KENARA IS MY WIFE

KENARA IS MY WIFE
AWAL MULA



Pagi-pagi yang sangat cerah. Matahari menyilaukan jendela kaca kamar Kenara.


Kenara langsung membangkitkan tubuhnya dari tempat tidurnya. segera dia mengambil handuk yang ada di kamarnya dan membawanya . dia langsung keluar kamar untuk mandi. ya karena kamar mandi mereka terletak dibelakang yang bersebelahan dengan dapur . disana terlihat mama nya yang sedang menyiapkan serapan pagi, dan ayahnya yang sedang sibuk mengansah parang untuk dibawanya ke sawah.


"pagi ma". itulah sapaan Kenara setiap pagi kepada mamanya sambil memeluk dari belakang dan menciumnya.


"pagi anak mama".mamanya langsung membalas mencium pipi anaknya."cepat mandi gih, cepat kita sarapan, cepat Kenan pergi kerja".


Kenara langsung bergegas ke kamar mandi .


Kenan .. semua yang mengenal Kenara selalu menyebutnya dengan nama kenan. ntah darimana kata kata itu berasal.


setelah siap semua , mereka sarapan bertiga. jangan tanya kenapa mereka selalu bertiga sarapan. karena jam sepagi ini adik kenan masih tiduran dikamar nya , mengingat selalu pulang pagi pagi.


setelah semua sarapan dan mereka bersiap siap melakukan aktifitas masing masing . tiba tiba seseorang mengetuk pintu dengan keras.


"oiiii rehan".


Dengan nada keras seseorang memanggil dia sambil mengedor pintu dengan keras.


"keluar Lo sekarang, kami tau kamu didalam". seseorang berteriak dibalik pintu .


orang di rumah langsung kaget mendengar suara itu .


terlihat mama nya hanya mengelus dada.


"biar Kenan aja ma yang buka pintu , mama disini aja ya", sahut Kenara .


ayahnya pun hanya mendekati mamanya sambil menenangkannya.


Kenara langsung menuju ruang tamu untuk membuka pintu .


berapa kagetnya Kenara melihat segerombolan preman , lebih tepatnya suruhan Pak Tardi . lebih tepatnya orang kaya di kampungnya yg ditakuti orang kampung .


"ada apa pagi pagi berteriak dirumahku, memanggil nama adikku".tanya Kenara dengan tangan gemetar.


anak buah pak Tardi pun menjawab," bagitau adik kamu itu, bahwa dia harus membayar hutangnya". sahutnya .


"Hutang".sahut Kenara,"adik ku hutang apa sama kalian , sampai kalian berteriak sepagi ini ha". tanya Kenara


seseorang dibelakang pun langsung maju kedepan dengan senyum tipisnya , ya dia adalah pak Tardi.


"maafkan saya yang mengganggu nona cantik ini pagi pagi begini. adik nona sudah berhutang kepada saya dengan jumlah besar". jawab pak Tardi dengan senyum yg seperti terlihat nakal


"Berapa hutang adikku sehingga anak buah bapak begitu lancang berteriak pagi pagi begini".tanya Kenara penasaran


"Ya adik nona berhutang hanya sedikit saja kepada saya, tapi mungkin sangat besar teruntuk nona". jawab pak Tardi


"jangan banyak bicara , beritahu saja berapa . berapa pun itu akan aku bayar". tanya Kenara


"hanya Rp 100jt saja ". jawab pak Tardi


mendengar 100jt , Kenara pun merasa tubuhnya nya tidak dapat menopang dirinya . tapi dia mencoba untuk menguatkan diri . dia termenung sebentar .


melihat Kenara diam lama , pak Tardi langsung berbicara lagi,


"saya akan memberi waktu selama 4bulan kepada nona untuk membayarnya, selama 4bulan juga anak buah saya tidak akan datang kesini . kecuali masanya tiba untuk menagih nona. jika waktu yang saya berikan kepada nona , dan nona tidak membayar . sebagai gantinya nona harus menyerahkan diri nona kepada saya". sahut pak Tardi


dengan mata nakalnya melihat Kenara dari bawah hingga atas .


Kenara hanya berdiam sambil membuang pandangannya.


