Immortal LIFE

Immortal LIFE
Bab.26



Kane keluar dengan mata masih memerah, wanita itu memecahkan semua barang yang bisa diraihnya.


Prankkk!


Satu guci berukuran manusia pecah.


Prankkk!


Pajangan-pajangan di atas nakas pecah.


Prankkk!


Kali ini darah mengucur dari tangannya, dia memecahkan kaca lemari pajangan besar.


"Misss..." seorang pelayan manusia bergetar dia sampai menunduk ketakutan.


Wushhhhhh.


Lucian sudah berada di hadapan Kane, "Sayang, darahmu," suaranya tercekat.


Hosh! Hosh!


Kane terengah- engah matanya terpejam, dia membuka matanya melanjutkan langkahnya.


"Siapapun keluarlah! Aku ingin menemui keluargaku!" dia memanggil seseorang, entah siapa yang penting dia bisa keluar dan menjauh dari Lucian.


Satu vampire ras murni keluar, vampire lelaki berusia 26 tahun saat mati menjadi manusia. Pria itu ditugaskan secara langsung oleh para Tetua sebagai pengawal pribadi wanita yang akan memulihkan dunia dari dunia kegelapan.


"Salam, Miss Estera. Namaku adalah Grosdan, aku diutus para Tetua untuk menjadi pengawal pribadi Anda, Miss." Lelaki itu bersujud dengan sebelah kaki seraya menunduk.


"Baiklah, bawa aku ke kediaman keluargaku!"


"Ya, Miss."


"Kane..." suara memilukan Lucian memanggilnya.


Grosdan bahkan tak memberi hormat pada Lucian, lelaki vampire satu itu memang tidak menyukai sang Mister dari para vampire ras murni karena dia adalah putra suci dari Ibu para vampire dan lebih dulu dijadikan vampire ketimbang Lucian dan dia selalu merasa seharusnya dia lah yang paling berhak menjadi Mister dan menjadi pasangan jiwa sang cahaya, Estera.


"Grosdan! Jangan macam-macam pada pasanganku! Kau akan tau akibatnya!" geram Lucian.


"Kau tidak pantas mengatakannya, Miss Estera adalah yang paling murni diantara kita semua bahkan melebihimu! Satu lagi Lucian! Urus saja wanita manusia di belakangmu dan perjanjian bodohmu itu dengan para manusia!" setelah mengatakannya Grosdan berbalik dengan arogan, diikuti oleh Kane yang bahkan tak menatap Lucian sedikit pun.


"Sial!" Lucian mengeluarkan kekuatannya, semua barang pecah dan rusak padahal hanya sedikit kekuatan yang laki-laki itu keluarkan.


Kane dari luar mendengar suara pecahan itu, langkahnya hanya berhenti sejenak lalu ia melangkah lagi mengikuti lelaki di depannya.


Lucian tak bisa lagi mencium wangi tubuh pasangannya, telinga vampire-nya tak bisa mendengar suara langkah kaki Kane. "Grosdan brengsek! Beraninya kau menyelubungi kekasihku dengan auramu! Arghttt!" pria itu meraung marah.


Rose hanya berdiri bersembunyi, dia tau jika Lucian sedang marah itu akan sangat lama dan brutal.


Benar saja si Mister para vampire itu menarik seorang pelayan manusia ke dekatnya, lalu menyobek leher manusia itu dengan ganas tapi tidak sampai mati hanya meng hissaap darahnya. Karena terikat perjanjian, Lucian tidak diperbolehkan membunuh manusia.


Rose dengan perlahan meninggalkan Lucian yang sedang mengamuk, 10 pelayan manusia sudah terkapar di atas lantai.


Lalu para vampire bawahan Lucian berdatangan membawa tubuh-tubuh manusia yang sedang tak sadarkan diri di atas lantai. Membawa mereka untuk dirawat dan diobati.


Wajah Lucian benar-benar terlihat mengerikan, darah-darah manusia mengalir ke pakaian putihnya. Urat-urat biru besar keluar menonjol di wajahnya, matanya lebih gelap dari warna darah.


Kane masuk ke kediaman yang dipersiapkan untuk orang tuanya, Dita bahkan sudah bergabung dengan vampire lain dan tidak berada disana.


"Kane, bukannya kamu tinggal sama Tuan Lucian," tanya Ibunya.


"Lagi pengen sama Mama, nanti kalau udah kepengen tinggal sama Lucian baru Kane balik kesana," bohongnya.


Mamanya tak mempermasalahkan lagi, Kane merasa lega masih ada kedua orang tuanya.


Tapi semalaman wanita setengah vampire murni itu tak bisa tidur, mungkin karena dia sudah terbiasa tidur dalam pelukan Lucian tapi kali ini laki-laki itu sudah keterlaluan. Kebohongan dan ketidak jujuran Lucian membuat hatinya sangat sakit.