
" okay...!! nanti malam.kita bertemu di salah satu cafe terkenal di kota ini, waktu dan tempat persisnya aku akan kirimkan secepatnya.." seraya tersenyum Rebecca mengirim pesan itu kepada seseorang yang berada jauh dari pandangannya. Di tempat lain ada seseorang yang juga tersipu bahkan bersemangat menerima pesan itu, ya lelaki itu bernama Tommy, yang mana usai menerima pesan itu tommy langsung bergegas membalas pesan yang dikirimkan sebelumnya di ponsel miliknya dengan kalimat "baiklah..aku tidak sabar ingin bertemu denganmu malam ini,." ("ahaayy....aku harus mempersiapkan diri untuk pertemuan malam ini" ) Gumamnya dalam hati.
Di salah satu rumah kecil nan sederhana Gadis tadi pun kegirangan saat sedang berbalas pesan dengan lelaki itu, bak tidak akan ada lagi hal yang nampak dapat mengganggu pikiran dan suasana hatinya yang berbunga-bunga, yaa tidak ada yang mampu merusaknya..setidaknya demikian yang ada di benak Rebecca kala itu.
...*kring..kring... suara dering ponsel Tommy berdering, dengan bergegas Tommy pun berlari menghampiri ponselnya yang sejak tadi berdering tiada henti.. Rupanya itu itu dari sahabat karibnya Boy yang mengabarkan bahwa dia siap menemani Tommy malam ini untuk bertemu dengan Rebecca..yaa Tommy dan Rebecca sepakat mereka membawa satu orang temannya di pertemuan pertama mereka malam ini....
"oh ayolaah, kapan lagi kakak memakai baju yang telah lama kakak persiapkan untuk bertemu sesorang yang kakak anggap spesial ini kak Ecca" ucap Ria adik kandung dari Rebecca. "belum, belum saatnya de.. ! ini baru pertemuan pertama kami, mana mungkin kakak langsung memakainya di pertemuan pertama kami malam ini, kakak belum tau bagaiman bentuk rupanya nanti saat bertemu langsung" balas Rebecca. "jangan terlalu naif kak, setidaknya kakak harus memberi kesan yang terbaik di pertemuan pertama kakak dengannya malam ini" ucap Ria "hmmm,, ada benarnya ucapanmu dek, ya nanti malam kakak akan mengenakan baju ini.." (seraya tersenyum Ecca memandang baju yang di pegang dan di arahkan ke pandangan matanya di depan cermin)
...Pkl.19.00.WIB di Bundaran Cafe aku bersama adikku akan menunggumu di situ malam ini, aku mengenakan hoddie berwarna biru langit dan memakai Rok Jeans putih...
itu kata-kata kunci untuk pertemuan Tommy dan Ecca malam ini tertera dalam salah satu pesan singkat yang diterima Tommy di ponselnya tepat pukul 16.00 wib saat Tommy memang sudah hendak pulang dari Kantor tempatnya bekerja.
"iya, aku akan menemui kalian berdua malam ini bersama salah seorang teman dekatku, aku akan memakai baju warna putih dan celana jeans hitam, kita akan bertemu di sana nanti" balas Tommy untuk Ecca
Tidak ada kalimat yang mampu menyiratkan betapa bahagia dan berdebar-debar hati Ecca membaca balasan pesan singkat dari Tommy , yaa keduanya memang akan bertemu untuk kali pertama malam ini setelah sebelumnya hanya saling berbalas pesan dan berbicara melewati telepon, namun malam ini seperti malam yang benar-benar mereka dua nantikan..mengingat kecocokan, keasikan dan banyak hal yang terasa mengasikkan dilakukan saat mereka berbalas pesan maupun berbicara di telepon, mereka sangat menikmati saat-saat masih belum bisa bertemu, tentunya apa yang ada di pikiran mereka saat ini adalah hal yang benar-benar akan mengubah arah hubungan mereka berdua kea sesuatu yang lebih berarti.
Benar.. keduanya hanya menjalin hubungan tidak lebih dari teman sejauh ini, jadi bukan tidak mungkin malam ini akan terjadi sesuatu hal yang sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
"......mencintaimu sesuatu yang tak bisa aku hindari, begitu kuat perasaan yang kurasakan....." satu lagu yang mewakilkan suasana yang saat itu bergemuruh di antara pertemuan Ecca dan Tommy., ya sangat begitu hening saat mereka berdua saling bertatapan untuk kali pertamanya.. ada suatu perasaan yang entah dapat diungkapkan sebagai apa, bukan hanya sekedar kekaguman semata antara satu dengan lainnya.. karena saat itu seperti ada petir yang menyambar dengan begitu hebat keduanya di awal pertemuan mereka kala itu.
Seperti memang sudah diatur dengan begitu baik, pertemuan Ecca dan Tommy berjalan lancar, walau tidak selayaknya pertemuan dua insan yang pada umumnya hanya bertemu berdua saja, namun Ecca dan Tommy sepakat membawa masing-masing satu orang untuk menemani, dan anehnya Ecca bukan hanya membawa temannya namun Adik kandungnya sendiri yang di minta menemaninya dalam pertemuan pertamanya saat itu dengan Tommy, mungkin Ecca sudah merasakan firasat bahwa Lelaki itu yang benar-benar memenangkan hatinya, karena sebelum-sebelumnya tidak pernah sekalipun Ecca membawa adiknya untuk bertemu para mantan-mantannya, yaa benar ini bisa dikatakan kali pertama dan terakhir Ecca membawa adik kandungnya Ria bertemu Seseorang yang begitu spesial, lelaki yang merebut hatinya, lelaki yang menancapkan pesonanya begitu dalam buat seorang gadis yang bernama Rebecca.
