarikan diri dengan motornya.
"Terima kasih,." Senyum lebar terlukis diwajah wanita itu kepada Kevin. "Kalau gak ada kamu mungkin aku akan kehilangan pencuri tadi" Panjang ia ucapkan terima kasihnya.
"Tak masalah" Jawab Kevin.
Kevin dan wanita itu saling menatap dalam waktu yang cukup lama.
*Dia manis dan sedikit galak* batin Kevin
*Dia memang tampan* batin sang wanita
Marvin dan Edward menghampiri keduanya yang sedari tadi berdiri ditengah jalan raya.
"ehem...kurasa jalan ini adalah milik bersama" kode Edward kepada Kevin untuk segera menyingkir dari jalan raya.
"Hai? kalian temannya?" tanya wanita itu dengan ramah.
"Hai aku Marvin" Langsung menyodorkan tangan kanannya kepada wanita itu. Kurasa mode playboy sudah ia aktifkan.
"Hai juga. Namaku Angel" Perkenalan nama dengan manis.
"Hai Angel aku Edward" sambung Edward sambil menjabat tangan Angel.
"Aku Kevin," Suara lembut ia ucapkan sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Angel, senang bertemu dengan mu dan juga kalian" lagi lagi ia menunjukkan bahwa wajah cantiknya tak akan bisa tertandingi dengan ia tersenyum lebar dengan tulus. "Hm..baiklah kalau begitu aku akan segera pergi untuk mengembalikan tas temanku, mungkin ia sedang khawatir sekarang. Bye.." perpisahan yang tak akan terlupakan.
Setelah Angel pergi Kevin,Marvin dan Edward melanjutkan untuk pergi ke cafe xxx. Mereka masih tak menyangka akan terjadi hal seperti tadi. Terutama Kevin. Dalam pikiran dan hatinya masih tidak bisa melupakan wanita cantik tadi, Angel. Ia berharap dalam hati kecilnya bahwa ia akan bisa bertemu kembali dengan Angel. Ini pertama kalinya ia tertarik pada kilau mata seorang wanita yang baru pertama ia jumpa. Kesan pertama yang cukup menarik dan tak terlupakan.