Lose You To Love Me

Lose You To Love Me
MAKIN TERPIKAT



splashhh.........


air mengguyur dari kepala sampai ke seluruh badan Ecca, tatkala saat itu Ecca bersama ketiga sahabatnya berada di kolam renang, yang berada di wahana permainan Water Park kota itu.


Yaa setelah menghabiskan waktu sebelumnya di Bioskop..mereka bersama-sama melanjutkan tujuan mereka ke wahana tersebut untuk melepas kepenatan mereka dengan rutinitas di kampus


waktu pun terus berjalan tak terasa sudah di Pukul 17.00 Wib


"aku sudah lelah.. kita cukupkan sampai disini saja..besok kita masih harus bertemu di kampus..." ucapku ke tiga sahabat ku


"tapii aku mendadak lapaaarrr...." balas Thya


"ya ya..yaaa aku jugaaa,,,bukannkah saatnya ini kita makan gorengan dan aneka cemilan lainnya.." tambah Yannie


"sudahlah hari sudah mulai petang, kita pulang saja, jangan sampai kita kehabisan nyawa saat menghadapi Ujian Praktek besok, jangan pura-pura lupa kalian" timpa Fitri


(*ah syukurlah.. gumamku dalam hati)


"benar apa yang dikatakan oleh fitri gengs......kita perlu istirahat, perlu belajar malam ini... kalian ngga mau dong kalau sampai gagal ujian dan harus mengulang?.."


kataku meyakinkan kalimat dari Fitri


"tidaaaakkkkk......." (teriak thya dan yannie bersamaan)


"oh ayolah kita cukup beli dan bungkus makanan dan cemilannya nanti kita makan di rumah masing-masing saja yaa..." tambah Fitri


(oh semacam ada telepati antara aku dan fitri kami berdua saling membantu)


...**Satu jam lagi aku akan ke rumahmu...


...kamu ada saja kan di rumah** ?...


aku terperangah membaca pesan di ponselku..dan tanpa ku sadari sahabatku fitri ikut membaca dari belakangku


"ehm..ehm.. ada yang mau ketemuan nih" bisik fitri di telingaku


ku dorong badannya ke samping lalu ku tutup mulutnya dengan tanganku


"ssssttt.. jangan di bahas sekarang..nanti pasti kuceritakan ke kalian bertiga.." ucapku pada fitri sambil sedikit berbisik


Fitri tertawa kecil sambil mengangguk dan mengacungkan jempolnya menyatakan pertanda setuju..


Yannie dan Thya hanya memandang dengan tatapan layaknya seseorang yang sedang kelaparan...


...aku sedang di luar bersama teman-temanku...


...nanti akan ku kabari kalau aku sudah di rumah...


Tommy menatap layar ponselnya membaca pesan yang baru saja masuk sambil menghela napas panjang


"...Okay...." balasnya singkat


(apaaaaa.. hanya OK.. okay ? gerutu Ecca dalam hati)


...Pukul 18.30. WIB...


du du du du duu.....*syalalallalaaaaa.... 🎵*🎵🎵🎵🎵🎵


(ecca bersenandung dan mendengarkan musik di kamarnya seraya sambil bersiap-siap merias diri menyambut kedatangan tommy)


"cu lagi apa kamu..?"


Kakek ecca memanggil dari luar pintu kamar ecca


"lagi siap-siap kek..ada teman ecca nanti yang mau datang ke rumah kek..." jawabku menjelaskan ke kakek yang begitu ecca sayangi


"teman mu laki-laki atau perempuan cu? nanti kenalkan ke kakek ya.." balas kakek ecca


"siap kek..laki-laki teman ecca yang mau datang kek, nanti ecca kenalin ke kakek.. orangnya baik, makanya ecca ijinkan datang ke sini kek..maaf ecca baru bilang ke kakek" (ada rasa bersalah sedikit bersemayam di hati ecca tatkala menyadari dia melupakan yang seharusnya di lakukan terlebih dahulu, yaitu meminta ijin kakeknye


"*sudah, ngga apa apa cu, kakek ngerti, kamu sudah dewasa kamu pasti tau mana yang baik mana yang tidak baik...kakek percaya sama kamu cu.."


(seperti di tusuk benda tajam, hati ecca saat itu mendengar ucapan kakeknya*..)


Ecca langsung memeluk kakeknya meminta maaf, dan kembali meminta ijin kakeknya untuk mengajak tommy datang ke rumah


kakek ecca hanya bisa tersenyum melihat kelakuan cucu kesanyangannya ini


...**tok tok tok...


...tok tok tok...


...pintu di ketuk berapa kali tanpa di sadari oleh ecca dan kakeknya**...


kriiiiingg....krinnggg...


"aku di depan rumahmu" ucap tommy dalam telepon yang di angkat oleh ecca


segera ecca pergi ke luar membuka pintu


Dag dig dug debaran itu kembali hadir dalam tatapan kedua insan tersebut


"silahkan masuk...."


"i..iiiyaaa.. baik..."


beberapa saat kemudian Ecca mengenalkan Tommy ke kakeknya


sambutan hangat diberikan oleh kakek ecca


dan kakek ecca pun membiarkan ecca dan tommy berbicara berdua di ruang tamu


"ecca...."


