
Di sebuah kedai di pinggir kota
“ Permisi tuan, Apakah ada yang bisa saya bantu? “ (Pelayan kedai)
“Kak, es teh 1 ya, jangan pakai es, gula nya sedikit saja ya dan juga bakpao satu” (nando)
“anu... apa itu es teh? Di kedai kami cuma menjual wine dan air putih aja untuk seorang pengembara seperti anda dan bakpao akan segera saya siapkan. Apa kamu seorang bangsawan disini?” (Pelayan kedai)
“Bangsawan? Ah bukan bukan, Aku hanya seorang pengembara yang akan mencalonkan diri menjadi siswa akademi sihir. HEHEHE” (Nando)
“ HEH? Kamu seorang penyihir ternyata. Apakah kamu sering minum teh?” (pelayan kedai)
“ En, di kampung halaman ku ibu ku dulu sering memberiku teh setiap pagi. Apakah itu aneh hanya untuk minum secangkir teh setiap pagi?” (nando)
“tentu saja itu aneh! Kebanyakan hanya para bangsawan, selir dan raja saja yang bisa minum teh, harga teh juga sangat mahal jadi para kaum menengah ke bawah seperti kami tidak dapat membelinya. Apa ibumu simpanan seorang bangsawan?” (pelayan kedai)
“Lancang! Berani sekali kau mengatakan ibu ku seorang simpanan. Asal kau tau saja ibu ku itu orang yang kuat dan baik. Bahkan... Bahkan ketika matipun dia sangat menderita. Aku menyesal karna tidak dapat menolong nya pada saat itu. Hiks’ Seandainya aku menolong nya.... seandainya aku mengorbankan nyawa ku untuk menolong nya dia pasti tidak akan semenderita itu. Aku saat itu terlalu bodoh percaya kepada dewa. Berharap dewa akan datang menolong nya. Hiks’ “ (nando)
“ah, maaf aku tidak bermaksud begitu. Tapi sekedar mengingatkan saja, jika kau menghina dewa maka pihak kerajaan akan mengeksekusi mu di tempat. Karna itu jangan sampai pernah menyinggung dewa ataupun menghinanya di publik” (pelayan kedai)
“persetanan dengan itu semua, Pada akhirnya ibuku tetap mati. Padahal ia selalu berdoa meminta berkah pada dewa yang ia percayai. Sialan jika aku cukup kuat maka aku tidak perlu bergantung pada dewa. Hiks’ “ (nando)
“yosh yosh (mengelus punggung nando), jangan bersedih lagi. Ini aku traktir bakpaonya” (pelayan kedai)
“elsie! Layani para tamu jangan Cuma duduk santai berbicara padanya. Kau harus berkerja keras agar ibu mu dapat berobat” (Ibu kedai)
“ahh, maaf aku keterusan, aku akan datang tunggu sebentar! “ (pelayan kedai elsie)
“ada apa dengan ibu mu? Kak Elsie? “ (nando)
“Ya, nama ku elsie maaf tidak memperkenal kan diri tadi. Emmmm, tunggu sebentar. Aku masih memiliki banyak urusan. Nanti kita lanjut lagi ya. Akan ku ceritakan juga tentang ibu ku setelah pulang kerja. Kau bisa tunggu disini petang nanti. Bye~ “ (Elsie)
“a okay, aku mendaftar dulu di akademi. Bye. “ (nando)
Sesampainya di akademi.
“arghhh sial padahal aku sudah mencoba yang kelima kalinya tetapi tetap saja gagal!“ (salah satu seorang peserta yang gagal)
“ano... aku ingin mencoba tes bakar Dimana aku bisa mendaftar ya?” (nando)
“kau bisa mendaftar di sana, harga nya satu keping emas . untuk info yang lebih lengkap kau bisa menanyai nya saat pendaftaran nanti” (Penyihir)
“Baik lah, terima kasih” (nando)
Sial aku baru ingat aku belum membayar makanan di kedai tadi, petang nanti akan ku bayar. Dan juga jika aku tidak segera masuk ke akademi. Uang yang dihasilkan selama hidup pemilik ini akan habis. Aku tidak menyangka dia hanya punya 5 keping emas. Sedikit sekali cih!
