I MEET YOU MY IDOL

I MEET YOU MY IDOL
My hearth is full of flowers ~



ap makan malam bersama segera jimin mengantar Hara menuju apartemenya


"Jimin ah~ bagaimana jika beberapa org mengetahui kau sedang jalan dengan orang asing" Tanya Hara menatap jimin yg sedang nengemudi


"Aniya.. Kita akan merahasiakanya " Jawabnya singkat


"Tapi sangat aneh bukan , sampai kau datang menemukan lokasiku dan juga menyelamatkanku"


"Mengapa merasa aneh wajar saja jika aku menyelamatkanmu karena kau sudah baik padaku anggap saja ini impas" Ucapnya dengan pandangan fokus mengemudi


Hara memperhatikan Jimin dalam diam , berfikir bahwa kehaluan semata pada dirinya justru kini menjadi sebuah kenyataan , bersama dalam satu keadaan dengan sang Idol bahkan ia menjadi seorang malaikat penyelamat bagi hara


"Heiii! " Panggil jimin yg memperhatikan hara sedari tadi terdiam


"Gwencahana ? " Tanya jimin lagi


"Ah ne aku baik baik saja "


"Apakah tidak mau turun? Lihat kita sudah sampai depan apartemenmu"


" Aissh maja , aku akan segera turun trimakasih banyak "


"Wait! Ponselku" Ucap Hara yg mengecek isi Bagnya


"Dimana kau menaruhnya ? Bukanya tadi km mengangkat telfonku dan ponsel ada di kamu? "


"Ha!? Jadi nomer asing tadi itu milikmu? "


"Lantas saja kau datang menyelamatkanku " Gumamnya


"Berarti ponselmu terjatuh di lokasi tadi? " Tanya jimin


"Benar , aku ingat berada di mobil wobin "


"Yaah otokke? Hidupku terasa hampa jika tidak menggunakan ponsel" Ucap hara mengerutkan alis terlihat imut


Jimin termangu diam menatapnya yg bertingkah imut di depanya .. "Besok bangunlah di pagi awal"


"Untuk apa? " Tanya Hara


"aku akan mengajakmu kesuatu tempat,bagaimana ??" meyakinkan hara untuk mengiyakan ajakanya


"Baiklah" Menganggukkan kepala


Hara turun dari mobil segera menuju kedalam apartemenya


Usai dari situ Jimin segera pergi ..


๐ŸŒฟ๐ŸŒžKeesokan harinya sesuai janji semalam hara bangun Dini hari untuk segera bersiap diri


Menggunakan setelan dress berwarna Pink motif Buah peach , tak lupa juga parfum buah peach Favoritnya dengan Rambut panjang pirangnya yg ia Urai



Selang beberapa menit kemudian


Sebuah mobil berhenti di depan apartemenya , yg kemudian berjalan seorang pria di depan pintu dengan mengetuknya , segera hara membukakan pintu untuknya terdapat seorang pria dengan setelan jaket berwarna hitam


menggunakan kacamata dan maskernya


"Hai nonna sudah siap" Sapa pria itu


"S.. Siapa" Tanya hara dengan heran


Pria itu membuka maskernya "aissh kau masi saja tidak mengenalku" Yg ternyata itu adalah jimin


"Yaakhh!!! Kau menjadi pria aneh lagi dengan menyamar " Hara tertawa


"Bolehkan aku meminum coffe ala cafe lagi pagi ini? "


"Sepagi ini ?? Nanti kau akan sakit perut alangkah baiknya kita membeli makan dulu " Ucap seorang Hara menunjukkan kepedulianya kepada sang Idola


"Baiklah" Jawab jimin lirih


Jimin terdiam menatap Hara yg berada tepat di hadapanya , memperhatikan hara yg terlihat begitu cantik hari ini dengan Setelan dress yg begitu melekat cocok ditubuhnya


"Haii kita jadi jalan ? " Ucap hara memecahkan suasana hening


"Ah mian ,,.. Kaja kita pergi " Ajak jimin


Hara Menutup pintu apartemen, kemudian berjalan mengikuti langkah jimin menuju mobil


"Apakah kau mendengar bahwa kami akan mengadakan konser 3 hari lagi ? "


"Ah itu tentu saja ๐Ÿ˜ญbahkan aku sangat antusias menantikan tiket konsermu betapa gilanya aku " Batin hara terdiam


"Nonna ssi? Kau mendengarku? " Panggil jimin memantapnya sekilas kemudian fokus dengan mengemudi


"Ah mian .. Ne maksutku , itu ...aku juga berniat menontonya dengan kedua temanku " Sahutnya menyeringai


"Apakah kau nanti akan berteriak melihatku perfom dengan perfect, aku takut jika wanita mungil ini jatuh pingsan di kerumanan " Ucap jimin dengan gurau kemudian tersenyum


"Hentikan ,.. Mana mungkin aissh " Terlihat sikap hara yg malu


"A.. Aku sekarang menjadikan suga biasku , bukan jimin lagi " Grutu hara dengan kesal


