
Kane menginjakkan sepatu bot nya di jalanan bersalju, tinggi salju itu sebatas mata kakinya.
"Anda tahu Miss, sejak kedatangan Anda kemarin tiba-tiba cuaca mendung di kota ini berubah cerah. Bahkan sejak pagi cuaca terasa hangat," tutur Grosdan.
"Hm, kenapa memangnya?" tanya Kane.
"Sebelum menghilangnya Anda dari kota ini, cuaca selalu cerah tapi setelah Anda menghilang cuaca berubah mendung. Tapi... kini lihatlah langit seolah tersenyum pada kita, secerah senyum Anda," lanjut Grosdan.
Sendi-sendi di kepalan tangan Lucian bergemeletak, ingin menghajar mulut memuji Grosdan pada kekasihnya. "Hentikan omongan menji jikkan mu Grosdan! Jangan berani merayu atau menggodanya!"
Saat mendengar suara Lucian dari jarak jauh dengan telinga vampirenya, bibir kecoklatan Grosdan hanya menipis seakan tersenyum meledek.
"Apa aku bisa menaiki kereta gantung itu?" tanya Kane saat melihatnya.
"Tentu, mari ikut saya." Grosdan berjalan lebih dulu.
"Arghtt!!" tiba-tiba suara menjerit Miss-nya di belakang mengagetkan Grosdan, lelaki vampire itu langsung berbalik dan menangkap tubuh Kane sebelum terjatuh.
Mereka berdua berguling di atas hamparan salju yang terus meleleh karena sinar matahari.
"Anda tidak apa-apa, Miss?"
Tubuh Kane masih berada dia atas lelaki itu, Kane tersadar dan segera bergerak bangun dari atas tubuh Grosdan.
Lucian menggeram di atas atap bangunan, ingin terbang dan memeluk kekasihnya mendekat ke bawah tapi tak punya nyali karena takut kekasihnya marah lagi.
"Terima kasih, Grosdan. Tidak biasanya aku terjatuh, di Asia sana aku adalah wanita kuat. Mungkin aku belum terbiasa berjalan diatas salju," Kane terkekeh malu.
"Setelah para Tetua membuka segel Anda, Miss. Disaat situasi tadi, Anda akan bisa melayang agar tak terjatuh. Semua kekuatan Anda akan terbuka."
"Hm, ya. Itu yang aku dengar dari Lucian..." tiba-tiba dia merindukan lelaki itu, tapi hatinya masih belum bisa memaafkan.
Lucian termangu mendengar namanya keluar dari bibir Kane dengan nada lembut, ia juga melihat mata wanita itu yang termenung. Dia masih harus memutuskan perjanjian dengan para manusia pembantu vampire. Karena memang saat dia tidak mempunyai kekasih karena belum menemukan Kane yang masih hidup, perjanjian terjalin dengan Ayah Rose yang seorang Gubernur juga seorang perwakilan manusia yang bekerjasama dengan para vampire. Dia menjanjikan keamanan kota dibalas dengan kesetian para manusia itu pada para vampire agar keberadaan makhluk mati sepertinya bisa berkeliaran dengan bebas berbaur dengan para manusia. Tapi, Ayah Rose memberikan putrinya juga sebagai pengikat akan perjanjian dengan menjadikan Rose jembatan antara vampire dan manusia. Rose harus dijadikan wanitanya, dan ia mengiyakan permintaan itu meskipun ia tak bisa menyentuh wanita manapun selain pasangan jiwa abadinya.
Kane melanjutkan kembali perjalanannya, wanita itu mulai menggengam tangan Brosdan agar tidak terjatuh lagi.
"Draga..." Lucian sudah dalam tahap menerima melihat tangan wanitanya digenggam vampire yang dibencinya.
Beberapa manusia ada disana, Grosdan tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbang vampirenya. Dia hanya bisa terlihat sebagai lelaki yang sedang bersama kekasihnya, saling berpegangan tangan sambil berjalan.
"Sudah sampai, aku akan membeli tiket dulu Miss. Tunggu disini," Grosdan meninggalkan Kane di dekat pintu masuk ke kereta gantung. Mereka berdua tadi menanjaki tangga untuk berada di atas seperti sekarang.
Tiba-tiba seseorang mencelakai Kane dengan mendorong dari atas, tubuhnya melayang jatuh.
"Arghttt! Lucian!" tanpa sadar ia memanggil kekasihnya.
Wushhhhh.
Lucian menangkap tubuh Kane yang melayang terjatuh, lelaki itu membawa terbang kekasihnya menuju tanah di bawah sana.
Blugh!
Kaki Lucian mendarat dengan sempurna di atas tanah masih sembari memeluk tubuh Kane dalam gendongannya.
"Kamu terluka?" tanya Lucian cemas seraya melepaskan tubuh Kane.
Kane menggeleng, baru saja dia ingin mengucapkan terima kasih sosok Grosdan mendekat.
"Miss... Anda terluka?" tanya lelaki itu khawatir.
"Apa kerjamu?! Kau adalah pengawal pribadi Kane! Tapi ada yang mencelakainya kau membiarkannya!" Lucian mencekik leher Grosdan menekan tubuh lelaki itu ke pohon.
Kane berjalan mendekat dia melepaskan tangan Lucian yang mencekik Grosdan. "Lepas! Dia nggak salah apa-apa, aku yang kurang hati-hati!"
Tapi Lucian tak mendengarkan, amarah sudah menguasainya. Saat tangan Kane masih mencoba menarik cekikan tangan Lucian di leher Grosdan, Lucian tak sengaja malah mendorong tubuh Kane menjauh terbang, tubuh wanita itu terpental dan akan menabrak pohon.
"Tidak, Draga !!!"
"Misss !!!"
Teriakan histeris Lucian dan Grosdan terdengar memekakkan telinga, untung saja sebuah sosok menahan tubuh Kane sebelum wanita itu menabrak pohon. Sosok itu memangku tubuh Kane dan membawanya ke bawah lalu menurunkannya.