
Beberapa tahun telah berlalu sejak Dapa dan Adel berhasil membawa Takhta Terakhir kembali ke desa Eldoria. Selama masa kepemimpinan mereka, desa telah berkembang pesat dan menjadi tempat yang makmur. Namun, masa damai mereka terancam oleh sebuah ancaman yang tak terduga.
Pagi yang cerah di desa Eldoria, Dapa dan Adel sedang mengadakan pertemuan dengan para pemimpin desa. Mereka membahas rencana pembangunan yang akan meningkatkan infrastruktur desa dan memberikan pendidikan yang lebih baik kepada anak-anak desa.
Tiba-tiba, seorang pengintai dari luar desa masuk dengan berita yang menghebohkan. "Pemimpin," katanya terengah-engah, "Ada pasukan besar yang mendekati desa. Mereka bersenjata dan tampaknya siap untuk menyerang!"
Dapa dan Adel segera memanggil para pemimpin desa untuk mengumpulkan pasukan dan mengatur pertahanan. Penduduk desa Eldoria mengambil senjata mereka dan bersiap untuk melindungi desa mereka.
Segera, pasukan yang mendekati desa menjadi lebih jelas. Mereka adalah pasukan yang kuat dan berdisiplin, dipimpin oleh seorang panglima yang kuat dan penuh kepercayaan diri. Panglima itu memegang sebuah bendera yang tidak dikenal, dan pasukannya membentuk barisan yang mengesankan.
Dapa dan Adel memimpin pasukan desa mereka ke garis depan, siap menghadapi ancaman dari pasukan yang mendekati. Mereka merasa tegang, tetapi mereka tahu bahwa mereka harus melindungi desa mereka dengan segala cara.
Panglima pasukan asing itu mendekati dengan langkah mantap dan berbicara dengan suara yang lantang, "Kami adalah pasukan dari Kerajaan Drakoria, dan kami menginginkan Takhta Terakhir yang ada di desa ini. Serahkan kepada kami, dan kalian tidak akan mengalami kekerasan."
Dapa dan Adel saling berpandangan. Mereka tahu bahwa Takhta Terakhir adalah aset yang sangat berharga, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus menggunakan kebijaksanaan mereka dalam situasi ini.
Adel berbicara dengan suara tenang, "Kami tidak akan menyerahkan Takhta Terakhir. Itu adalah milik desa Eldoria, dan kami bertanggung jawab untuk melindunginya."
Panglima Drakoria tidak senang dengan jawaban mereka. Dia mengangkat tangan dan memberikan tanda kepada pasukannya untuk menyerang. Pertempuran pun pecah di antara pasukan desa Eldoria dan pasukan Drakoria.
Pertempuran itu sengit, dan banyak yang terluka di kedua belah pihak. Namun, pasukan desa Eldoria berjuang dengan keberanian dan tekad yang besar untuk melindungi Takhta Terakhir.
Setelah beberapa jam pertempuran yang sengit, panglima Drakoria akhirnya menyadari bahwa pasukannya kalah dan mundur. Dia mengangkat tangan putih sebagai tanda menyerah.
Dapa dan Adel menemui panglima Drakoria untuk berbicara. Mereka menawarkan perdamaian dan berbicara tentang pentingnya menjaga kedamaian antara desa Eldoria dan Kerajaan Drakoria.
Panglima Drakoria akhirnya setuju untuk menarik pasukannya dan meninggalkan desa Eldoria. Mereka tidak berhasil mendapatkan Takhta Terakhir, tetapi mereka meninggalkan desa dengan mengancam bahwa mereka akan kembali suatu hari nanti.
Setelah pasukan Drakoria pergi, Dapa dan Adel bersama-sama dengan para pemimpin desa mengadakan pertemuan untuk membahas situasi ini. Mereka tahu bahwa ancaman dari luar masih ada, dan mereka harus bersiap untuk menghadapinya di masa depan.
Mereka memutuskan untuk memperkuat pertahanan desa dan membentuk sebuah pasukan pertahanan yang handal. Mereka juga menyadari bahwa mereka harus mencari cara untuk menjaga perdamaian dengan Kerajaan Drakoria tanpa harus mengorbankan Takhta Terakhir.
Beberapa tahun berlalu, dan desa Eldoria terus berkembang dan hidup dalam kedamaian. Dapa dan Adel tetap menjadi pemimpin yang bijaksana, menjalankan pemerintahan yang adil dan membawa kedamaian kepada penduduk desa mereka.
Ancaman dari luar tidak pernah kembali, tetapi Dapa dan Adel selalu siap menghadapinya jika itu terjadi. Mereka telah belajar bahwa kebijaksanaan dalam kepemimpinan tidak hanya tentang mengatasi masalah, tetapi juga tentang menjaga kedamaian dan kebahagiaan penduduk desa.
Kisah Dapa dan Adel sebagai pemimpin desa Eldoria tetap menjadi legenda yang diceritakan dari generasi ke generasi. Mereka adalah contoh yang hidup tentang kebijaksanaan dan kepemimpinan yang bijak, dan desa mereka terus berkembang dan berkembang di bawah kepemimpinan mereka yang bijaksana.
Bab ketujuh dari "Last King" berakhir di sini, dengan Dapa dan Adel yang telah mengatasi ancaman dari luar dan terus membawa kedamaian dan kemakmuran kepada desa Eldoria.