"baiklah , saya akan permisi. ya saya berharap nona dapat membayar , lebih berharap lagi jika nona tidak dapat membayar , jadi saya bisa mendapatkan nona cantik dengan mudah". lanjut pak Tardi langsung


meninggalkan Kenara yang berada didepan pintu .


setelah rombongan penagih hutang pergi , Kenara langsung terduduk lemah dengan tatapan kosong didepan pintu .


Ibu dan ayahnya langsung menghampiri Kenara .


"kenan , siapa yang didepan tadi". tanya mamanya


"pak Tardi buk. orang yang menguasai kampung kita ini buk". jawab Kenara sambil memeluk ibunya dengan perasaan yg berkecamuk.


"pak Tardi? ada apa dia kesini . apa kamu berhutang dengannya". tanya mamanya dengan penuh penasaran .


"bukan kenan ma. tapi Rehan ma. Rehan berani berhutang kepada pak Tardi hingga 100jt ma", jawab Kenara sambil menangis diperlukan ibunya .


Kenara pun menceritakan semuanya kepada orangtuanya.


mendengar itu ayahnya langsung berdiri bergegas menuju kamar rehan .


dibukanya kamar rehan , dilihatnya rehan masih tertidur lelap .


ditariknya rehan hingga terjatuh dari tempat tidur . Rehan langsung bangkit dan duduk kembali ditempat tidur .


Dengan nada melas rehan bicara,


"ayah kenapa menarikku , ini masih pagi yah". sahut rehan . belum sempat rahan bicara lagi .


plak


Ayahnya langsung menampar pipi kiri rehan .


"ayah ini kenapa pagi pagi sudah menampar rehan". Dengan nada kasar kepada ayahnya


plak


sekali lagi ayahnya menampar pipi kanan rehan . dan memukulnya berulang kali.


rehan langsung meringis kesakitan .


tiba tiba mama dan Kenara pun menahan ayahnya untuk tidak memukuli rehan .


"sudah yah , sudah . semua sudah terjadi".


sahut mamanya . "kita bicarakan diluar saja ". sambung mamanya.


terlihat Kenara hanya terdiam .


ayahnya masih saja diam karena menahan amarah nya .


Suasana dingin diruang keluarga.


Ayahnya yg duduk di kursi ditempatnya biasa duduk sebagai kepala keluarga . sedangkan mamanya berusaha mengobati luka yg ada di pipi anaknya . Kenara ? Kenara hanya diam duduk tanpa bicara apapun .


ayahnya pun mulai berdiri membuka percakapan .


"Rehan, apa benar kamu berhutang kepada Pak tardi?". tanya ayahnya


"iya yah".rahan menjawab dengan menunduk


"kenapa kamu berani beraninya berhutang dengan seseorang seperti itu ha ?". kembali suara ayah nya keras .


"sudah yah sudah. kita bicara jangan keras keras ayah. nanti rehan takut untuk menjawabnya". sahut mama dengan nada lembut .


Rehan yang menyadari kesalahannya pun langsung datang berlutut pada ayahnya sambil menangis memegangi kaki ayahnya.


"maafin rehan yah. rahan salah yah . maafin rehan yah". suara rehan mulai parau sambil menangis karena dia menyadari kesalahannya .


ayahnya langsung terduduk kembali membuang pandangan nya kearah lain.


terlihat muka kesedihan di raut muka ayahnya yg tua itu .


ayahnya langsung berbicara,


" bagaimana cara kita membayarnya, kita orang pas pas an. Untung kakakmu Kenara bisa membantu kita memenuhi kebutuhan kita sehari hari . kenapa kamu bisa Setega teganya menghancurkan hidup kita ini rehan. bagaimana jika kita tidak dapat membayarnya dalam waktu 4bulan . apa kamu mau kakakmu menjadi tumbal dari perbuatan mu ini . hutang kamu terlalu besar rehan. jika ayah menjual semua sawah ayah pun , itu tidak cukup rehan ".sahut ayah nya dengan nada yang sangat lirih .


rehan hanya terdiam mendengar semuanya . dia tau ini pasti akan terjadi .


tiba tiba Kenara langsung angkat bicara.


ia menghampiri ayahnya,


"ayah doakan semoga kamu bisa mendapatkan pekerjaan. untuk menambahkan setelah ayah menjual sawah ". sahut ayahnya .


