
Mama Kenara pun menghampiri Salsa yang ada Diruang tamu . Sedangkan Ayah Kenara masih sibuk dengan alat alatnya di belakang .
"EH siapa ini ?". tanya mama Kenara sambil tersenyum menghampiri.
"Eh ibuk. Saya Salsa temannya Kenan buk ditempat kerja".jawab Salsa
"Oh nak Salsa. Orang nya cantik sama seperti orangnya juga. Nak Salsa yang hantar anak ibuk pulang ya. Makasih ya. Maaf merepotkan Nak Salsa".sahut mama kenan
"Nggak apa apa buk. Sekalian juga pengen tau dimana Kenan tinggal buk. Kan jadi boleh sering sering kesini. Boleh kan buk ?". Salsa
"Boleh dong sa. Pintu ini selalu terbuka kalau nak Salsa mau kerumah. Tapi mesti diingat , harus izin sama orang tua Salsa dulu biar orang tua Salsa gak cari cari".sahut mama Kenan.
"Orang tua?...".Salsa
"Iya Orang tua. Orang tua pasti khawatir kalau anaknya gak ada kabar , gak pulang kerumah, apalagi nak Salsa ini perempuan ". mama kenan
"oh iya buk. pasti itu...". sahut Salsa
"sampai sekarang pun mama sama papa jarang menelpon , apalagi menanyakan kabarku. Bagaimana jika tiba tiba aku dalam bahaya"gumam Salsa
mama Kenara pun mulai bercerita kepada Salsa. Salsa pun hanya mendengarkan Mama nya Kenara bercerita sambil tertawa tawa.
Kenara pun tiba tiba datang menghampiri dengan membawa minuman .
"Sorry ya sa lama". sahut Kenara sambil menaruh minuman dimeja depan Salsa.
"gak kok. ada ibuk juga yang nemenin". Salsa sambil tersenyum melirik Mama Kenara
"Kalau gitu ibu kedapur dulu ya sa. Mau siapin makan malam. Nak Salsa makan disini aja dirumah Kenara". sahut mama Kenara
"Gak usah buk. saya gak mau ngerepotin lagi". jawab Salsa sambil senyum dengar cengir.
"Gak kok Sa. Gak apa apa makan disini aja dulu . Tanda terimakasih ku karena kamu udah mau ngantar aku kerumah". sahut Kenara memaksa Salsa
"Iya deh". Sahut Salsa sembari mengangguk tersenyum kepada Kenara dan Mama Kenara.
"Ibuk kedapur dulu ya. Nan, nanti ajak Salsa kemeja ya". sahut mama Kenara kepada Kenara.
Kenara hanya mengangguk tersenyum kepada ibunya.
Kenara pun menghampiri Salsa duduk disamping Salsa.
"Minum sa. Biar tenggorokan kamu gak kering ngomong terus. Pasti ibuk bercerita tentang masa kanak-kanak ku hehe ". Kenara.
"Iya Nan. Aku juga Rindu Nan sama Keluarga ku". Sahut Salsa memasang muka lemah sambil matanya menatap kosong
"Oh ya keluarga kamu dimana Sa. Bukannya kalian tinggal bersama?". tanya Kenara
"Orangtua ku diluar kota Nan. Mereka disana juga sudah ada tempat tinggal disana. Mereka akan menengokku terkadang hanya 1 bulan sekali. Kadang lebih dari itu. Melihat kamu dengan keluargamu berkumpul rasanya aku iri banget Nan. Udah lama aku pengen suasana gini. Selalu bersama Mama tersayang". sahut Salsa sambil menahan air mata .
melihat Salsa bersedih , Kenara pun langsung memeluk Salsa.
"cup cup cup.. gak usah sedih gitu dong sa. Anggap aja keluarga ku ini , keluargamu juga".sahut Kenara menenangkan Salsa
"Nan.... makan malam udah siap. sekalian ajak Salsa makan sama kita disini". teriak Mama Kenara didapur .
Kenara pun mengajak Salsa untuk pergi keruang dapur. Dimana dapur rumahnya terlihat sederhana. Meja makan panjanh dari kayu biasa, dan kursi plastik yg berjejer mengelilingi meja .
Kenara pun mempersilahkan duduk kepada Salsa. Salsa pun duduk disamping Kenara. Kenara yang berhadapan dengan mamanya. sedangkan Ayahnya duduk di tengah tengah sebagai kepala keluarga.
mama Kenara pun mempersilahkan Salsa makan.
"Nan .. tadi kamu tidak ketemu adik kamu". tanya Mama Kenara.
"Aku sampai lupa mau nelpon Dia. Bisa berabeh . Nanti pulang kerumah dia pasti mengamuk". sahut Kenara. Ia baru ingat kalau dia tidak memberitahu adiknya kalau dia sudah mulai bekerja ditempat baru.
