KENARA IS MY WIFE

KENARA IS MY WIFE
Bab 2



Salsa pun menghampiri Kenara yang tampak serius dimeja nya.


"Nan .. Kamu gak lihat semua orang pada meninggalkan ruangan ini ?". Salsa


"Terus apa hubungannya dengan aku sa", tanya polos Kenara


Salsa hanya menggelengkan kepala mendengarnya.


"Astaga Nan. Sebelum ini kamu pernah bekerja gak sih?". tanya Salsa


"Pernah". jawab polos Kenara sambil sibuk dengan Layar didepannya.


"Kalau pernah, jam segini kamu ngapain ditempat kerjamu?". tanya Salsa lagi.


"Ya .. ya jam segini buka bekal buat makan siang". jawab polos Kenara.


"Bekal?". tanya Salsa tidak percaya


Sambil membuka tas nya, Kenara mengeluarkan bekal nya.


"Ini bekalku. Jadi aku gak perlu repot repot untuk pergi ke warung makan. Lagian, kan bisa hemat sedikit jadinya".sahut Kenara sambil meminggirkan berkas ketepi untuk memberi ruang untuk bekalnya.


"Kamu mau". sambungnya lagi


sambil menapak jidat nya sendiri , Salsa seperti geregetan dengan Kenara.


"Ya ampun Ken. Itu tempat kerjamu dulu. Sekarang tu beda. Masa Perusaan besar begini tidak menyediakan ruang untuk makan tanggung untuk pegawainya". sahut Salsa


"ayo ikut aku". Salsa sambil memegang tangan Kenara.


"Mau kemana sa. Kan aku mau makan sekarang. Kamu gak bawa bekal ya. Ya udah kamu gak usah jauh jauh buat beli makanan diwarung makan. Kita bagi 2 aja bekalku ini". sahut Kenara dengan nada polos.


"Mau ke Hongkong".cetus Salsa dengan kesal


"Hongkong. Ngapain jauh jauh ke Hongkong cuma buat makan?". polos nya Kenara


"Nggak lah nan. Sekarang ikutin aku. Kita makan di bawah. Disana sudah ada menyediakan makanan untuk makan siang kita". jelas Salsa


"Mahal gak sa?". jawab polos Kenara.


"Ya ampun nan. Gratis lah nan. Kamu ikut aja . Jangan banyak tanya. Kalau kamu banyak tanya , Aku gak mau bantu kamu lagi". sahut Salsa


Kenara hanya diam. Diapun mengikuti Salsa didepannya, sambil tangannya dipegang Salsa.


Sampai lah mereka diruang makan yang sangat luas.


Disana orang orang mulai sibuk dengan makanannya. Ada juga yang baru datang sambil mengobrol ngobrol seputar pekerjaan, ada juga yang sedang mengantri makanan. Kursi dan meja hampir semua dipenuhi oleh pegawai yg bekerja disana.


Salsa pun menarik tangan Kenara menuju tempat makanan.


"Nan, kamu ambil sendiri ya yang mana kamu suka. Bebas mau pilih mana. Oh satu lagi , Semua gratis setiap hari. Jadi kamu gak harus repot repot lagi bawa bekal. Paham?". jelas Salsa


"Kalau gini mah aku paham sudah sa". sahut Kenara sambil tertawa.


Mereka pun menaruh makanan dipotongnya masing masing , dan mengambil minuman sesuai keinginannya.


"disana ada kursi kosong. Kita kesana yuk". sahut Salsa


Kenara hanya mengangguk. Sambil mengikuti Salsa yang ada didepannya.


"Tiap hari kek gini ya sa?". tanya Kenara


"Iya Nan. Perusahaan ini sudah menanggung makanan selama kita bekerja disini".jawab Salsa sambil melahap makanan nya.


Kenara hanya mengangguk pelan.


"oh ya sa .. Kamu udah berapa lama bekerja disini?",tanya Kenara.


"Aku.. sebenarnya udah lama banget Nan. semenjak perusahaan ini dibuka, aku udah ada disini juga. Mungkin sekitar 2tahun gitu". jawab Salsa


"Jadi sekarang umur kamu berapa?". Tanya Kenara lagi.