"Haha ... Jinjja? Baiklah aku akan bersedih bila Fans pribadiku berpindah pihak "


"Apa maksutmu penggemar pribadi? "Menatap heran jimin


" aniya.. Aku hanya bercanda " Jawab jimin tertawa kecil


Tiba jimin dan Hara disebuah Counter hp , mengajak hara untuk masuk kedalamnya dan menyuruhnya untuk memilih tipikal hp yg Hara mau "cepat pilihlah hp yg kau suka" Ucap jimin santai


"Waitt.. Ttapi aku tidak punya cukup uang untuk membelinya, karena aku belum menerima gaji bulananku" Ucapanya lirih


"Aissh pilihlah saja aku akan membayarnya " Sahut jimin


"Baiklah "


Hara memilih hp yg ia hendak beli kemudian jimin datang menghampiri untuk membayarnya menggunakan Black card yg ia keluarkan dalam dompet "gomawo jimin" Ucap hara senang


usai dari situ Hara mengajak jimin untuk menuju supermarket, menuruti kemauan hara


Brangkat menuju supermarket, sesampianya disana..


Hara membeli Mie ramyeon ,jamur enoki dan juga kimci tak lupa dengan kikimbab favoritnya .


Di sisi lain Jimin berjalan menuju rak minuman terdapat beberapa wine import disana nampak ia membeli 1 botol wine , datang menghampiri hara memasukkan wine yg ia pegang kedalam kranjang yg hara tenteng.


Melihat hal itu hara hanya menatap jimin sinis


"Jadi menu kita makan apa hari ini?? " Mengarah pandangan ke dalam kranjang yg hara pegang


"Oh kimchi , ramyeon, kikimbab, sepertinya enak jika di makan bersamaan" Ucapnya dengan senang


"Nanti aku akan memasaknya di rumah oke"


"Baiklah kaja~" Sahut jimin Berjalan mendahului hara


Hara teringat sesuatu , melihat beberapa sayur kemudian ia membelinya bertujuan untuk membuat Bubur yg berisi Sayur ditambah potonga daging. Untuk diberikanya kepada joyoung yg sedang sakit


Karena ponselnya telah hilang ia tidak dapat menghubungi joyoung .


Berniat untuk menghampirinya kerumah sakit di sore hari nanti ..


"Nonna cepatlah "panggil jimin dari arah kasir


Setelah berbelanja, mereka berdua berjalan menuju apartemen hara


......... ๐Ÿƒ.........


"Nonna apakah kau ingin mencobanya? " Ucap jimin yg sedang meneguk botol wine , sembari memperhatikan Hara yg sedang menghidangkan makanan untuk mereka santap


"Hara.. Panggil aku hara "


Menghampiri jimin dengan membawa gelas kaca berukuran kecil " Baiklah tuangkan untukku" Ucapnya dengan imut


" Haha ,.. Kau terlihat lucu , kupikir kau tidak akan meminumnya"


Hara langsung meneguk abis wine yg ada di gelasnya "akhhhh rasanya sedikit pahit" Ucapnya mengerutkan kedua alis


Kembali ke arah dapur untuk menata sajian yg telah ia masak di atas meja , yg kemudian mereka makan bersama sembari menikmati sebotol wine .. Di sesi makan jimin banyak bercerita tentang aktivitasnya dan jadwal Tour konser yg padat


Tak sengaja Jimin bersendawa , membuat hara tertawa lucu melihat kedua pipi jimin yg merona


"Ah,ramyeon ini sangat pedas membuat lidahku terbakar" Ucap jimin sesekali menjulurkan lidah menyeringai kepedesan


"Mianhe..Betul katamu , sepertinya aku salah membelinya mungkin next time aku akan melihat level kepedesanya " Sahut hara


Tetesan terakhir membagi wine dengan hara meneguknya bersamaan .


Ketika mabuk Hara tak sadar lagi sedang berbicara dengan siapa di hadapanya untuk menjaga Image dia sudah tidak ingat, Banyak mengeluarkan bualan dengan expresi wajah sedang mabuk


Jimin dengan tenang mendengarkan segala clotehan hara yg kluar , sesekali ia berfikir Hara terlihat lebih manis ketika sedang dipandang se Natural ini, membayangkan Hara membuat jimin merasa sesuatu di dalam dirinya berubah , tiba tiba ia ingin tersenyum juga sedikit merasakan guncangan di dalam hati " Apa ini" Batin jimin mengelus dadanya


"Jimin ssi ! " Panggil hara nglantur


"Ne? "


"Apakah kau tau aku sangat menyukaimu " Ucapnya nglantur yg kemudian menyenderkan kepala di atas sofa


Tanpa jimin membalas ucapan hara ia melihat sekitar tembok hara yg terpenuhi oleh foto Jimin


" dasar gadis cantik yg payah inu kau lebih mementingkan kehidupan org lain, yg mungkin tidak mungkin jadi kenyataan di dunia , mencintai Org yg kau idolakan lebih dari dirimu sendiri " Memandang hara yg menejamkan mata terlihat begitu cantik dan manis, Sesekali jimin mengeluarkan senyum di bibirnya


