
NONA AWAS..!!! "
teriak pria itu yang langsung berlari dan menarik tangan ku agar menjauh dari ular itu
aku terkejut dengan pria ini, saat itu aku sadar bahwa ada ular yang ingin menggigit ku dengan bisanya
pria itu langsung melemparkan belati nya ke arah ular itu dan ya ular itu langsung mati begitu saja
aku yang melihat itu langsung tersadar lagi jika ular itu setelah mati beberapa detik juga menghilang sama dengan monster tadi
Apa anda tak apa? aku hanya takut jika nona tergigit oleh ular itu.. "
ucap pria itu yang juga menoleh kepada ku
aku pun mengalihkan pandangan ku dan langsung menoleh kearah pria itu
Ah, ya aku baik baik saja, aku tak tergigit oleh ular itu... aku baik baik saja.. "
ucap ku yang kemudian melepaskan tangan ku dari genggaman tangan pria itu
aku pun langsung bertingkah polos dan menenangkan hatiku yang masih agak salting (salah tingkah) agar pria itu tak tahu saja
Nona.. sepertinya aku saja yang akan melangkah ke depan karena takut ada hal yang tidak enak mungkin akan terjadi lagi... tetap di belakang ku dan jangan kemana-mana... "
baiklah.. aku mengerti, aku juga akan sambil mengawasi sekitar belakang ku agar tak siapa pun menculik ku dari belakang ku langsung.. "
ucap ku yang sambil sudah menyiapkan senapan ku
pria itu hanya mengangguk dan langsung melanjutkan langkahnya
aku melihat banyak sekali pohon, pohon yang menurut ku unik karena barang mereka seperti berwajah manusia tapi tak punya mulut... aneh dan unik dan... horror karena ini bercampur aduk
Aku juga merasakan hawa mengerikan di sekitar belakang pria ini... aku pun sangat merinding dengan hutan ini, karena hutan ini seperti hutan tempat penghuni hutan ini tinggal
Lalu pria itu bertanya kepada ku
Umm Omong-omong nona.. kalau boleh tahu siapa namamu? "
heh? kamu ingin tahu namaku? "
ucap pria itu yang menoleh kepada ku dan tampak mengarahkan tangannya di depan ku seolah-olah ingin meminta maaf dariku
Aku tak suka bersalaman.... nama ku Lesley Vance... "
Lesley Vance? kamu dari Kerajaan Vance itu bukan? karena orang yang memiliki kata Vance di akhiran namanya ia adalah salah satu anggota Vance.. "
ya, bisa di katakan begitu karena aku sudah menjadi bagian dari anggota keluarga mereka setelah aku kehilangan satu orang yang aku sayangi.. "
hah? siapa orang itu? saudaramu? ayah mu? "
ayah ku... aku kehilangan ia saat ayah ku masih menjadi prajurit dan memimpin pasukan Vance di sana... Aku sangat sedih mengingat hal itu.. "
Oh begitu... sangat sedih juga ya, kisah itu mengingatkan aku dengan ayah dan ibuku yang hilang di badai pasir saat ingin berjalan pulang... "
Omong-omong kamu belum memperkenalkan nama mu.. siapa nama kamu, pria paxley? "
Tunggu..!! Kamu memanggilku pria paxley? Ya aku gusion... gusion paxley seperti yang kamu tahu kalau aku juga anak keturunan kerajaan juga... tapi karena aku ada kutukan dari klakon, maka aku di usir oleh kakakku, Aamon Paxley.. ia adalah pemimpin paxley... aku di usir karena aku akan menjadi bahan keburukannya paxley.. "
owh, mengapa kakakmu melakukan hal itu? apa tak ada cara untuk itu selain mengusir mu? "
tak ada, hanya itu cara kakakku yang di lakukan hanya agar aku tak di tangkap oleh yang lain dan di bunuh... aku hanya bisa bersabar akan hal itu... yang jelas aku punya tujuan... kalau aku tak ada di sana aku hanya ingin agar kakakku bisa menjadi pimpinan yang baik... dan tujuan ku hanya mengawasi agar paxley aman saja.. "
owh... kau begitu sayang kepada kakakmu... pasti kakakmu juga sayang kepadamu.. "
Ya, ia melakukan hal itu agar aku tak di tangkap oleh orang yang jahat dan ingin membunuh ku... ia masih sayang kepada ku makanya ia mengusir ku dari istana paxley.. "
ucap Gusion yang berjalan santai sambil menyimak gelapnya hutan yang kami kunjungi saat ini...
aku baru tahu ia di usir oleh kakak nya agar adiknya tak jadi korban dari klakon
hingga suatu saat, beberapa jam kami berjalan... di pertengahan jalan kami malah mendengar suara mendesis sangat jelas di sini
suara desis apa itu?
asal darimana suara itu?
lanjut~