"kamu mau jadi pacarku...?"


seketika Ecca terdiam, terpaku dalam kalimat yang berdengung berulang di telinganya tentang ajakan tommy untuk berpacaran


"...ca...ecca..."


ucap tommy membuyarkan lamunan ecca


"iyaaa.. aku mau"


jawab Ecca


...**yessss......


...(sambil meloncat kegirangangan tommy bahagia mendengar ucapan ecca**)...


"ini benar kan ecca? kamu ga salah jawab kan? "


tanya tommy meyakinkan pendengaran dan tatapannya saat itu


"iyaaa benar..aku sadar sama yang aku ucapkan tommy.."


sambil membalas pegangan tangan tommy atas kedua tangan dan jemari ecca


Malam itu di bulan Oktober tanggal 12 Ecca dan Tommy resmi berpacaran


Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan, setiap waktu yang berjalan terasa begitu menyenangkan bagi kedua insan yang dilanda cinta


Semakin romantis hubungan antara Ecca dan Tommy..bahkan ketiga sahabat ecca pun sudah mengetahui hubungan tersebut dan mereka sangat mendukung sahabatnya ecca atas hubungan asmara yang dijalani bersama tommy..karena di mata ketiga sahabatnya.. tommy sudah lulus ujian untuk memenuhi kriteria sebagai kekasih sahabat mereka..tolak ukur yang ketiga sahabatnya pakai adalah kebahagiaan yang tersirat dari raut wajah dan perilaku ecca serta sikap tommy terhadap ecca juga sebaliknya.


Mereka berdua begitu saling menyayangi dan benar-benar saling cinta.


Tanpa diketahui oleh ketiga sahabat ecca, sebenarnya ada sisi buruk dari Tommy yang sangat tidak disukai oleh ecca


...perokok dan penyuka minuman keras...


entah mengapa ecca masih bisa bertahan dengan lelaki yang memiliki sisi negatif tersebut


mungkin itulah yang dinamakan Cinta itu Buta


seolah menutup mata, ecca menganggap sisi negatif tommy itu nanti bisa berangsur berubah seiring berjalannya waktu bersama ecca


Namun itu hanyalah sebuah Klise dari awal Kesalahan yang dibuat oleh ecca


Mukanya yang rupawan, badannya yang sempurna membuat ecca semakin terbuai oleh pesona Tommy


Ecca adalah gadis yang baik, lemah lembut dan begitu penyayang, apa adanya serta memiliki rupa yang kesannya bagi yang melihat tidak akan bosan untuk dipandang, begitu manis saat dilihat. Mungkin itulah sisi dari Ecca yang membuat tommy juga begitu terbuai oleh pesona ecca..


Benar keduanya sangatlah saling makin terpikat pesona satu dengan lainnya


itulah Cinta yang dimiliki ecca dan tommy awal mulanya


begitu indah, sangat sederhana tanpa adanya saling menuntut satu dengan lainnya.


Ecca dengan perkuliahannya


begitu juga Tommy yang sebenarnya masih kuliah tapi sambil bekerja secara mandiri, karena di lihat dari latar belakang keluarganya Tommy adalah anak dari keluarga yang cukup terpandang dan berada


Ecca dan Tommy saling mensupport, saling menjaga, saling berkomitmen untuk selalu ada selalu bersama dalam suka dan duka sampai keduanya sama-sama berhasil.


setidaknya itulah awal yang indah yang dimiliki keduanya di awal hubungan mereka berdua


..."**Tok tok tok tok....."...


...(suara pintu rumah ecca di gedor begitu keras oleh seseorang dari luar saat itu ecca sendirian di rumah karena kakeknya berada di luar kota tempat salah satu anaknya**)...


"sayaaangg...caa.. ecca buka pintu..."


Ternyata itu Tommy yang datang ke rumah ecca dalam keadaan mabuk..saat itu sudah Pukul 19.30 WIB


"kamu darimana kenapa mabuk begini...?!!!"


ucap ecca sedikit berteriak sambil memapah tommy masuk ke rumah.


...*...brukkk........


...**Tommy berbaring di pangkuan Ecca.....


sayaaanggg................


apakah kamuu masih gadis.......?


aku senang kalau kamu memang masih seperti itu..


aku mau kamu jaga sampai aku jadi suamimu nanti..


aku mau kamu kasih itu hanya buat aku nanti sampai aku jadi suamimu**


Ecca tersentak bak di sambar petir atas ucapan Tommy barusan dalam keadaan benar-benar mabuk


Tommy tertidur pulas di pangkuan ecca tanpa ecca menjawab satupun kalimat dari tommy...


Entah apa yang dirasakan ecca saat itu


Marah..Kesal..Terkejut..


yaaaa semua berkecamuk di hati ecca


karena kali pertama Ecca benar-benar melihat kekasihnya dalam keadaan Mabuk dan berbicara hal yang tidak selayaknya diucapkan


berlanjutkah hubungan ecca dan tommy ?


mampukah ecca menerima sisi negatif tommy yang sudah dia saksikan di depan matanya sendiri ??


.............................................