Terdengar dari luar Hujan dengan tiba tiba turun begitu deras , suara petir terdengar keras sontak membuat hara terkejut


"Waah membuatku terkejut" Terbangun dari tidurnya


"Gwenchana ,.. Aku disini silahkan lanjut tidurmu " Ucap jimin dengan lembut


" Aniya"


"Kenapa? " Melihat hara yg nampak tubuhnya gemetar ketakutan "gwenchanayo? " Ucapnya dengan khawatir


"Aku sedikit takut ketika mendengar suara petir yg begitu kencang" Sahut hara dengan nada suara ketakutan


Jimin melepas Jaket yg ia kenakan berpindah tempat berada di samping hara , memakaikanya ke tubuh hara yg nampak gemeteran , mengelus pelan rambut hara bertujuan untuk menghilangkan rasa takutnya.


Melihat perbuatan Yg jimin lakukan Hara hanya termangu diam memperhatikan jimin mengelus pelan rambutnya, nenatap jimin dekat


"Jiminssi apakah ini nyata dirimu" Ucapnya yg seolah olah masih tidak percaya dengan sosok Park jimin yg ia temui di hari lalu hingga sampai saat ini bahkan sedekat ini


"Heii!! Apakah kau mengira aku bukan manusia , aapakah aku terlihat seperti hantu? "


"Aniya kau terlihat seperti malaikat" Ucap hara tersenyum manis


"Hentikan ada apa ini" Batin jimin perasaan aneh itu terasa kembali sesaat melihat Hara tersenyum


Selang 15 menit


Hujan tak kunjung Reda , Terdengar ponsel jimin yg berdering panggilan masuk dari seseorang


๐Ÿ“ž"Jimin ah.. "


"Ne , ada apa? "


๐Ÿ“ž"kau ada dimana? "


"A.. Aaku ada di luar hyung"


๐Ÿ“ž"aissh aku mengalami ban bocor di deket seoul sini sekarng aku terjebak hujan , memanggil bantuan namun kabut begitu tebal dan badai angin kencang sedang berlangsung "


"Jinjja? "


๐Ÿ“ž"kemana saja kau yakh!!!!!! Apakah tidak melihat berita dalam ponselmu"


Mendengar obrolan jimin dengan seseorang itu Hara segera membuka ponselnya , ternyata benar yg di ucap badai angin sedang berlangsung , hujan deras juga tak kunjung turun.


Jimin beranjak dari tempat duduknya Bergegas keluar


"Kau mau kemana? "


"Aku mendapat panggilan telfon dari Suga hyung sedang bersama Jungkook terjebak hujan di dekat seoul sini"


"Ah jinjja , wait aku ikut denganmu ! "


"T.. Tapi cukup bahaya jika kau ikut sebaiknya tetap diam disini" Jawab jimin


"Aniya aku akan tetap ikut" Ucap hara bersikeras


"Ah baiklah , kaja"


Mereka Berjalan dengan satu payung yg jimin pegang menuju arah mobil ,


Segera menuju ke lokasi yg suga telah tunjukkan


Tak selang beberapa lama mereka sampai di lokasi tujuan


Berhenti tepat di blakang mobil suga berhenti di tepi jalan , segera ia menghubungi Suga untuk keluar dari mobilnya


Mendengar hal itu , terlihat suga dan jungkook berlari untuk memasuki mobil jimin


Setelah masuk ke dalam mobil sontak Jungkook langsung bertanya siapa wanita yg sedang Jimin bawa . Nampak suga juga terheran baru pertama kalinya membawa seorang wanita dalam satu mobil


"Anyenghaseo ,.. Aku hara a.. Aaku "


"Dia adalah teman ku" Tak selesai hara mengucapkan perkatanya Jimin mematahkan pembicaraan


"Bahkan jimin hyung tidak pernah mengenalkanya kepada kami" Grutu Jungkook menatap suga , suga menatapnya balik


Membuat mereka terlihat seperti sedang bertelepati .. ^pfftt


"Senang bertemu kalian " Ucap hara tersenyum


Berbeda dengan expresi yg hara berikan , terdapat di dalam dirinya sebuah hati yg menggebu kencang,Ia sangat senang bertemu secara Langsung dengan Idol yg sgt ia idolakan


"Baiklah sekrang ,Kita akan menuju rumah temanku ini sambil menunggu hujan reda dan badai angin berlalu" Ucap menghentikan suasana hening


"Apakah kau tidak keberatan? " Ucap jimin sekali lagi menatap hara yg berada di sampingnya


"Tentu saja tidak mari kita kerumahku ,untuk istirharat sebentardi tengah badai begini hingga menunggunya reda" Sahut hara


"Bagaimana dengan kalian" Tanya jimin mengarahkan padangan pada Suga dan jungkook yg ada di kursi blakang


"Aku setuju" Ucap jungkook


Terlihat Suga juga menganggukkan kepalanya, tanda ia juga setuju


Mereka berempat melanjutkan perjalanan menuju apartemen hara.