Tidak lama kemudian. Terdengar teriakan dari luar. Seperti diduga adalah adiknya yang memanggil nama nya dengan keras. Kenara hanya memegang jidat nya.
Tak lama kemudian adiknya langsung menemukan dimeja makan.
"Kenan , kamu kemana aja sih. Aku nyariin kamu kemana mana loh. Aku nungguin tempat kerja kamu sampai semua tutup tidak tersisa sedikitpun pekerja disana lagi. Kamu tau aku bingung cari kamu di .... ". sahut adiknya marah marah , dengan tidak sadar matanya menjadi tertuju kepada sosok perempuan yang sanak cantik dengan balutan blezer berwarna navy. Salsa hanya bingung melihat adik Kenara yang marah marah kepada Kenara , tanpa melihat terlebih dahulu menyadari ada seorang tamu dimeja makan.
tidak kalah dengan lainnya. Terlihat ayah , Mama , dan juga bingung melihat adiknya.
"Duduklah".sahut ayahnya
Rehan hanya mematung memperhatikan sosok yang ada disampingnya Kenara.
Tanpa menyadari ayahnya yang menyuruh nya duduk.
"Rehan duduklah sebentar, mari makan dulu bersama. Nanti baru Kakak kamu jelasin". sahut mamanya lembut.
"Makan sini aja dulu han,Nanti aku jelasin sama kamu. Apa kamu gak malu mematung disana sedangkan kita lagi makan. Kedatangan tamu juga. Kamu gak malu marah marah macam mulut perempuan". sahut Kenara.
"sopan lah sedikit Han". sahut ayahnya
Rehan pun menunduk sambil menahan malu.
"Kemari makan dulu". Lanjut ayahnya lagi.
Rehan pun langsung menghampiri meja makan , ia duduk bersebelahan dengan mamanya, tepat berhadapan dengan Salsa.
Cepat cepat rehan mngambil nasi dan lauk di meja makan. Ia pun memakannya perlahan.
Suasana meja makan jadi dingin, hanya bunyi sentuhan sendok kepada piring saja. Saat ingin mengambil lauk, tiba tiba tidak sengaja Salsa dan Rehan mau mengambil lauk yang sama. mereka seakan hampir bersentuhan saat ingin mengambil sendok. Dengan cepat mereka berdua sama sama mengurungkan tangannya untuk mempersilahkan salah satu dari mereka untuk mengambil lauk lebih dahulu.
"Maaf ... ", sahut Salsa kepada Rehan
Rehan tidak menggubris permintaan maaf Salsa. Tangannya hanya beralih kepada lauk lainnya.
"Pelan pelan makannya sayang, Nanti kamu kesedek baru tau". Sahut Mama Rehan mengacaukan suasana dingin dimeja makan.
"Kamu mau kemana memangnya, makan aja macam dikejar setan",sahut Kenara lagi.
Rehan hanya diam sambil fokus kepada makanan nya saja.
tak lama kemudian , makanan nya terlebih dahulu habis dibandingkan yang lainnya. Ia pun langsung beranjak ingin meninggalkan tempat duduknya. Matanya tertuju kepada Kakaknya.
"Nan , kamu berhutang penjelasan kepadaku". sahut Rehan dengan mata tajam kepada Kenara
"Iya iya. Kamu bersihin badan kamu dulu sana. Bau keringat kamu ahh".sahut Kenara
"Dasar". geram Rehan
Kenara hanya tersenyum kecil melihat adiknya. Kenara pun menatap Salsa yang sedari tadi diam.
"Sa, gak usah dengar coletahan dia ya. Dia Rehan adikku memang seperti itu". sahut Kenara sambil tersenyum.
"Iya nak Salsa. Jangan terlalu didengar marahnya Rehan. Rehan memang seperti itu kalau kakaknya tidak ada. Khawatirannya kepada kakaknya memang seperti itu". sahut mamanya.
"Gak kok buk". jawab Kenara
Mereka pun telah selesai menghabiskan makan malam mereka. Mereka pun beranjak ke ruang keluarga. Ayah Kenara duduk ditempat nya biasa sambil meminum kopi dan membaca koran. Kenara membawa Salsa di ruang keluarga juga. Sedangkan ibunya masih membawakan mereka cemilan dari dapur sambil membawa minuman.
"Ini Sa, cemilan. jangan malu malu kalau dirumah . Anggap aja rumah sendiri". sahut Mama Kenara.
"Iya buk, tapi maaf buk Salsa harus pamit dulu. takut orang rumah nyariin". sahut Salsa
"Maaf merepotkan kamu menghantar ku sampai sampai harus kerumah ku lagi ya Sa". sahut Kenara.
"Nggak kok Nan ... buk , pak , Nan, Aku pamit dulu ya". sahut Salsa
"Salam sama orang tua kamu dirumah ya Sa".Sahut ayah Kenara.
"Iya pak". jawab Salsa.
Kenara pun menghantar Salsa hingga pintu depan rumah.