"mama akan doakan kenan , semoga kenan dapat pekerjaan". sahut mama sambil membelai rambut Kenara.


tiba tiba Rehan langsung mengingat sesuatu , ya dia pernah berjalan melewati halte bus dipinggir kota sana . dekat halte bus sana ada sebuah kertas pengumuman, salah satunya ada yang berisikan lowongan pekerjaan . tanpa sengaja ia membacanya hanya sekedar membaca saja sih.


"rehat tau yah , ma , kenan". sahut Rehan tiba-tiba,


"kalau gak salah diperusahaan besar yg dipinggir kota ini membuka lowongan pekerjaan . siapa tau kenan diterima disana", sahut Rehan dengan senyuman .


"kalau begitu tugasmu menghantar kenan kesana , gimana?". sahut Kenara dengan bahagia


"baiklah , karena ini adalah kesalahanku . aku akan membantu kenan". sahut Rehan dengan penuh suka cita .


mereka pun berpelukan berempat .


setelah siap menyiapkan berkas lamaran.


Kenara dan Rehan pun meninggal kan rumahnya dengan motornya .


"Rehan , bisa nanti kita berhenti di tempat kenan bekerja gak ? soalnya kenan harus izin dulu". sahut kenan


rehan hanya mengangguk dan melaju membawa motornya .


setelah mendapat izin dari tokoh nya , kenara dan Rehan langsung mendatangi perusahaan yang dimaksud Rehan yang membuka lowongan pekerjaan.


sesampai didepan ..


"ini kantornya Han".tanya Kenara tidak percaya melihat apa yang didepannya .


"iya nan". jawab rehan,"itu ada satpamnya , kita tanya dia dulu yuk. biar aku yang tanya . kenan disini aja ". sahut rehan .


kenan hanya mengangguk . rehat langsung menghampiri satpam. ntah apa yang dibicarakan nya . kenara hanya fokus memperhatikan gedung mewah didepannya.


setelah itu datang lah rehan .


"iya nan, ini benar kantornya . kata pak satpam kamu boleh mengajukan lamaran . nanti di dalam kamu tanya tanya aja sama orang yg didalam . mereka nanti menunjukan tempatnya". jelas rehan


" baiklah . tunggu kenan ya . kamu tunggu sini , jangan kemana kemana . doain aku ya". sahut Kenara dengan nada yg cemas.


Rehan hanya mengangguk , dan memberi semangat dengan gerakan kepada kakaknya yg berjalan kedepan yg menoleh kepadanya.


ya walaupun Kenara adalah kakaknya , tapi Rehan tidak pernah memanggilnya dengan kata kakak . panggilannya kepada kakaknya tetap kenan , karena mereka hanya beda 1tahun. semasa kecil pun , rehan lebih besar dari kenara, dia yang selalu melindungi Kenara dari kecil hingga sekarang .


Perusahaan yang didepan Kenara ada perusahaan yg paling besar dipinggir kota ini. Perusahan itu bernama LRN . ntah lah apa yang dimaksud dengan LRN pun ia tidak mengerti. yang dipikirkan nya hanyalah apakah ia bisa melewati hari ini .


dia pun mulai menginjakkan kaki nya ke lantai gedung kantor itu .


Kenara terlihat anggun dari hari biasa . dia menggunakan kemeja putih , rok pendek selutut dengan sepatu hills yang tidak terlalu tinggi dan rambut gelombang yg terurai , dengan polesan makeup yg natural.


terlihat disana ada seorang wanita sedang sibuk dengan telponnya . dia pun menghampiri dan mulai bertanya .


"selamat siang . Permisi , Dimana saya bisa mengajukan berkas lamaran saya". tanya Kenara dengan gugup


wanita itu langsung tersenyum, paham akan maksud Kenara .


"sebentar , saya akan menelpon". jawab wanita itu . ntah apa yang dibicarakan nya . mata Kenara kemana mana , melihat kemewahan gedung itu . tiba tiba seorang wanita datang mendekatinya , dan membuyarkan penglihatan nya .


"mari ikuti saya". wanita itu tersenyum .


