KENARA IS MY WIFE

KENARA IS MY WIFE
Bab 1



2 hari sudah berlalu saat Kenara mengajukan lamaran ke perusahaan itu . Kenara masih saja bekerja seperti biasa ditempat kerjanya . Jam sudah menunjukan jam 7malam . Kenara sadar waktunya untuk pulang kerja. Tempat dia bekerja hanya buka dari jam7 pagi hingga jam 7 malam saja.


Diruang ganti ..


wajah Kenara memaku didepan cermin . bukan melihat wajahnya yg menawan itu , tapi dia melamun tampak memikirkan sesuatu.


"apa aku harus cari kerja ditempat lain aja kali ya. mungkin aku gak bisa diterima disana".Kenara


Teman kerja nya sengaja melihat Kenara dengan lama. Dibiarkan temannya itu melihat kekosongan tanpa menyadari ia dibelakangnya .


"hey Kenan".sapa Dita mengejutkan lamunannya.


"Dita ... kamu ini hampir buat jantungku copot". Kenara sambil mengusap dadanya.


"Kamu sih, dari tadi aku lihat ngelamun terus. semenjak kamu masuk kerja setelah cuti itu , aku lihat kamu kek gelisah gitu. Kenapa sih?". tanya nya


"nggak apa apa kok dit, mungkin aku cuma kecapean aja kali ya. secara udah hampir setahun kerja disini aku baru ambil cuti ku selama 3kali". sahut Kenara sambil mengemaskan tas nya.


"kalau ada masalah cerita aja nan. Oh ya .. malam ini anak anak mau santai bareng diluar. kamu mau ikut gak ?". Dita


"nggak dit. soalnya badan aku juga lagi gak enak banget . sorry ya. Aku pulang dulu ya , Adikku mungkin sudah didepan". sahut Kenara langsung bergegas meninggalkan Dita.


Dari pertama masuk kerja hingga sekarang Rehanlah yang selalu menjemputnya sepulang kerja. Tapi jika untuk datang pergi ketempat kerja, Kenara harus menumpang ojek. Karena pagi pagi rehan tetap dengan mimpinya ditempat tidur , secara dia selalu pulang subuh. Apalagi jika itu hari Minggu.


Didepan memang Rehan sudah menunggunya . Rehan selalu datang lebih awal sehingga Kenara tidak lama lama menunggu. Sebagai imbalannya , Kenara harus memberinya uang jajan setiap hari. Berhubung Rehan sampai sekarang belum berniat untuk mencari pekerjaan..


Jarak tempat kerja Kenan terbilang sangat jauh dari rumahnya , sekitar 30menit untuk sampai kerumahnya.


Diperjalanan.


"Gimana nan? udah ada informasi belum dari perusahaan kemarin". tanya Rehan


"Belum ada sama sekali Han. sepertinya kenan mulai putus asa deh Han. Apa sebaiknya Kenan cari tempat lain aja kali ya. atau paling nggak cari kerja tambahan gitu yang bisa dikerjakan sepulang kerja?". sahut Kenara.


"Positif aja kali Nan. Gak mungkin juga perusahaan sebesar itu dengan cepat menerima Pegawai. Yang pastinya mereka akan menyeleksi dulu dari yang terbaik untuk yang terbaik. Kemarin juga aku masih lihat banyak banget orang yang melamar disana Nan. Kemarin kan hari terakhir untuk memasukkan lowongan pekerjaan". sahut Rehan


"tunggu .. tunggu .. Darimana kamu bisa tau kalau banyak orang yang melamar kesana kemarin?". tanya Kenara dengan penasaran.


Rehan hanya ketawa mengingat apa yang dilakukannya tanpa sengaja kemarin berbuah manis


Dia pun menjelaskan,


"gini Nan, kemarin kan aku ke pos satpam itu lama banget. Gak sengaja disana juga ada lowongan kerja juga buat menjadi satpam. Dibutuhkan secepatnya juga. Ya udah aku tanyain aja syarat syarat nya gimana. Dia hanya menyuruh ku membawa berkas berkas macam biasalah , biodata segala macam . Surat kesehatan juga. Ya aku tau aku nakal Nan, aku memang suka berjudi , tapi aku sedikitpun tidak pernah meminum alkohol. Ya secara lah kesehatan aku bagus". jelas Rehan


"Terus apa hubungannya".tanya Kenara sambil mengernyitkan dahinya


"Ya terus kemarin, aku cek kesehatan untuk meminta surat kesehatan. Menghantar berkas kesana . Dan aku langsung diterima. Siapa yang akan menolak , kalau melihat aku yang ganteng , putih, badan juga besar". jelas Rehan dengan tawanya


"jadi kamu udah kerja disana".tanya Kenara dengan tidak percaya.


