
Angin bertiup dengan lembut di atas bukit, membawa aroma bunga liar dan dedaunan segar. Dapa, seorang pemuda berusia 13 tahun dengan mata yang tajam dan pakaian yang lusuh, berdiri di puncak bukit ini, menatap horison yang luas. Ia adalah seorang petualang yang tak kenal lelah dan penjelajah dunia yang haus akan kebenaran.
Dapa telah menjalani hidupnya dengan penuh misteri. Sejak ia bisa mengingat, ia tumbuh tanpa tahu asal-usulnya. Ia hanya memiliki kenangan samar tentang seorang pria tua yang merawatnya di sebuah desa terpencil. Pria itu adalah satu-satunya keluarga yang pernah ia miliki.
Saat matahari terbenam dan langit memerah, Dapa memutuskan untuk turun dari bukit dan menuju desa kecil tempat ia tinggal. Desa itu bernama Eldoria, sebuah tempat yang tersembunyi dari dunia luar oleh pegunungan dan hutan-hutan tebal.
Desa itu adalah tempat yang damai, dengan rumah-rumah kayu dan jalan berdebu. Penduduknya adalah orang-orang yang ramah dan hidup sederhana. Dapa telah menjalani hidupnya di sini, menjalankan pekerjaan sehari-hari sebagai pembuat peralatan pertanian.
Namun, di balik kedamaian yang tampak, ada ketegangan yang tak terucapkan di antara penduduk desa. Mereka memiliki rahasia besar yang tidak ingin diungkapkan kepada Dapa. Dapa merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan darinya, dan ia bertekad untuk menemukan kebenaran.
Suatu hari, ketika Dapa sedang bekerja di bengkelnya yang sederhana, seorang gadis muda bernama Adel mendekatinya. Adel adalah gadis yang ceria, dengan mata biru yang tajam dan senyum yang hangat, usia 13 tahun sama seperti Dapa.
"Dapa, apakah kau ingin tahu sesuatu?" tanya Adel dengan nada serius.
Dapa mengangguk, "Tentu, Adel. Apa yang kau ketahui?"
Dapa merasa jantungnya berdebar kencang. Ini adalah momen yang telah ia tunggu sejak lama. "Ceritakan padaku, Adel. Apa yang kau ketahui?"
Adel pun mulai menceritakan kisah yang telah beredar dari generasi ke generasi di desa tersebut. Ia menjelaskan tentang sebuah takhta kuno yang diyakini oleh penduduk desa sebagai tanda kekuasaan dan nasib baik. Takhta itu disebut "Takhta Terakhir" dan kabarnya memiliki kekuatan besar.
Dapa mendengarkan dengan penuh perhatian. Ia mulai menyadari bahwa takhta itu mungkin memiliki hubungan dengan asal-usulnya yang misterius. Namun, kabar buruknya adalah takhta tersebut telah lama hilang dan tidak ada yang tahu di mana letaknya.
Adel menyelesaikan ceritanya dengan wajah serius. "Dapa, kami membutuhkan bantuanmu. Kami percaya kau adalah satu-satunya yang dapat menemukan Takhta Terakhir dan mengembalikannya ke desa ini. Hanya dengan itu, kami bisa mengatasi ancaman yang mengintai."
Dapa merasa terhormat oleh kepercayaan yang diberikan padanya. Ia bersumpah akan melakukan segala yang ia bisa untuk membantu desa tersebut. Dengan tekad yang kuat, mereka berdua mulai mempersiapkan diri untuk sebuah petualangan yang mungkin akan mengungkapkan kebenaran tentang asal-usul mereka yang misterius dan membawanya ke tempat-tempat yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Malam itu, Dapa dan Adel duduk di bawah bintang-bintang yang berkilauan di halaman rumah Dapa. Mereka berbicara tentang rencana mereka dan perjalanan yang akan datang. Di bawah langit yang tenang, dengan hati
yang penuh harap, mereka membayangkan petualangan yang akan membawa mereka ke ujung dunia ini dan mungkin menjawab semua pertanyaan yang telah menghantui mereka selama ini.