Lost you, find me

Lost you, find me
Eps. 2



Saat ini aku bekerja di sebuah toko dikota malang, tempat ini nyaman dan aku mulai terbiasa dengan orang orang disini. Aku menikmati pekerjaanku walaupun kadang ngeluh juga, hehe.


Setelah sebulan lamanya aku berpisah dengannya semuanya seolah tenggelam begitu saja. Dia menghilang bagaikan tidak pernah ada dalam cerita hidupku. Tapi perasaan dan kenangan kenangan tentang dia masih melekat di ingatan. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku sering merindukannya, yaa aku rindu sosoknya yang dingin dan menyebalkan. Tapi apa daya egoku tak memperbolehkan aku untuk menghubunginya. Aku dengan percaya diri mengatakan pada diriku sendiri bahwa dia akan kembali mencariku terlebih dahulu, yaa aku selalu mengatakan itu supaya aku tidak menghubunginya terlebih dahulu. Memang terlihat kekanakan dan egois tapi ngga apa apa karena aku masih 18 tahun, wkwkk.


Dua bulan berlalu tidak ada juga pesan masuk darimu padaku. Akhirnya aku meyerah. Aku mencari momen yang pas untuk menghubungimu. Dan benar saja karena ini bulan kelahiranmu jadi ada alasan buat aku untuk menghubungimu. Hari ini tangggal 21 April 2018 aku mengumpulkan segala keberanianku membuang egoku.


Aku mengirimnya pesan lewat messenger.


" hay apa kabar? " dengan segala kekhawatiran kalau2 dia tidak akan membalas pesanku.


1 menit..


2 menit..


5 menit...


10 menit..


Sialan. gumamku


dret dreeet ponselku bergetar. Akhirnyaa 😏


" baik bagaimana denganmu?? aku fikir kamu telah lupa 😊 "


gila kenapa dia tersenyum seperti itu?? apa dia merasa menang atas perang dingin selama dua bulan ini.


" hahah mungkin kau yang lupa tentangku. "


" πŸ˜† ada apa? rindu ya?? whahah "


apaaa??! yakk PD sekali orang inii. " haaa? apa? apa kamu sudah gila? "


" yasudah kalau begitu aku yang rinduu 😊 "


deegg, apa? apa yang dia katakan. sialan tanganku gemetar jantungku mau lompat rasanya..


" P "


" P "


" P "


" Haloo ada orang?? πŸ™„"


*read


Aku tidak membalas pesannya biarkan saja. Tapi kenpa dia dengan begitu entengnya mengatakan rindu padaku setelah dia dengan mudahnya mengiyakan kata2 ku waktu itu. Bahkan dia juga tidak bertanya padaku kenapa aku minta putus dengannya. Dasar menyebalkan.


23.40


" hay? "


Aku membuka pesanku dan ternyaataaa jeng jeeeng. kalau masih menyimpan nomorku kenapa dia tidak menghubungi ku terlebih dahulu, kenapaa??!.. kesel baget rasanya.


" iya, dengan siapa? " biarkan saja aku berpura pura tidak mengenalinya, rasakan. gumamku


" aku tau kamu masih menyimpan nomorku. "


" begitu juga perasaanmu padaku "


whatt??! apa maksudnya ini orang. tapi kenapa ada rasa bahagia ya, wkwkwk.


" apa maksudmu? kemarin aku mengirim pesan padamu mau mengucapkan selamat ulang tahun tapi lupa karena omongan ngelanturmu "


" benarkah?? lalu mana kado untukku? "


" aku tidak membelinya "


" kenapa? apa kamu masih marah padaku?? "


" tidak, Bahkan aku sudah melupakanmu "


" Maaf.. "


heeeyy kenapa dia meminta maaf setelah 2 bulan lamanya πŸ™ˆπŸ™ˆ


" apa maksudmu? "


" maaf untuk membuatmu menungguku. Saat itu aku hanya tidak ingin kamu lebih marah padaku. Selama ini aku tidak berani menghubungimu. Tapi aku senang karena sekarang kamu sudah mau menghubungiku terlebih dahulu. "


" aku telah memaafkanmu, aku juga tidak sungguh sungguh untuk berpisah denganmu tapi waktu itu kamu hanya mengiyakan ucapanku. "


" apakah ini berarti aku bisa kembali? "


tidaak tidakk.. tapi apa daya jemariku tak mau menuruti egoku.


" berjanjilah ini untuk yang terakir kali nanti jika terjadi lagi aku tidak akan menerimamu lagi "


" baikalah sayang terimakasih 😊 "


" apaan sayang2 " padahal mah dalam hati juga seneng, wkwkk


--》》