"iya Nan. Hari ini aku mulai bekerja". jawab Rehan dengan bahagia


"Tunggu tunggu , kamu bilang kamu ganteng ? Ganteng darimana ya Han?". cetus Kenara sambil menjahili adiknya.


"Nan .. Nan .. Kamu sendiri tidak menyadari ketampanan adikmu ini. Wanita mana yang mau menolak melihat aku ini nan. Apalagi dengan badanku yang begini". Rehan


"eleh .. dikit dikit badan . bangga banget lo". Kenara


"kalau badan aku kecil, gimana mau melindungi kakakku tersayang ini".Rehan


"iya deh kamu menang , kamu menang. jadi Hutang itu olah kamu berjudi dong Han?". tanya Kenara.


"Udah ah nan. males aku mau bahas kesana lagi".cetus Rehan.


"Ya setidaknya bagus dong. Secara dengan adanya kejadian itu, kamu jadi berubah. Sekarang kamu udah ngerti kalau orang gede itu harusnya cari duit, bukan molor muluk tiap pagi. Rezeki dipatok ayam terus". sahut Kenara


Tidak terasa mereka telah sampai di rumah mereka. Karena terlalu terbawa suasana bercanda.


Disana telah terlihat mama dan ayah nya sedang menunggu mereka untuk makan malam .


setelah semuanya selesai makan malam. Mereka masing masing dengan aktifitas nya masing masing . Rehan langsung masuk ke kamarnya , dan tertidur pulas karena seharian bekerja.


Sedangkan diruang keluarga mamanya sedang sibuk menjahit pakaian pesanan orang , ayahnya yang sedang sibuk membaca koran sambil dihidangkan kopi dan kueh dimeja.


Sedangkan Kenara baru selesai mencuci piring habis mereka makan.


Kenara pun langsung menuju ruang keluarga , dan sambil membuka siaran tv.


Ayahnya pun memulai pembicaraan.


"Nan, tadi Deri ada kemari". sahut ayahnya


"Deri kenapa kemari yah".tanya Kenara


"Dia hanya mampir sebentar , dia kira kamu tidak berkerja. Katanya dia mau pamit. Karena besok Dia harus melanjutkan studinya ke Paris. Dia telpon telpon kamu, tapi katanya gak masuk masuk tuh".


Wajah Kenara langsung pucat pasi mendengar itu.


"Oh iya yah. Kenara lupa bagitahu dia , kalau Kenara ganti no baru lagi. ya udah Kenara masuk kamar dulu yah". sahut Kenara langsung meninggalkan orangtuanya , dan menuju ke kamar .


Deri adalah teman Kenara semasa ia kuliah. Disana ia selalu membantu Kenara. Dia selalu ada dalam suka maupun duka Kenara. Jadi gak heran jika Kenara sedikit menaruh perasaan kepadanya. Walaupun sampai sekarang hubungan mereka masih Abal abal, Lebih tepatnya menggantung antara pacaran atau tidak. secara hampir setiap hari mereka berdua bersama. Jika Kenara sakit , Deri selalu disampingnya. Begitu pun sebaliknya Deri.


Dipandangnya langit langit kamarnya teringat terakhir kali Dia dan Deri terkahir ketemu .


Flashback


Disebuah cafe tempat mereka selalu bersantai.


"Nan , setelah kuliah ini .. kamu masih melanjutkan kuliah lagi gak?". tanya Deri


"Nggak lah der. Kamu tau sendiri kan , syukur syukur aja aku bisa kuliah disini karena beasiswa. kalau bukan karena beasiswa aku gak mungkin berada disini , tepat didepanmu ini". jawab Kenara sambil tertawa.


