
Hay namaku Han ji eun kini umurku 21 tahun dan cerita ini tentang kisah masa laluku dengan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku, yaa dia adalah Hyu tian. Dia adalah laki laki yang sampai saat ini masih menghiasi hati ini. Bersamanya aku telah banyak menyusun rencana tentang bagaimana kedepannya, tapi apa daya takdir berkata lain. Untuk mu hyu tian jika kamu secara tidak sengaja membaca tulisanku ini semoga saat itu kamu telah berbahagia dengan pilihan hidupmu. Selamat membaca ^-^
Aku memulai kisah ini sekitar 3tahun yang lalu dan aku menyukainya sejak 7tahun silam saat aku duduk dibangku sekolah menengah pertama. Saat itu kami tidak cukup akrab hanya sekedar saling bertukar pesan singkat tidak pernah bertemu. Awalnya dia dulu yang mengirim pesan padaku (jaman dulu belom ada whatsapp yaa😆). Kami cukup sering bertukar pesan tapi tidak ada yg spesial bahkan sikapnya begitu cuek padaku. Tahun ke2 aku mengenalnya tidak ada kemajuan dalam hubungan kami yaaa karena dia masih tetap cuek dan tidak pernah menghiraukan kode ku selama ini. Jadi aku memutuskan untuk menghapus nomornya saja saat itu (sebel aja😂).
Setelah sekian lamaa akirnya dia mulai menghubungiku lagi saat itu aku sudah kelas 2SMA. Dari chat singkat itu lama2 berubah menjadi satu awal yang mana dia berubah 90° yang dulunya supeer duper cuek sekarang??? whahaha senang sekali rasanyaaa setelah sekian lama aku menunggu ini. Dari awal memang kita tidak ada komitmen apapun juga tidak ada kata2 romantis yang mengungkapkan perasaan kita masing2 tapi kami tidak mempermasalahkannya. Waktu berlalu begitupun dengan kami semakin hari semakin dekat saja tapi tetap saja tidak dalam satu hubungan yang jelas (hmmm😒). Kami terus berada di hubungan yang tidak pasti ini sampai kami lulus sekolah menengah. Dan dari awal kita belom pernah bertemu satu kalipun (😂😂) tapi aku sudah tau seperti apa batang hidungnya tentu saja lewat media sosialnya.
Setelah ujian tentu saja tidak ada kegiatan disekolah dan tentunya kami sudah tidak setiap hari masuk sekolah. Aku dan dia tidak pernah satu sekolah baik SMP maupun SMA. Aku bisa mengenalnya karena dia tetangga sahabtku waktu aku SMP dari situlah aku mulai menyukainya. Seperti biasa kami hanya bertukar pesan singkat saja tidak ada telefon ataupun video call. Akhirrnya....
tuuttt..utuuuttt.tutt. ponselku berbunyi itu tanda ada pesan masuk. Aku raih ponselku cepat2
" hari minggu mau kemana?? "
" tidak kemana mana, kenapa??" apa dia mau mengajakku bertemu 😊
" emm.. mau bertemu??? "
" boleh " wkwkwkwk rasanya mau kubuang ponselku saking senengnya.
" nanti aku jemput "
" oke "
*read
¤¤¤¤¤¤
" apa tidak apa apa aku menjemputmu disini?? "
" lebih baik daripada ke rumah " kataku
Lalu kami pergi ke salah satu tempat wisata, ramai sekali disana yaa karena ini hari minggu jadi banyak yang berwisata disini. Tak terasa sudah sore saja rasannya masih kurang waktu berduanya. wkwkwk
Akirnya dia mengantarku ke rumah dijalan kami sempat berdebat mau sampai mana dia mengantarkan aku. Dia memaksa untuk nganterin sampe rumah dan akirnya aku mengalah. Sampai juga dirumahku, sepi sepertinya.
" yaudah aku langsung pulang ya? "
"gak mau mampir dulu?? "
" engga malu sama orang tua mu, hahha "
" dasar, yaudah ati ati " tadi aja maksa buat nganterin sampe rumah, sekarang apa?? dasar wkwkk.
Sambil senyum senyum aku masuk dalam rumah dan benar saja tidak ada siapapun disini, syukurlah lega rasanya wkwkkwk.
Karena mamaku orangnya usil jadi kalau dia tau aku pulang dianter sama cowok pasti mamaku akan bertanya dengan nada mengejeknya.
Setelah hari itu kami cukup sering pergi menghabiskan waktu bersama sampai pada akirnya aku memutuskan untuk pergi ke kota dimana kakak kedua aku bekerja. Saat itu aku belum mendapat ijasah daripada dirumah aku memutuskan untuk pergi bekerja di satu tempat yang sama dengan kakakku. Awalnya kita baik baik saja menjalani LDR kami dengan video call telfon dan chat setiap hari sampai pada akirnya hari ini datang, hari dimana aku memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kisah kami. Tidak ada masalah serius dalam hubungan kami hanya persoalan persoalan kecil tapi karena ego kami yaa jadilah kami berpisah.
--》》