
en, Peperangan telah berlanjut selama 100 tahun, jatuhnya nuklir dimana-mana, nyawa rakyat melayang dengan sia-sia. Para pahlawan mati dimedan perang dengan perjuangan? Itulah yang mereka katakan. Sebenarnya mereka mati ketika perang hanya untuk mengakhiri penderitaan mereka sendiri. Mati saat perang dianggap hal yang dapat dibanggakan bagi raktyat. Tapi aku memiliki pandangan yang berbeda mati karna perang dianggap melarikan diri dari tanggung jawab. Kenapa begitu? Karena ketika seorang pahlawan mati, tugas mereka berakhir, tidak ada yang perlu diperjuangkan lagi. Yang mati meninggalkan junior dan senior mereka untuk melanjutkan perang sedangkan yang mati bisa dengan tenang menyaksikan para junior dan senior menderita karena perang.
Ya, aku memiliki pandangan yang berbeda dari manusia yang lainnya karena aku dibesarkan oleh seorang dewa. Ia adalah dewa kegelapan, memimpin dunia bawah. Bagaimana bisa aku seorang manusia bisa di besarkan oleh seorang dewa? Ya, bertemu dengannya kerena aku mati ketika bom nuklir jatuh di desa ku. Kematian yang sia sia, ini bukan yang ku ingin kan. Aku tidak terima itu. Bagaimana bisa seorang anak berusia yang belum menginjak usia 17 tahun mati seperti itu.
Ketidakadilan ini membuatku mengutuk sang dewa itu sendiri. Ketika aku lahir Ibu ku sering mengajarkan aku untuk percaya bahwa dewa itu ada, dewa yang ia percayai pada saat itu adalah Ama no Uzume. Yang berarti dewi yang menari di pagi hari. Ibu berharap setiap harinya ia dan keluarganya dapat mendapatkan kebagiaan setiap harinya. Sedangkan ayah ku, ia mempercayai adanya Dewa Fukurokuju yang dipercaya dapat mendatangkan kemakmuran dan umur panjang. Karena ayahku orang yang terjun langsung ke dalam perang, ketika aku berusia 10 tahun, ia mulai jarang pulang kerumah karena tugas nya dari kepala pemerintahan yang sangat banyak.
3 tahun kemudian ayah ku mati dimedan perang, melawan negara-negara maju yang dipersenjatai senjata modern. Ayah ku mati dengan sadis, ia ditawan oleh musuh, disiksa, lalu di bunuh.
2 tahun kemudian musuh berhasil masuk ke desa. Ia mencul beberapa gadis dan ibu-ibu didesa lalu memperkosa mereka, anak laki-laki dan seorang ayah dibunuh dengan cara melemparkan mereka kepada anjing mereka. Aku berhasil kabur ketika aku mencoba membunuh salah satu bawahan mereka dan masuk kedalam hutan. 1 tahun kemudian aku kembali ke desa berniat untuk memberi ucapan perpisahan kepada arwah ibu dan ayahku, tetapi sesampainya. Aku malah melihat ada sebuah benda yang jatuh dari atas, aku mendekatinya awalnya kecil tapi lama-lama menjadi besar. Aku mati berada dekat nuklir itu jatuh. Tubuh ku menguap ketika nuklir itu jatuh. “Sungguh kebodohan yang tidak ada duanya? Sial sekali jika dewa ada mengapa ia membiarkan manusia sekeji itu hidup, kenapa senjata mengerikan seperti itu ada! Persetanan dengan semuanya. Apakah kalian hanya menonton dari atas. Bukan kah kalian para dewa dewi disruga itu ada! Kenapa! Kenapa! Apakah kalian juga takut pada nuklir? Sial, dasar pengecut, Jika ada kehidupan selanjutnya, aku Nando bersumpah akan mengakhiri kalian satu persatu, kau pegang kata-kata ku para ******** dan lacur seperti kalian tidak layak ada disana menikmati semuanya, membiarkan yang kuat berkuasa dan yang lemah menderita. Jika kalian ada seharusnya kalian mencegah hukum rimba ini terjadi! Arghhhhhhhh!”
Tidak lama kemudian dewa kematian yang bernama Shinigami menghampiri arwah ku. Ia menawarkan sebuah kesepakatan. “ aku akan mengadopsimu, menjadikan mu sebagai pewarisku dan memberimu kehidupan kedua. Sebagai gantinya bantu aku akhiri para brengsek itu dengan kejam, sadis dan brutal.”
Lalu aku sedikit terkejut dengan kemunculannya dan bertanya-tanya pada diri sendiri dimana aku. Tapi setelah mendengar perkataannya. Aku menjawab “ sesuai dengan kata mu, tapi kenapa seorang dewa seperti dirimu ingin mengakhiri dewa lainnya?”