"Ya kamu nan. Aku cuma tanya aja Nan. kalau kamu mau, aku bisa minta orangtua ku untuk ngurusin kamu kuliah bersamaku. semua akan ditanggung orangtua ku. Kamu mau gak".sahut Deri


Tanpa sadar Deri berucap sambil memegang tangan Kenara. Kenara yang sadar hal itu langsung menarik tangannya dengan cepat. Deri langsung merasa bersalah.


"maaf nan. Aku.. Aku hanya terlalu antusias buat ngajakin kamu kuliah bersamaku lagi" .sahut Deri.


"Deri .. udah cukup aku ngerepotin kamu bertahun tahun. Dari aku masuk kuliah hingga kita sampai sekarang. Kalau gak karena kamu , mungkin aku sudah mati kelaparan. Makasih der.. tapi aku memutuskan untuk bekerja dipinggir kota sana. Aku ingin membantu orangtuaku saja". jawab Kenara dengan tenang .


"Baiklah nan. Nanti kalau aku kuliah disana , kalau ada waktu luang , aku akan menyempatkan menghampirimu dirumahmu nanti . Tunggu aku ya".sahut Deri


"aku akan menunggumu".Kenara


flashback off


Kenara hanya merasa dirinya kecewa kepada dirinya sendiri. Tak terasa matanya menetes mengingat dia tidak bisa menemani Deri. Deri adalah alasan nya menolak semua lelaki yang ingin mendekatinya. Deri yang ditunggu tunggunya selama ini. Tapi disaat Deri datang menemui nya. Tidak sengaja Kenara tidak ada untuknya.


Dia meraih hpnya , dia mencoba untuk menelpon no Deri yang lama. berkali kali dia mencoba menelponnya, tapi tetap saja gak bisa.


Kenara tanpa sadar langsung terpejam. memejamkan matanya , menyentuh alam mimpinya .


keesokan paginya


Rehan yang dari tadi mengetuk pintu Kenara , menyadarkan Kenara dari tidurnya .


"Nan , bangun Nan. sekarang udah jam berapa Nan. tempat kerja ku jauh Nan". sahut Rehan dari balik pintu .


Kenara pun langsung bangkit dari tempat tidurnya. sambil membawa handuk .


"Ini baru Jam 5 Han, kenapa awal betul mau berangkat kerja". sahut Kenara dengan Nada mengantuk .


"Tapi aku ada jadwal piket Nan. Kamu tau aku Pegawai baru disana . Aku harus disiplin. Jam 6 pagi aku harus sudah sampai disana". sahut Rehan


"iya iya". Kenara


Dia langsung bergegas ke kamar mandi. Tidak membutuhkan waktu lama untuk Kenara mandi, dan bersiap siap untuk pergi kerja.


Mamanya sepertinya sedang sibuk di dapur. Sedangkan ayahnya masih Diruang Tv .


Kenara langsung menuju dapur .


"Kenan, mama sudah siapkan bekal makanan pagi kalian". sahut mama


"mama . kenapa mama harus repot repot siapin bekal buat Kenan ?". Kenara


"gak apa apa sayang. ya udah sekarang ambil ini bekal. pergi kerja sudah". sahut mamanya


Tidak lupa Kenara dan Rehan mencium tangan mama dan ayahnya.


Mereka pun bergegas untuk cepat cepat pergi kerja.


sesampai ditempat kerja, Rehan langsung meninggalkan Kenara.


Kenara melihat jam yang ada ditangannya. Dilihat jam baru menunjukan pukul 5.40 pagi.


karena mengusir rasa keboringan menunggu sampai tokoh buka jam 7pagi . Kenara mengambil Hp nya . Kembali dilihatnya galeri lama. Dilihat foto foto nya waktu bersama Deri.


"maafin aku der. Jika aku belum bisa bertemu denganmu". Kenara


Tiba tiba telpon masuk dihp nya. No pribadi.


Dengan cepat Kenara menjawab telpon.


"ya hallo". jawab Kenara


Ntah apa yang dibicarakan lewat telpon , terlihat wajah Kenara Bahagia.


ternyata telpon yang diterimanya adalah dari Perusahaan yang kemarin ia datangi.


"iya pak. Baik pak hari ini saya akan mulai Bekerja disana, terimakasih pak". kawan Kenara. Dengan cepat Kenara mencari ojek online yang biasa ia tumpangi.


