
Lalu Sender ditemukan keberadaannya oleh Rina,Diana menatap Rina dengan penuh kecurigaan!
"Yang bener lo!" Kata Diana meragukan perkataan Rina
Ya,karena Rina adalah seorang Remaja yang bisa melacak keberadaan seseorang.Rina sangat pandai dalam masalah pemograman,akan tetapi Rina tidak luput dari kesalahan!Rina kerap salah memogramkan robot,Smartphone,dan jam tangan digital.
"Iya,kali ini gua gak bohong!Sender ada di Jawa Tengah!" Kata Rina
"Tepatnya?" Tanya Diana dengan kebingungan
"Solo!" Jawab Rina dengan cekatan.
Tanpa basa basi Diana langsung pergi ke tempat dimana Sender berada.Diana langsung pamit kepada ortunya untuk mengijinkan dia pergi ke Solo,ortu Diana menyetujuinya dan Diana bergegas pergi ke stasiun kereta,membeli tiket.Tanpa Diana sadari sebenarnya Sender masih harus naik kereta yang sama dengan Diana namun Diana tidak menyadari hal itu.Sender yang menyadarinya langsung pergi agak menjauh menggunakan topeng dan masker,di tengah perjalanan Sender sebenarnya masih merasa bersalah pada Diana.
Namun apa daya,setelah sampai bukannya menyapa malah pergi sendiri sendiri.Diana bertanya kepada bapak penjaga stasiun,
"Pak,pernah lihat foto ini gak?" Tanya Diana.
"Dari semua penumpang hari ini,kalau muka itu kayaknya gak ada tuh mbak!" Kata bapak stasiun
Diana pun berterimakasih lalu pulang ke hotel yang sudah dia booking,dan Diana masih terpikir dimana lagi ia harus mencari Sender.
"Ditelfon,di SMS juga gak aktif!" Kata Diana
Diana terbangun dari rebahannya dan melihat ke arah balkon,memandangi mentari sambil bernyanyi.
"Hei....kemana kamu pergi?Bukankah aku sudah meminta maaf ?Lantas kenapa Kamu pergi, tolong beritahu aku apa yang terjadi diantara kita!"
Diana menghirup udara yang panjang lalu kembali ke kamarnya.Diana tertidur sambil memeluk foto Sender.
"Dek,kakak nggak papa kok!" Kata Sender sambil memberikan senyuman palsu.
"Bohong!Kak Sender tidak mungkin menangis tanpa alasan!" Sahut Santi yang sangat mengenal kakak sepupunya
"Oghhh.....Ini tadi kakak marathon drakor,jadi baru ada adegan sedihnya!Kakak jadi menangis deh." Jawab Sender dengan penuh kebohongan
"Masak nama pemainnya kok Diana!Ameh boong tho mas'e!" Kata Santi dengan nada mengejek.
"Enggak yo San!Kan nama pemainnya cuma diganti di subtitle nya Hehehe...." Sahut Sender dengan panik
"Bu....Ibu mas Sender nangis lho bu!Tur ngapusi lho bu,kan jarene ibu ngapusi dosa kan bu?" Kata Santi yang tertuju untuk mengadukan Sender ke ibunya.Namun sayang,ibunya baru ke pasar.Dan juga Santi tidak mungkin berbicara jawa ngoko pada ibunya,jadi Sender tidak takut.
"Yaudah sana mas cepetan mandi!Nanti ibu pulang kalau belum mandi dimarahin lho mas!"
Kata Santi mengingatkan.
Sender menutup hpnya,lalu dia melihat Diana hampir menatap ke arahnya!Tanpa basa basi Sender menutup mukanya dengan handuk.Diana yang melihat mas -mas berkerudung handuk a.k.a Sender,langsung menanyai tentang adik kelasnya itu.Sender spontan menjawab nggak tahu dan menutup pagar.
Diana sontak menahan pagarnya dan menyuruh Mas nya melihat lagi,dan lagi lagi Sender menjawab nggak tahu dengan suara serak serak basah khas Sender.
Dan Diana.............
Bersambung!
Don't forget to like and favorite this novel if you like it!
See you soon!❤