Bukan hanya Ecca, Tommy pun mengalami hal yang serupa, mengingat kepribadian Tommy adalah seseorang yang tidak suka basa-basi seseorang yang tidak suka bertele-tele, dia benar-benar terpikat juga oleh pesona Ecca secara langsung.
Keduanya sama-sama salah tingkah di pertemuan awal mereka, untunglah ada Ria dan Boy yang mencairkan suasana saat itu, nampak sekali bahwa ecca dan tommy sedang di landa getaran asmara yang begitu menggelora.
Berkali-kali Ecca dan Tommy kedapatan saling bertatapan begitu dalam dan secara tidak sengaja mengulang bersentuhan saat mengambil makanan dan minuman yang disajikan saat itu.
"apa kesanmu saat bertemu denganku tadi...?"
satu pesan di terima dan langsung dibaca oleh Ecca di ponselnya
"kamu sama persis dengan apa yang kupikirkan tentangmu sejauh aku mengenalmu selama ini lewat dunia maya" balas Ecca
(uhuk..*tommy yang sedang minumpun tersedak saat membaca balasan dari ecca)
"aku makin menyukaimu..." balas Tommy
"akupun merasakan hal yang sama" balas Ecca
"mari besok kita bertemu lagi, namun kalau diijinkan aku akan datang ke rumahmu, ada yang ingin ku sampaikan secara langsung"
"baiklah.. sampai bertemu besok, akan kukirimkan alamatku"
Seperti itu awal mula hubungan antara dua insan itu menuju arah tahap awal yang lebih serius.. Berpacaran
Keesokan harinya Ecca mengantar adiknya Ria bersama adik bungsunya ke Stasiun tempat Travel berada untuk dapat segera kembali pulang ke kampung halamannya agar dapat kembali bersekolah di sana, yaa Ecca adalah anak gadis yang sedang melanjutkan pendidikan di Kota besar dan di kota itu Ecca hanya tinggal berdua bersama Kakeknya. Saat ini adik bungsu Ecca Thalia sudah waktunya kembali pulang karena liburnya sekolahnya sudah berakhir saat itu.
"pintar-pintar sekolah di sana ya dek, biar nanti cepat menyusul kakak kuliah disini" ucap Ecca kepada adiknya yang saat itu masih duduk di bangku Sekolah SMA, "siap kakakku sayang.." balas Ria
(sambil memeluk adik bungsunya Thalia yang masih berusia 7 tahun saat itu)
"kakak kalau libur balik ke kampung ya kak"
balas Thalia (*sambil menahan air mata Ecca mengangguk perlahan melepas kepulangan kedua adiknya)
Itulah saat-saat Ecca dan Ria sertaThalia berpisah untuk sementara hingga nanti dapat bertemu kembali, demi sama-sama melanjutkan pendidikan*.
Sebenarnya Ecca bukanlah anak pertama, namun ada kakak lelakinya yang saat itu sudah mulai bekerja dan memiliki usaha sendiri di sebuah Ruko yang mana berada tidak sama dengan tempat tinggal Ecca dan kakeknya, malam tadi Thalia adik bungsu mereka sedang bersama kakak sulungnya Toni, sehingga Ria bisa menemani Ecca bertemu dengan Tommy.
Kala itu Rebecca sedang berada di kampus, bersama ketiga sahabatnya..tentu saja Ecca belum menceritakan kejadian malam tadi ke tiga sahabatnya itu, karena pikir Ecca perlu menunggu waktu yang tepat untuk bercerita.
Thya, Fitri, Yannie, nama ketiga sahabat Ecca, ketiganya mulai akrab di pertengahan semester kedua kuliah mereka..dan saat ini mereka sudah berada di semester ke empat perkuliahan di salah satu Fakultas Kesehatan Kota itu, Keempatnya mengambil Jurusan yang sama di bidang kesehatan saat itu yaitu jurusan Keperawatan, serta secara kebetulan mereka berada di dalam satu kelas yang sama. Hal itu yang membuat mereka semakin akrab satu dengan lainnya.
"heyy gengs bagaimana kalau sepulang kuliah nanti kita sama-sama ke bioskop, ada film bagus, kayanya rame kalau kita nobar, mumpung ngga ada tugas kuliah..." Ajak Yannie
"Ayoookk" ucap Thya dan Fitri bersamaan
(ketiga pasang mata langsung secara bersamaan menatap penuh harap ke arahku)
(glek..aku menelan ludahku)
mengingat akan janji pertemuanku dengan Tommy sore ini
karena aku tau persis kalau sudah hang out bareng ketiga sohib ku ini ngga akan kenal waktu, ada ada saja yang akan kami lakukan bersama
(oh Tuhan bagaimana ini.....)
sementara itu
Di Tempat Lain.
"...Maukah kamu jadi pacarku..."
"....Aku mau jadi kekasihmu..."
" ....Aku begitu menyukaimu...terimalah ungkapan cintaku ini..."
Tommy berkata-kata di depan cermin kamarnya melatih kata-katanya untuk menjadikan ecca kekasihnya.
(....apakah yang dilakukan oleh Ecca....)
(....apakah yang akan dipilih Ecca...)
to be continued...........