
Denting waktu terus berjalan mengiringi langkah yang dipilih oleh dua insan yang saat ini sedang dilanda keraguan akan jalannya kisah cinta yang sedang mereka berdua rajut bersama.
DI KAMPUS.....
"Bisakah kamu temani aku di rumahku malam ini, ayolah sudah lama kita tidak tidur bersama" bujuk Thya kepada Ecca
"Ah kamu ini, aku tidak mungkin meninggalkan kakekku sendirian di rumah, kakakku sedang pergi ke luar kota"
"hmmm, bagaimana kalau aku saja yg menginap d rumahmu, ayolaaahhhh, kamu ngak mungkin bisa menolakku" ucap Thya seraya memanyunkan bibirnya merayu Ecca sahabatnya
"Dasar kamu yaaa..kalau sudah ada maunya pasti gunain berbagai cara, iya iyaaa,,aku juga ingin di temani malam ini" jawab Ecca seraya memeluk sahabatnya yang bertingkah macam anak kecil
begitulah keduanya saling menyayangi satu dengan yang lainnya selayaknya saudara kandung.
u
...HEMBUSAN ANGIN DI SORE HARI TERASA BEGITU MENYEJUKKAN DAN SEOLAH SEDANG TERHIPNOTIS OLEH SUASANA SORE HARI ITU ECCA SAMPAI TIDAK MENYADARI KEHADIRAN SAHABATNYA THYA DI BELAKANGNYA...
DUAAAARRRR !!!! seraya menghentakkan kedua tangannya di atas bahu Ecca , Thya datang mengejutkan Ecca
"Apa yang kamu lakukan disini, bengong sendirian, nanti kemasukan sesuatu yang tak nampak loohh"
ucap Thya yang membuyarkan semua lamunan Ecca
"PLAAAKKK...balas Ecca memukul lengan sahabatnya itu seraya menunjukkan ekspresi wajahnya yang masih sangat kaget akibat ulah sohibnya itu"
"Aku hanya menikmati suasanya sore hari di sini, siapa juga yang melamun" pembelaan Ecca atas apa yang baru saja dia lakukan
SORE BERGANTI MALAM KEDUANYA PUN AKHIRNYA SAMA-SAMA MEREBAHKAN TUBUH MEREKA DI ATAS KASUR KAMAR ECCA, KEDUANYA TERLIHAT SANGAT MENIKMATI KEBERSAMAAN MEREKA
"Hey kamu tidak menghubungi kekasihmu Tommy?, ku lihat sedari tadi kamu hanya meletakkan ponselmu di atas meja belajarmu, ada apaaa ayoo ceritakan ke aku" Tanya Thya sambil menarik lengan Ecca membujuknya agar mau bercerita
"Tidak terjadi apa-apa, dia sedang sibuk dengan urusannya, jadi aku tidak mau mengganggunya" ucap Ecca menjelaskan ke sahabatnya langsung melempar guling ke arah muka sahabatny itu
"Aww, Kamu ini yaaa..kamu pikir aku tidak tau kamu berbohong padaku Rebecca....?!!!" *sambil berdiri dan meletakkan kedua lengannya di pinggangnya dan kedua matanya melotot Thya memasang pengaruh ke sahabatnya itu
"Ha ha ha ha* Kamu ini, percayalah kami berdua baik-baik saja, hanya sejauh ini kami hanya sedikit menjaga jarak, lagipula dia sedang sibuk-sibukny dengan tugas kuliahnya dan kerjaannya" Jawab Ecca
^^^TENTU SAJA HAL ITU TIDAK MEMBUAT THYA PERCAYA BEGITU SAJA DEGAN APA YANG SUDAH DI JELASKAN ECCA., NAMUN THYA TIDAK MEMBAHASNYA LAGI, KARENA DIA TAU SEORANG ECCA HANYA AKAN CERITA KALAU MEMANG DIA INGIN CERITA^^^
KEDUANYA PUN MELANJUTKAN AKTIVITAS MEREKA SAMPAI PADA AKHIRNYA SAMA-SAMA KELELAHAN DAN TERTIDUR
PKL.23.00. WIB
*Selamat Istirahat Sayangku, maaf baru mengirimkan pesan selarut ini, aku merindukanmu, aku tetap akan menunggu jawabanmu..."