Dewa itu pun menjawab “ brengsek itu mengurungku selama ribuan tahun di dunia bawah ini, itu membuatku kesal dan kini aku dapat terbebas karena kau mengutuk dewa itu juga, syarat untuk lepas dari hukuman ini adalah mendapatkan pewaris yang memiliki pemahaman yang sama seperti ku”
Ternyata begitu, “tapi kena harus aku, bukankah banyak didunia ini yang membenci dewa, apa lagi yang materialism?”
Dewa pun menjawab “Memang benar seperti yang kau kata kan, tetapi mereka semuanya adalah krimal yang memang sudah tidak mempercayai dewa, tetapi kau berbeda, kau adalah orang yang mempercayai dewa lalu ketika dewa itu mengkhianatimu, kau mengutuk mereka. Karna itu lah aku memilihmu. Ya…, ini juga yang kepertaruhkan saat itu.”
“hah? Apa maksudmu, memangnya apa yang kau pertaruhkan dewa?” Tanya nando yang kebingungan
“en, itu terjadi ketika ratusan tahun yang lalu ketika aku masih terkurung disini, ada seorang dewa perang yang berada di surga dating kemari hanya untuk bertaruh dengan ku, jika aku menang, aku akan mendapatkan kebebasan. Tapi jika aku kalah kebebasanku lah yang dipertaruhkan. Kau tahu kenapa aku mempertaruhkan ini?” (Shinigami)
“mmmhhh….. (berpikir keras)” (Nando)
“hah! Begitu saja tidak tahu, tentu saja untuk bersenang-senang.” (Shinigamui)
“Kau yang gila sialan, ini memang sifat ku. Kau tahu ketika aku bermain judi bersama dewa judi. Aku selalu kalah, padahal selama aku hidup, aku belum pernah kalah. Aku menyukai tantangan dan tidak ada tantangan yang belum pernah ku menangkan” (Shinigami)
“kau.. bukankah yang kau lakukan itu agak menyimpang dari nama mu?” (Nando)
“HA!?” (shinigami)
“ya… maksudku, lihat lah kau adalah dewa kematian. Kau seharusnya mengirim orang orang yang sudah meninggal ke surga atau neraka? Dan jika kau pertaruhkan lagi kebebasan mu apakah kau tidak kasihan dengan Istri dan anakmu hah?” (nando)
“Oh, maksudmu si Daikokuten? Dan apa maksudmu istri dan anak? Kami para dewa tidak melakukan hal tercela seperti kalian para manusia ketika berkembang biak. Kami dapat memilih pewaris kami sendiri seperti yang kami mau? Seperti Artemis yang memilih pewaris mereka dari gereja atau kuil kuil yang ada disetiap dunia.” (shinigami)
“Hehehe, ternyata begitu. Tidak perlu marah seperti itu aku kan tidak tahu! Lalu siapa itu Daibokuten?” (nando)
“jan kau ganti namany sialan, nama dewa menggambarkan sifat mereka sendiri. Jika kau ganti sesuka mu kau akan dikutuk oleh dewa yang kau ubah namanya. Itu seperti mengejek nama mereka.mereka bawahanku didunia bawah, Daikokuten, mereka dikenal dengan dewa pemburuh arwah. Jadi itu sudah tugas mereka lalu kenapa aku harus repot-repot membantu parah arwah gentangan itu! Cih!”
“Oo ternyata begitu… MAAF KAN AKU DEWA, AKU TIDAK TAHU BAHWA SALAH PENYEBUTAN NAMA JUGA DAPAT MENDAPATKAN KUTUKAN, Nee*, shinigami, jadi apa tugas mu?” (nando)
Nee \= Hei, Nee itu bahasa jepang, indonya hei*
“ngapain juga kau takut ****, bukankah kau sudah mengutuk dewa, dengan mengutuk saja sudah di jatuhi kutukan. Tapi dengan hak istimewa ku itu kau tidak akan mendapatkan kutukan, bahkan sekalipun ketika kau buang kotoran mu atau kau lempar ke muka mereka, itu tidak apa-apa dengan syarat tanda tangani lah kontrak ntuk jadi pewarisku. Dan tugas ku? Aku juga ga tahu, aku sdh terkurung disini selama ribuan tahun dan hanya melihat dunia luar dengan mata shinigami ku ini?” (shinigami)
“Heh! Klau begitu mari tanda tangai kontrak jiwanya, dengan begitu aku bisa menghina dewa itu dan melihat kesalnya raut wajah mereka itu, HAHAHAHA” (nando)
“Che, semangat sekali. Klau begitu kontrak jiwa nya selesai, akan ku kirim kau kedunia lain sekarang, ingat jiwa mu akan menyatu dengan tubuh lain. Jika keberuntungan memihak mu kau akan memasuki tubuh yang berbakat. Klau begitu transfer kedunia lain Di mulai!” (shinigami)
“Hey tunggu, Heー”(nando)