"mungkin mau jalanin 21 Nan".jawab Salsa


"21 sa. Berarti kamu lebih muda dong dari aku. Aku aja sekarang lagi jalanin 25 nan". Kenara


"25 . Dah tua dong. Kenapa Lo gak nikah nikah Nan. Mau jadi Perawan tua lo". sahut Salsa sambil ketawa


"ya nggak dong sa. Belum juga 30 bilang tua. gini gini masih cantik loh sa". sahut Kenara juga.


"Iya gue akui lo cantik Nan. Sepertinya juga baik banget lagi orangnya. Kalau Lo jadi kakak ipar gue. Pasti gue mau Nan".sahut Salsa.


"Eleh kamu sa. Belum juga 1 hari kita ketemu , kamu beraninya mau jadiin kakak ipar". sahut Kenara


"Ya aku tau dong Nan, Mana yang baik , mana yang buruk. Dari pertama bertemu kayak nya kita bakal akur deh Nan. hehe .. ". Salsa


"Oh ya kamu tinggal dimana sa?". tanya Kenara


"Aku tinggal didekat sini Nan. Nanti kalau kamu punya waktu, aku boleh bawa kamu ke rumahku". jawab Salsa.


"Oh ya. Boleh juga. Tapi sayangnya aku gak bisa sa. Rumahku terlalu jauh dari tempat Kerja. Lagian udah ada yang nemenin gue pulang kerumah setiap hari". sahut Kenara.


"Pacar kamu ya. Gak jadi dong mau dijadiin kakak ipar". Salsa bercanda sambil ketawa.


"Eitdah kamu ini. Aku pulang sama adikku lah Sa. Lagian dia juga udah kerja disini juga Sa. Jadi aku gak usah repot repot buat nyari ojek". sahut Kenara.


"Adik nan. Adik kamu kerja disini. Terus kerja apa?". tanya Salsa dengan penasaran.


"Tu disana. Jadi petugas buat jaga didepan".jawab Kenara.


"Petugas disana kan tua tua Nan. kang Tarjo, kang Mamang , mas Indra , mas diki . lupa dah siapa nama mereka yang sering jaga didepan". sahut Salsa sambil menghitung jarinya dan mengingat petugas yang ada didepan.


"Gak mungkin juga kamu bisa kenal sa. Dia aja baru kemarin masuk kerja disini. Dia juga gak tau sih kalau mulai hari ini aku udah masuk kerja. Sialnya tadi dia sendiri duluan kesini, aku kan gak tau kalau hari ini diterima kerja, langsung disuruh kesini lagi". sahut Kenara


"Oh gitu ya. Nanti lah aku lihat dia . Siapa tau tampan". Sahut Salsa seakan membayangkan adik Kenara.


Tiba tiba seorang laki laki datang menghampiri mereka. Ya dia adalah teman Salsa. Biasanya Salsa selalu bersamanya saat makan siang. Ntah kenapa hari ini Dia sedikit terlambat.


Dia pun menghampiri Salsa dimeja sambil menenteng makanan dan minuman ditangannya.


"Hay sa. Boleh duduk disini?". tanya Rio


"hai Yo . Ya iyalah tentu aja boleh". sahut Salsa.


"anak baru ?". tanya Rio kepada Salsa sambil menunjukan isyarat mata ke Kenara. sedangkan Kenara sedari tadi hanya fokus ke makanan nya.


"Oh iya Yo. Kenalin ini Kenan. Pegawai baru di kantor kita. Kenan , kenalin ini Rio teman kerja ku. Tapi sayang sekarang dia udah beda ruangan sama aku. Jadi kamu gak akan ketemu diruangan yang sama dengan kita". sahut Salsa


Kenara dan Rio pun bersalaman sambil membalas senyum .


Rio pun membuka percakapan.


"Udah lama nunggu ya sa?". Tanya Rio


"Nggak juga. makanan kita juga baru sedikit masuk kedalam mulut hehehe". jawab Salsa


"Iyalah . mana juga mau habis makanan. Aku yakin dari tadi kami punya mulut mungkin berhenti berhenti cerita sama Kenan". sahut Rio dengan bercanda.


