Lesley

Lesley
CHAPTER 7 : TERIMA KASIH UNTUK MU, FREDRINN...



BRAKK..!!


Eh LESLEY..!! KAU TAK APA? "


ucap fredrinn yang menahan badan ku dari belakang


fredrinn berusaha untuk menaruh badan ku di dadanya, ia sambil menyentuh kening ku dan..


astaga Lesley... Kau ini sakit? mengapa badan mu panas begini? "


ucap fredrinn yang mengecek suhu badan ku yang panas sekali


kalau aku demam, aku pasti kena air hujan


lalu, harley terbangun dari tidurnya, ia langsung bertanya ada apa dengan diriku


lesley? ada apa? "


aku tak apa Harley... jangan khawatir kan aku.. aku baik-baik saja... "


tapi kau sakit begini? dan suhu badan mu juga panas begini? Bagaimana aku tak mengkhawatirkan mu? Ayo biarkan aku menggendong mu ya? "


ya ampun, aku pun menolak permintaan nya untuk menggendong ku, tapi meski aku tolak, ia tetap tak mau mendengar kan apa kata ku, ia malah menggendong ku dan langsung melanjutkan lagi jalan nya


harley, tak apakan jika kamu jalan dulu? "


kak fredrinn? Ah ya tak apa... aku bisa berjalan kok... "


akhirnya, fredrinn dan harley pun berjalan untuk kembali ke istana


harley kemudian bertanya kepada fredrinn


kakak? Mengapa kamu ada di sini? dan sejak kapan kamu datang? "


aku? Aku disini karena aku mencari kalian berdua yang menghilang entah kemana, dan aku datang kesini sejak aku menyadari suara lesley lantang memanggil ku begitu... "


jawaban fredrinn membuat harley mengerti dan langsung mengangguk pelan kepala nya


sedangkan aku memikirkan, kalau aku tak ada di keluarga Vance, pasti harley hanya akan membuat teman khayalan


lalu fredrinn kembali bertanya dengan ku


Bagaimana bisa kau sakit begini lesley? kau habis apa disana? "


Aku tak bisa menjawab, dadaku kembali sesak, kenapa bisa sesak ini kembali muncul


lalu harley yang tahu, ia langsung menjawan pertanyaan yang fredrinn lontarkan ke diriku


ucapan harley, membuat fredrinn agak terkejut


bukan karena cerita yang harley lontarkan itu mengejutkan, tapi ia terkejut karena ia bisa mengeluarkan api dan membakar orang yang telah menjamah ku


bagaimana caranya kamu bisa mengeluarkan api dari dirimu? "


aku hanya... "


Ia akan mengeluarkan api dari tubuh nya apabila ia merasa marah saja, seperti contoh tadi


mungkin mengeluarkan api dari tubuhnya dan membakar hidup-hidup orang itu, mungkin karena ia..... merasa marah karena... aku hampir di renggut... kesucian ku sebagai... seorang wanita.. "


kau banyak bicara lesley, hingga kamu saja sulit untuk melanjutkan pembicaraan mu lagi.. "


ya, aku menyadari, bahwa rasa sesak ku semakin bertambah, tapi aku berusaha untuk menyembunyikan semua itu di hadapan fredrinn


sedangkan harley, hanya tahu tapi ia juga tahu aku menyembunyikan nya karena tak mau merepotkan fredrinn


saat sampai


Ayah, terlihat panik melihat ku dengan kondisi merasa sesak, lalu ayah langsung memanggil orang ahli untuk mengobati ku dan memberikan aku tabung oksigen


aku kemudian di masukkan kedalam kamar ku dan langsung di periksa semua tubuh ku, dari detak jantung, hingga pernapasan ku


lalu aku di Pakaikan tabung oksigen agar aku dapat bernapas dengan baik... aku pun juga di suntikkan obat penenang agar aku tenang tanpa memikirkan kondisi ku ini yang sedang lemas, sesak dan lain-lain...


dalam hati aku berkata


Terima kasih Tuhan, kau telah memberikan orang yang telah menolong ku... aku bersyukur aku masih bisa hidup bersama harley juga... "


ucap ku dalam hati yang sangat bersyukur dengan apa yang ia berikan kepada ku


aku ingin membalas semua yang di lakukan fredrinn terhadap aku, tapi....


aku bingung ingin membalas apa terhadap kebaikannya itu... aku akan berjanji untuk membalasnya....


aku menatap langit kamar ku, aku menyentuh dadaku, aku menutup mata


dan aku berkata


"Jika ia telah membantu ku dan peduli dengan ku, tapi aku tak memperdulikan nya, aku hanya ingin satu.... Jagalah ia, dan aku akan yakin, semoga semua yang ia lakukan kepada ku, dapat aku balas dengan baik pula... "


ya.. itulah keinginan ku untuknya, yang menolong ku... Fredrinn... aku akan berjanji untuk mencari keberadaan saudara mu, karena aku tahu kemana ia pergi...


...----------------...