SATU PESAN DI TERIMA DI LAYAR PONSEL ECCA MALAM ITU
NAMUN ECCA SUDAH TERTIDUR PULAS BERSAMA SAHABATNYA THYA, KEDUANYA SAMA-SAMA TELAH MENGHABISKAN ENERGI MEREKA DENGAN QUALITY TIME SEBAGAI SAHABAT RASA SAUDARA
Selamat pagi cantikku, apakah kamu sudah bangun? hubungi aku bila kamu sudah membaca pesanku ini.. aku hanya ingin mendengar suaramu
SATU PESAN LAGI MASUK DARI TOMMY UNTUK KEKASIHNYA ECCA
_____________________________________________________________
"Ada apa denganmu, hey.. sedari tadi kamu tidak fokus ke latihan musik kita, apakah ragamu saja di sini, namun jiwamu di tempat lain? sudah keluar sana dulu cari angin segar, tidak ada gunanya kita latihan kalau seperti ini"
Ucap Devan gusar atas ulah Tommy yang berulang kali salah memainkan nada gitarnya dia seirama dengan teman bandnya yang lain
"Hey bro, apa yang mengganggu pikiranmu, tidak biasanya kamu seperti ini?" Tanya Javier seraya memegang bahu Tommy
"Bagaimana kalau latihan hari ini kita lewatkan saja, kita pergi ke permainan billiard saja sore ini, sambil kita memikirkan cara agar dapat latihn dengan lebih baik, mengingat waktu pentas kita tinggal 3 hari lagi" tambah Faizal
"Ok bro, mari kita let's go, aku yang traktir kalian makan-makan nanti seraya kita mengikuti saran Faizal, maaf aku tidak fokus hari ini"
SETELAHNYA TOMMY PUN PERGI BERSAMA TEMAN-TEMAN BANDNYA KE TEMPAT YANG MEREKA SEPAKATI BERSAMA UNTUK MEREKA DATANGI
satu pesan singkat dari ibu Ecca yang langsung di bacanya, lalu bergegas Ecca menelpon ibunya
"Iya mah, lusa Ecca bakalan balik kebetulan akhir pekan tidak ada jadwal kuliah"
DARI BEBERAPA MENIT WAKTU DI TELEPON HAL ITU YANG MEMANG INGIN DIUCAPKAN ECCA KE IBU NYA
"sampai kapan kamu mengabaikan aku, telepon ku tidak kamu angkat, pesan-pesan ku tidak ada satupun yang kamu balas? Ecca tolong jangan seperti ini."
LAGI DAN LAGI PESAN YANG HANYA DIBIARKAN ECCA MENGISI DI DAFTAR PESAN MASUK DI PONSEL MILIKKNYA
_____________________________________________________________
****sayang maafkan aku atas kelakuanku beberapa malam yang lalu, aku tidak seharusnya menemuimu dalam keadaan mabuk"
"lalu?"
"Lalu aku juga tidak seharusnya mengatakan hal yang tidak selayaknnya aku ucapkan dan tanyakan"
"Kamu tau bagaimana perasaanku melihat dan mendengarmu seperti itu?"
"Aku benar-benar mencintaimu Ecca, terlepas dari apa yang terakhir kali terjadi, aku tidak pernah membohongimu soal perasaanku padamu"
"Pergilah... aku sedang tidak ingin menjawabmu"
"Sayaaanggg"
"Sudah..cukup suasana hatiku sedang kacau"
"baiklah, aku pergi dulu, tenangkan pikiranmu dulu lalu nanti kamu baru menjawabku***"
BEGITULAH PERDEBATAN ANTARA ECCA DAN TOMMY DI MALAM MEREKA BERSEPAKAT UNTUK BERTEMU MELURUSKAN PERMASALAHAN YANG ADA
HANYA SAJA TIDAK SESUAI DENGA YANG KEDUANYA SAMA INGINKAN
TOMMY YANG BEGITU SEDERHANA MELIHAT PERMASALAHAN YANG ADA DENGAN MENGIRA ECCA MEMAAFKANNYA BEGITU SAJA
BERBEDA DENGAN TOMMY
ECCA BERPIKIR BAHWA YANG SUDAH DILAKUKAN TOMMY BUKANLAH HAL YANG BARU DIA LAKUKAN
SEPERTI SUDAH MENJADI KEBIASAAN, YANG SELAMA INI TIDAK PERNAH TOMMY TUNJUKKAN DI DEPAN ECCA
_____________________________________________________________
*AKU TAHU KAMU RAGU, AKU TAHU KAMU TAKUT, AKU TAHU AKU SALAH, AKU TAHU AKU SUDAH MELAMPAUI BATAS,
NAMUN PERCAYALAH SEMUA TENTANG PERASAANKU PADAMU ITU BENAR ADANYA... AKU TETAP MENUNGGU JAWABANMU SAMPAI KAMU SIAP, APAPUN ITU KEPUTUSANMU AKU TERIMA"
_____________________________________________________________
Kali ini Ecca sedang menangis dengan derasnya tepat di pelukan sahabatnya Yannie, yang mana sebelumnya sudah Ecca ceritakan ke sahabatnya itu tentang masalah antara dia dan kekasihnya Tommy, seraya membaca pesan dari Tommy, yang makin membuat Ecca terisak dalam tangisannya yang pecah
Sahabatnya Yannie pun berusaha menenangkan Ecca
*aku tahu kamu sudah memaafkan Tommy, aku tahu itu,
kamu hanya perlu meyakinkan hatimu
apa kamu benar -benar Percaya pada Hatimu akan perasaanmu ke Tommy.. PERCAYALAH dulu ke hatimu, pasti kamu akan tahu jawabannya*
Ucap Yannie ke sahabatnya Ecca yang masih berada dalam pelukan Yannie
...YAAAA...SEPERTINYA AKU TAHU AKU HARUS APA...