LAST KING

LAST KING
Tanda-Tanda Awal Konflik



Hari itu terasa berbeda di desa Eldoria. Matahari yang biasanya cerah digantikan oleh awan kelabu yang mendung. Penduduk desa berkumpul di lapangan utama, berbicara dengan nada rendah dan ekspresi khawatir di wajah mereka. Ada ketegangan di udara, dan Dapa merasakannya saat ia berjalan menuju tempat berkumpulnya orang-orang.


Dapa bergabung dengan kerumunan, mencoba mendengarkan percakapan orang-orang di sekitarnya. Mereka membicarakan tentang kejadian-kejadian aneh yang terjadi di sekitar desa dalam beberapa hari terakhir. Tanaman yang tumbuh subur tiba-tiba mati, air sumur menjadi keruh, dan beberapa hewan peliharaan menghilang tanpa jejak.


Salah seorang penduduk tua, Tua Agung Eldoria, berdiri di depan kerumunan dan berbicara dengan suara serak. "Kita semua tahu bahwa ini adalah pertanda buruk. Ada sesuatu yang salah dengan alam di sekitar kita, dan kita harus mencari tahu apa yang terjadi."


Seorang pemuda muda lainnya, Kael, berkata, "Saya telah mendengar cerita bahwa ada makhluk aneh yang berkeliaran di hutan di malam hari. Mereka seperti bayangan yang bergerak cepat dan menakutkan."


Orang-orang mengangguk setuju, dan rasa khawatir semakin dalam. Dapa berpikir bahwa mungkin ini adalah saat yang tepat untuk berbicara tentang rencananya untuk mencari Takhta Terakhir bersama Adel. Ia melangkah maju ke depan kerumunan.


"Dapa, apa yang kau pikirkan?" tanya Adel, yang berdiri di sisinya.


Dengan tatapan tegas, Dapa menjawab, "Mungkin saatnya kita memberi tahu semua orang tentang misi kita, Adel. Mungkin Takhta Terakhir adalah kunci untuk mengatasi semua masalah ini."


Mereka berdua menceritakan rencana mereka untuk mencari Takhta Terakhir dan bagaimana itu mungkin terkait dengan kondisi aneh yang telah terjadi di desa. Penduduk desa mendengarkan dengan perhatian yang mendalam, dan beberapa di antara mereka mulai mendukung ide ini.


Tua Agung Eldoria berbicara, "Jika ini adalah tanda bahwa kita harus mencari takhta itu, maka kita akan memberikan dukungan kita. Dapa dan Adel, kalian adalah harapan terbaik kita untuk menemukan takhta tersebut."


Dengan dukungan dari penduduk desa, Dapa dan Adel segera memulai persiapan mereka untuk perjalanan. Mereka mengumpulkan perbekalan, senjata sederhana, dan menerima nasihat dari Tua Agung Eldoria tentang rute yang harus mereka ambil.


Saat matahari mulai tenggelam di balik pegunungan, Dapa dan Adel meninggalkan desa Eldoria, dengan tekad kuat untuk menemukan Takhta Terakhir dan membawa kembali keberuntungan yang mereka butuhkan untuk desa mereka.


Setelah beberapa hari perjalanan yang melelahkan, mereka tiba di sebuah desa kecil yang terletak di tepi sungai. Desa itu tampak sepi, dan Dapa merasa ada sesuatu yang aneh. Mereka mendekati salah satu penduduk desa yang sedang duduk di luar rumahnya.


"Maaf, kami sedang dalam perjalanan mencari Takhta Terakhir," kata Adel dengan lembut. "Apakah Anda tahu sesuatu tentangnya?"


Penduduk desa itu mengangkat kepalanya, dan wajahnya tampak pucat. "Takhta Terakhir?" ucapnya dengan gemetar. "Kalian tidak boleh mencarinya. Ini adalah kutukan yang harus dihindari."


Dapa dan Adel terkejut mendengar peringatan tersebut. "Mengapa?" tanya Dapa. "Kami harus tahu."


Penduduk desa itu pun menceritakan kisah legenda tentang Takhta Terakhir, tentang kekuatan besar yang dimilikinya, tetapi juga tentang kutukan yang


datang bersamanya. Mereka mendengar bahwa setiap orang yang mencoba mengambil takhta itu telah mengalami nasib yang tragis.


Namun, Dapa dan Adel tidak goyah. Mereka merasa bahwa ini adalah misi yang harus mereka jalani, bahkan jika berarti menghadapi bahaya. Mereka berterima kasih kepada penduduk desa dan melanjutkan perjalanan mereka dengan hati yang penuh tekad.


Perjalanan mereka berlanjut ke hutan yang semakin gelap dan menyusuri sungai yang dalam. Mereka tiba di sebuah gua yang tersembunyi di dalam hutan. Di dalam gua tersebut, mereka menemukan tanda-tanda kuno yang mengarah pada lokasi Takhta Terakhir.


Dapa dan Adel merasa semakin dekat dengan tujuan mereka, tetapi mereka juga menyadari bahwa bahaya semakin besar. Apa yang akan mereka temui di dalam gua ini? Dan apakah mereka benar-benar siap untuk menghadapi kutukan Takhta Terakhir?