“ ayo peserta selanjutnya silahkan maju! Kalian yang belum mendaftar cepatlah mendaftar sebelum petang, jika sudah lewat petang tidak bisa mendaftar lagi! “ (penyihir)
Berjalan ke tempat pendaftaran
“Ano... aku mau mendaftar. Ini 1 keping emas nya” (nando)
“ya, silahkan menunggu. Ini nomor antrian nya.” (pendaftar)
“peserta ke 55 ya.... Ano...” (nando)
“ya? Apakah ad pertanyaan lain?” (pendaftar)
Ga ad akhlak dah nanya suruh jelasin pula, kamvret emang*
“apa kamu orang baru?” (pendaftar)
“emm, sebelumnya saya sudah pernah mencoba sekali, tapi saya lupa menanyakan tentang informasi ini.” (nando)
“Aisz, bagaimana bisa kau masuk akademi tanpa menyanyakan informasi seperti ini!” (pendaftar)
“maafkan aku.” (nando)
“Baik lah, lupakan. Akan ku jelaskan secara singkat dan cepat. Di akademi sihir. Memiliki 7 tingkatan Elemen sihir tingkat dasar. Menengah (tingkat lanjut), tingkat tinggi, tingkat misterius, tingkat legendaris, tingkat dewa dan tingkat surgawi. Setiap tingkatan tergantung sihir apa yang kau pelajari. Untuk dapat mempelajari sihir kau harus meningkat kan mana mu hingga ke tingkat yang sesuai dengan kapasitas mana mu. Dan yang terakhir, ada 7 elemen dasar yang di akui di akademi ini. Jika di urutkan berdasarkan kekuatan nya makan elemen cahaya yang menempati posisi pertama. Yang kedua adalah elemen api, selanjutnya adalah air, lalu angin, tanah, petir dan daun. Murid murid akan di tempatkan di kelas yang sesuai dengan kualitas elemen mereka yang udah di uji di batu sihir. Semakin terang elemen yang muncul semakin tinggi kualitasnya, itu juga dapat melihat seberapa besar mana yang kau punya. Sekian penjelasannya apakah masih ad pertanyaan? “ (penjelasan si pendaftar)
“Hah! bagaimana dengan elemen kegelapan?” (nando)
“emmmmm” (pendaftar)
“kenapa?” (nando)
“Sejujurnya akademi ini menerima elemen kegelapan. Tapi karna terlalu lemah, banyak pengguna elemen kegelapan yang tidak jadi mendaftar. Ya begitu lah... “ (pendaftar)
“apa maksudmu terlemah? Bagaimana bisa itu menjadi elemen terlemah? “ (nando)
“Ya karna kebanyakan pengguna elemen kegelapan itu memiliki mana yang sedikit, dan kebanyakan buku sihir di akademi ini untuk elemen kegelapan hanya tentang buff, nerf dan heal, tidak ad tentang serangan jarak dekat maupun jauh. Karna itu lah banyak murid yang tidak menjadi mendaftar” (pendaftar)
“Aish sial sekali. Kenapa tidak ad sihir penyerang jarak dekat atau jauh?” (nando)
“emmm, ya karena banyak murid yang tidak kompeten untuk mempelajarinya dan kebanyakan buku sihir yang ad di akademi di bawa kembali oleh murid akademi sendiri ketika melakukan petualangan atau penjelajahan ke dungeon di luar sana. Karena tidak ad murid pengguna kegelapan maka tidak ad yang membawa buku sihir tentang kegelapan juga. Disini Cuma akademi cabang. Jika kau mau lebih lengkapnya berlatih lah lebih giat. Akan ada event pertarungan antar elemen 3 bulan lagi. Jika kau mendapatkan 5 besar. Kau sudah bisa pergi ke akademi utama.” (pendaftar)
“Okay selanjutnya. Peserta ke 55!” (pengetes bakat)
“baiklah sudah giliran ku. Terima kasih atas penjelasannya” (nando)
“en, sama – sama “ (pendaftar)
Di tempat uji bakat sihir
“silahkan letakan tangan mu di batu sihir ini. Semakin terang cahayanya semakin berbakatlah dirimu” (pengetes bakat)
“en” (Nando)
Meletakan tangannya di batu sihir, kemudian muncul cahaya warna hitam terang di dekat batu sihir
“woah.. Elemen kegelapan. sial sekali kamu, padhal kau memiliki kapasitas mana yang melimpah. Tapi kalau elemen nya kegelapan, sangat disayangkan.... jadi? Apa kau mau masuk akademi ini atau berhenti sampai disini saja? “ (pengetes bakat)
“tentu saja lanjut. Kau kira aku mau membuang koin emas ku hanya untuk menguji? Sungguh disia – sia kan kalau berhenti smpai disini saja.” (nando)
“antusias sekali. Semoga mental mu tidak terganggu di dalam akademi” (pengetes bakat)
“ hey hey hey, kau menyumpahi ku? Tidak sopan sekali, akan ku buat kau melihat aku yang berdiri diatas puncak ini 3 bulan lagi!” (nando)
“ya ya ya, bermimpilah terus sampai kau akan terkena gangguan mental lalu aku akan menertawai mu pada saat itu” (pengetes bakat)
“cih, remehkan saja aku terus. Mental mu yang kan ku hancur kan annti” (nando)