Kenara hanya tersenyum mengangguk dan mengikuti langkah wanita itu .


ya mereka menuju lift . ini pertama kalinya Kenara menaiki benda semacam ini . aneka berhenti dilantai 15 . Kenara langsung menahan kepalanya . tiba tiba kepalanya pusing sewaktu lift berhenti .


terlihat wanita itu langsung keluar . Kenara hanya mengikuti , terlihat disana ruangan yang hanya berbatas kaca . jadi apapun yg didalam akan terlihat sangat jelas . terlihat semua orang sibuk dengan pekerjaan nya masing masing . berhubung ini masih pagi pagi . semua ruangan hanya disekat dengan kaca . tiba tiba wanita didepannya itu berhenti dan mengetuk pintu salah satu ruangan . ya kali ini ruangan yang diketuk wanita itu tidak bersekat dengan kaca . sehingga tidak tau ruangan apa didalam .


selang waktu kemudian . wanita itu hanya mengisyaratkan untuk masuk kedalam kepada Kenara . yang jelas tidak lupa dengan senyuman , Kanara pun membalas senyuman nya , dan masuk kedalam .


jantung Kenara mulai berdegup kencang . tangannya sambil gemetar . dia kembali meyakinkan diri.


"ayo kenan . kamu harus bisa . keluargamu membutuhkanmu aku harus bilang apa ya. selamat siang atau hallo ya" . kenara


"selamat siang pak". sahut Kenara


"siang". sahut bapak yang ada didepan Kenara .


dia sedikit berumur .


mungkin seumuran dengan ayah Kenara.


"perkenalkan saya Kenara putri pak". sambil menyodorkan tangannya .


bapak itu pun menyodorkan tangannya untuk salaman.


"saya Purnomo,silahkan duduk". sahut Agus


"terima kasih pak, ini berkas lamaran saya". balas Kenara dengan gugup .


Bapak Purnomo pun mengambil berkas yang diajukan Kenara. Dia seperti detail sekali melihat berkas Kenara sambil mengangguk pelan pelan .


dia pun mulai pembicaraan .


"kamu lulusan terbaik dari universitas XX ?".


tanya nya


"iya pak". jawab Kenara dengan kaki yg bergetar dibawah


"ayo kaki kenan . bersahabat lah "kenan


"sebelum ini kenapa kamu tidak melamar diperusahaan perusahaan saja?". tanya bapak Purnomo .


"saya ragu Pak , takut gak keterima. tapi sekarang saya berusaha untuk memantapkan diri pak". jawab Kenara


"dari semua berkas yang kamu berikan sepertinya tidak ada Masalah . baiklah baiklah . nanti saya akan menghubungi anda kembali jika anda diterima ". sahut bapak Purnomo


"baik Pak . terimakasih pak". sahut Kenara sambil bersalaman


bapak Purnomo pun hanya tersenyum .


Kenara langsung keluar dari ruangan itu .


wanita yang tadi bersamanya masih menunggu nya diluar . wanita itu menunjukan jalan untuk keluar . Kenara hanya mengikuti saja .


terlihat rehan sedari tadi menunggu nya .


Kenara menghampirinya.


"Gimana?". tanya rehan


"gimana apanya?". jawab Kenara .


"hasilnya Kenan". sahut rehan sambil menjilati kepala kakaknya


kenara hanya mengeluh kesakitan.


"Dia bilang , dia akan menghubungi kenan kalau misal kenan diterima". sahut Kenara dengan nada kurang semangat .


"ayo dong Kenan. kenapa kamu jadi nggak semangat gini". sahut rehat memberi semangat dengan tangan nya .


"aku udah semangat kok demi adikku tersayang". sahut Kenara sambil mencubit 2 pipi rehan dengan gemes .


"AIK Kenan . malu tau gak. kalau kemana kemana orang juga akan bilang kalau aku ini kakakmu bukan adikmu". sahut rehan dengan ketawa.


"eleh, badan besar , otak udang . ya udah kita jalan . cari minum kek , cari makan kek . tenaga Kenan terkuras didalam tadi". sahut Kenan sambil mengusap dadanya ,


mengingat apa yang terjadi saat interview .


mereka pun meninggalkan gedung bertingkat itu . mereka mencari makan , setelah perutnya kenyang , mereka langsung kembali kerumah mereka .