"Kamu Yo. Kamu habisin makanan kamu tu. Nanti keburu masuk kerja lagi". sahut Salsa


Kenara sedari tadi hanya diam ,karena terlalu fokus dengan makanan nya di piring.


"Oh ya Nan. Habis ini temenin aku ambil coffe dulu ya sebelum masuk ruangan. Hari ini rasanya ngantuk banget. Karena semalaman aku harus lembur kerja di rumah. Pekerjaan kantor ini membuat ku pusing banget dah ". Salsa


"iya sa". jawab Kenara.


"Kamu ngerjain apa sa, sampai lembur segala?". tanya Rio.


"Itu buat laporan . Pak Widi kemarin nyerahin laporan. Dia minta selesaikan juga. Pagi ini harus diberikan kepadanya. Eh taunya udah disana, aku disuruh bawa berkas berkas laporan buat diserahkan ke Kenan". jelas Salsa


"Oh ya. pasti banyak bangat". sahut Rio.


"Eh iya. Tapi nggak deh kek nya sa. Soalnya tadi aku sempat kebingungan mau harus gimana. Untung ada kamu yang ngajarin. Jadi semua terlihat mudah".sahut Kenara sambil tersenyum.


Mereka pun menyelesaikan makan siang mereka.


Mereka meninggalkan ruangan itu . Rio langsung pamit ke ruangannya bekerja. Sedangkan Salsa dan Kenara langsung menuju tempat minum untuk membuat coffe terlebih dahulu . Lalu mereka langsung menuju Keruang kerja , dimeja nya masing masing.


Tidak terasa sehari bekerja dilewati Kenara dengan baik . Dan waktunya pulang kerumah.


Terlihat Salsa juga sudah mengemaskan barang nya. Begitupun juga Kenara sedang sibuk membereskan yang ada didepannya.


Salsa pun menghampiri Kenara.


"Udah Nan. Pulang yuk".tanya Salsa


"udah. ayok". jawab Kenara


Mereka pun berjalan menuju lift.


seketika mengernyit dahi Kenara.


"kalau tiap hari gue naik sangkar ini terus bisa bisa mati gue". Kenara dalam hati


lift pun berhenti . mereka semua keluar dari lift dan keluar menuju pintu utama di gedung itu .


Terlihat penglihatan Kenara sedari tadi mencari cari keberadaan adiknya.


Salsa yang tadi sibuk mencari kunci mobil di tasnya pun mulai menyadari tingkah Kenara.


"Nan , kamu kenapa? lagi cari siapa?". tanya Salsa


"Anu. itu lagi nyari adik gue. Kok gak ada ya?". sahut Kenara . matanya masih sibuk saja melihat pos satpam.


"Ya udah kalau gak ada. Biar aku yang hantar kamu. Mau gak?". sahut Salsa


"Rumahku terlalu jauh sa". Kenara


"Kamu tinggal dimana Nan".tanya Salsa


"Aku tinggal di XX ". Kenara


"kalau gitu searah dong. gak apa apa hari ini aku anterin kamu . Sekalian pengen lihat rumah kami dimana. Biar nanti aku bisa nyempetin kerumah kamu". canda Salsa.


"Serius kamu mau kerumah. Rumah aku jauh loh sa". tanya Kenara


"Nggak jauh itu Nan. Aku juga sering pake jalan itu kalau mau ke pasar sayur . Ya yg aku tau disana dijalan gak terlalu rame". sahut Salsa


"Ya udah deh. maaf ya jadi ngerepotin kami Sa". Kenara


"Gak apa apa kok . ya udah yuk . mobil aku disana". Salsa


Mereka pun menuju tempat parkiran . Mobil tersusun dengan rapi disana.


Mereka pun langsung masuk ke mobil . dan mulai keluar dari area gedung itu.


"enak banget ya Salsa. masih muda gini udah bawa mobil. apess gue. apalagi mau bawa mobil . bawa sepeda aja gue gak bisa".Kenara dalam hati


"Nan. habis ini kamu sibuk gak. Atau ada acara mau kemana gitu?". tanya Salsa


"Gak sa. mang kenapa?".tanya balik Kenara.