Sebelum pergi ketempat kerja barunya. Kenara harus pulang kerumahnya dulu , karena dia sadar pakaian yang ia kenakan.


Saat ini ia hanya menggunakan baju kaos dan celana jeans dan menggunakan sneaker.


setelah selesai bersiap siap, Kenara langsung bergegas menuju kantor . Karena takut terlambat .


Kenara pun telah sampai didepan Pintu gerbang perusahaan nya bekerja.


Dia menggunakan rok selutut , dengan kemeja senada dengan kulitnya , dengan menggunakan hills tidak terlalu tinggi. yang pastinya dengan rambut yang dibiarkan terurai. Kenara memang cantik , semenjak dia dengan Deri , dia paham betul penampilan wanita seperti apa.


Dilihatnya pos satpam didekatnya . Tapi dia sama sekali belum menemukan adiknya.


Karena sadar takut terlambat , Kenara langsung menuju gedung bertingkat itu.


Disana dia telah ditunggu oleh seorang pegawai disana. Dia langsung diarahkan dimana tempat dia harus bekerja.


Diapun telah sampai di ruangannya.


semua orang terlihat sibuk dengan pekerjaan nya masing masing. wanita itupun langsung meninggalkan Kenara.


Kenara hanya tertegun melihat meja nya. Apa yang pertama harus dilakukannya .


Tidak lama kemudian seorang wanita menghampirinya dengan membawa berkas berkas dan menuju ke meja Kenara. Dia menghempaskan berkas berkas ke meja Kenara dengan Keras karena terlalu saking banyaknya . Kenara pun langsung terkejut.


"hallo selamat pagi.. maaf ya jika sepagi ini aku membuatmu terkejut. Perkenalkan namaku Salsabila. panggil saja Salsa". sahut Salsa sembari memberikan kan tangan kanan nya kepada Kenara.


"Perkenalkan nama saya Kenara. panggil saja Kenan". jawab Kenara sambil membalas tangan Salsa


"Oke. sekarang aku akan memanggilmu dengan nama Kenan. Sorry .. aku mengejutkanmu. soalnya aku tadi ditelpon untuk mengambil berkas berkas ini. Atasan bilang akan ada pegawai baru yang akan masuk bekerja. Jadi aku bergegas cepat untuk mengambil semua ini. Jadi kamu tidak payah payah keatas mengambil berkas semua ini. Berkas ini yang akan kamu kerjakan sehari ini". jelas Salsa


Dilihatnya muka Kenara seperti cemas mendengar nya.


Dia paham apa yang dirasakan Kenara.


Salsa pun langsung ketawa melihatnya.


"Kamu tenang aja. Aku akan ngajarin kamu sampai kamu paham. Meja ku ada disana. dekat dengan mu. Jadi jika kamu kurang paham, nanti kamu tanya aja sama aku ya. aku siap membantumu". jelas Salsa


"Terimakasih ya saa", sahut Kenara dengan senyuman.


"Aku ada dimeja ku jika kau membutuhkan".sambung Salsa


Salsa langsung kembali ke meja . Terlihat Salsa melanjutkan pekerjaan nya.


Bagaiman dengan Kenara ? Kenara hanya menggelengkan kepala melihat semua tugas yang diberikan.


"ini hari pertamaku. aku harus bisa menyelesaikan semuanya. buat apa aku menghabiskan waktu untuk kuliah. buat apa aku mendapatkan predikat terbaik , jika untuk tugas didepanku saja aku tidak bisa menyelesaikan"Kenara


Jam telah menunjukan jam istirahat makan untuk pegawai. satu persatu mereka Keluar dari ruangannya.


Terlihat Salsa seperti meregangkan sendi sendi ototnya di kursinya.


Dia langsung melihat Kenara dari kejauhan . Terlihat Kenara masih sibuk dengan kerja nya


Salsa hanya tersenyum tipis sambil memperhatikan Kenara.


"ini anak serius betul . inikan sudah jam istirahat makan. apa dia gak lapar".Salsa


Salsa langsung menghampiri Kenara dimeja nya.


"jika menunggumu adalah kekuranganku. Kenapa kau datang tanpa harus menungguku sebentar saja. kenapa kau bahagia jika aku harus melihat kekuranganku".


for Deri Sanjaya