"Temenin gue belanja buat didapur dulu ya. soalnya bibi gue dirumah lagi sakit. jadi kasian kalau harus nyuruh dia yang belanja". sahut Salsa


"Ternyata gue salah pilih teman. Dia orang kaya. sedangkan gue gak punya apa apa". dalam hati Kenara.


"Nan, kok ditanya bengong sih".sahut Salsa menyadarkan Kenan


"Eh iya sa. Boleh kok".sahut Kenara


"Nanti kamu tunggu dimobil aja. aku cuma sebentar kok". sahut Salsa


"Iya , gak apa apa kok". sahut Kenara


sesampai tiba disebuah market .


"Nan, kamu tunggu disini aja ya sebentar". sahut Salsa


Kenara hanya tersenyum . Salsa pun meninggalkan Kenara didalam mobilnya.


Kenara pun terhanyut dalam lamunan nya dengan Deri.


"Deri. sekarang kamu lagi dimana. Aku rindu der. aku penge ketemu. Aku pengen nyatain perasaan aku ke kamu der. Aku menyukaimu der. Datanglah der. Aku berharap bisa bersamamu. Aku gak mau pisah sama kamu. Aku menyesal tidak mengambil tawaran mu, aku menyesal der .. aku menyesal". rintih Kenara dalam hati .


Tanpa Kenara sadari, ia pun meneteskan air mata di pipinya. Terasa perih baginya menerima kenyataan jika harus berpisah dengan orang yang dicintai nya.


Tak lama kemudian.


Tiba tiba Salsa masuk ke mobil .


sontak Kenara langsung menghapus Air matanya agar tidak dilihat Salsa.


"sorry ya lambat. ini minuman buat kamu". Sahut Salsa sambil menyodorkan minuman botol kepada Kenara


"makasih ya". Kenara mengambil minuman.


Salsa melihat Kenara dengan erat erat.


"Kamu nangis ya Nan? kok mata kamu merah gitu?". tanya Salsa penasaran..


"Nggak kok sa. Cuman aku menahan kantik saja. sehingga mata ku jadi merah kek gini . Oh ya sekali lagi makasih ya minumannya. siapa tau ngantuk ku jadi hilang". jawab Kenara


"ya sama sama. Ada yang mau kamu beli gak. mumpung masih disini. Atau kita langsung pulang aja?". Tanya Salsa.


"Gak kok sa. Kita langsung pulang aja. Takut kamu kemaleman nanti sampai rumah. Nanti ditanya mama papa kamu". sahut Kenara


Salsa hanya tersenyum mendengar Kenara.


"andaikan kamu tau Nan. Aku besar tanpa kasih orang tua. Untuk bertemu mereka aja seperti ketemu artis aja. Hanya untuk dipeluk mereka saja itu mustahil". Lirih Salsa


Tak lama kemudian mereka pun telah sampai didepan rumah Kenara.


Rumah yang minimalis. Dengan dinding berwarna biru muda , Rumput yg hijau . Dihiasi bunga bunga diperkarangan rumahnya. dikanan depan nya ada kolam ikan . diikuti alunan gemercik air.


Terlihat tenang . Jauh dari keramaian .


"Ini rumah kamu nan. Kok adem banget.?". tanya Salsa


"Iya sa. mampir yuk ". Kenara


"Boleh?". Salsa


"Ya boleh lah. ayok masuk kedalam". Kenara langsung mengajak Salsa masuk ke ruang tamu.


"sorry ya sa. Rumahnya kecil. Mungkin rumahmu besar lagi dari ini". sahut Kenara


"Kamu ini Nan. biasa aja kali. Mana juga rumah aku sebesar ini". sahut Salsa merendahkan diri.


"Bentar ya .. aku panggilin mama sama ayah aku. kami tunggu sebentar disini . Kamu mau minum apa biar sekalian aku ambilkan. ". sahut Kenara


"gak usah repot repot nan. aku sebentar aja".Salsa


Salsa pun hanya tersenyum ..


Kenara pun memanggil orang tuanya untuk dikenalkan ke Salsa.


"keegoisan ku yang membawaku kedalam jurang pemisah kita. seandainya Rasa sayang ku lebih besar dari keegoisanku , mungkin sampai sekarang aku tidak pernah takut untuk kehilanganmu".


for deri