
Pukul menujukkan jam 9 malam🌙
Berbalik kepada Joyoung yg hari ini juga tak datang bekerja , ia pergi tuk menemui Hara dengan begitu khawatir, joyoung berada di perjalanan menuju Apartemen hara
Hendak turun dari mobilnya .. Dari kejauhan ia melihat Hara yg terlihat berpakaian rapi hendak keluar mencoba mengikuti Hara dari kejauhan
Terlihat ia menaiki Mobil berwarna hitam yg sedang menjemputnya "siapa itu baru pertama kalinya aku melihat hara keluar malam hari begini" Batin joyoung
Mencoba menghubungi Hara namun ponselnya tidak aktif
1000 meter dari arah apartemen Hara Mobil tersebut mengikuti isyarat lampu merah lalu kemudian belok ke kiri
Semakin jauh kemudian melewati jalan setapak
Flashback*
Hara mendapat telfon berkali kali dari nomer tak dikenal Kemudian dalam pesan itu tertulis bahwa nomer asing itu adalah nomer wobin karena terjadi sesuatu kepada joyoung ia meminjam ponsel Wobin untuk menghubunginya.
Yg hara tau semenjak ia berangkat kuliah tadi
joyoung memang bersama Wobin dan suhyun
Segera ia meminta wobin untuk mengantarnya bertemu dengan joyoung , dengan senang hati wobin segera menjemputnya
Dengan perasaan campur aduk ..Lokasi menuju tempat joyoung di jalan yg semakin terpencil dan minim penerangan
" Wobin ini benar kan lokasi joyoung berada? "
Tanya hara menatap wobin yg berada di samping nya
"Tentu saja , ia sedang bersama Suhyun saat ini" Sahutnya dengan tenang
Hara mengambil ponselnya yg berada di dalam tas mengecek ponselnya yg mati mencoba menyalakanya , setelah menyala tiba tiba nomer tak dikenal mengubunginya tanpa pikir panjang ia mengangkat telfon tersebut
Mengetahui Hara mengangkat telfon dari seseorang segera wobin menangkis tangan Hara membuat ponselnya terjatuh
"Yaakh!!!?? Apa yg kau lakukan" Teriak hara kesal
wobin menatap hara tajam , Menghentikan mobil didepan sebuah rumah tua yg terbengkalai
terlihat 4 orang pria berjalan ke arah hara dan wobin, salah satu dari mereka adalah suhyun
Kedua pria yg ia tak kenal menariknya dengan paksa "lepaskan aku , apa yg kalian lakukan" "Lepaskan tanganku sakit" Triak hara dengan berontak
Kedua pria itu membawa hara paksa kedalam rumah tua mengikatnya di sebuah kursi , menjadikanya sandera
"Tenanglah wanita cantik aku tidak akan melukaimu" Ucap wobin menatapnya dekat
"Dasar kau wobin pria licik lepaskan aku " Berusaha berontak namun tak membuahkan hasil
Ikatan pada tanganya terlalu kencang
" Kau begitu cantik , Namun aku tidak bisa memilikimu jika aku tidak menyingkirkan penghalangnya " Menyentuh pipi hara kasar
" Lepas , apa maksutmu" Mengelak tangan Wobin
"Lee joyoung" Suhyun dari arah samping berjalan mendekat
" Yg dimaksut wobin adalah joyoung" Bertepuk tangan riang
" Bukanya joyoung bersama dengan kalian? Mengapa kalian mengikatku "
"Haha haha , dasar gadis cantik yg begitu polos
Kamu adalah umpan untuk memancing sasaran kami datang kemari " Ucap Wobin lantang tertawa lepas ..
Tiba tiba Terdengar ada keributan diluar suhyun segera berlari menuju lokasi keributan itu , saling pukul memukul hara menyadari bahwa 3 pria Yg bersama suhyun tidak ada di dalam ruangan
Berfikir bahwa itu adalah Joyoung yg sedang berantem Hara berteriak minta tolong berkali kali.. Wobin yg muak mendengar teriakan Hara yg melengking, membungkam mulutnya dengan tangan kanan hara berusaha memberi perlawanan
Di malam hari yg terasa membosankan seperti biasa Jimin selalu berjalan keluar seorang diri mencari udara segar di perjalanan ia berhenti disebuah Bar kusus menuman Berakohol, meminum beberapa gelas wine dan soju hingga Mebuatnya cukup merasa rilex
Di antara yg lain Jimin salah satunya yg kuat Untuk meminum minuman berakohol dalam jumblah banyak
Memainkan ponselnya , teringat akan Hara yg ia temui di hari ini,
ia mencoba menghubungi nomer yg hara catat di ponselnya dengan menelfonya Agar hara menyimpan balik kontak jimin
Telfon berhasil terhubung ,Berkali kali memanggil Hara namun tak ada jawaban Terdengar beberapa kali suara pria membentaknya kencang , terdengar sayu suara Hara yg meminta tolong
Merasa Ada suatu hal yg terjadi pada hara segera jimin melacak lokasi ponsel milik hara dengan kondisi telfon sedang terhubung
Dengan Sigap Jimin menghubungi panggilan darurat memberi tahu secara detail kejadian yg ia sedang laporkan .
Brakkk** seseorang menendang pintu masuk
Terlihat dalam penerangan cahaya yg sangat minim Seseorang berjalan mendekati hara yg menangis ketakutan
" Nonna ~ gwenchanayo? " Suara lembut seorang pria menyapanya Itu adalah jimin
"Hikss hiks" Tangis hara tersedu sedu kondisi mulutnya yg terikat kain , menatap sayu jimin dalam gelap
Suara langkah seseorang yg akan menyerang terdengar di telinga respon jimin yg peka terhadap situasi.
Tiba tiba Sebuah kayu melayang dari arah blakang tepat di bagian kepala berhasil ia hindari dengan merunduk , kemudian menankis pergelangan tangan Wobin yg menyerangnya itu membuat kayu yg ia pegang terjatuh , wobin menghantam sisi ranang kiri jimin mengenai Bibirnya yg membuat sedikit luka kecil di bibir
Membalas Dengan brutal, Jimin menghajar Wobin habis habisan hingga babak belur
Membuat wobin terjatuj Lemas tak berdaya ia memohon ampun kepada jimin untuk tidak memukulinya lagi
Mendengar hal itu jimin mengabaikanya
Melihat kearah Hara yg terikat kembali mendekatinya , berusaha melepas ikatan yg ada di mulut dan kedua tanganya
"Jangan menangis kau akan baik baik saja " menatap hara
Tak lama kemudian membawa Hara keluar, basan hara terasa lemas karena beberapa kali melakukan perlawanan dan syok , jimin membantunya untuk berjalan perlahan
Terdengar suara mobil polisi yg berada di lokasi
Segera hara dan Jimin menuju ke arah luar rumah kosong itu
Terlihat Seojoung yg terbaring tak berdaya di hadapanya , segera ia berlari menghampiri
"Joyoung ah~ apa yg terjadi " Teriak hara dengan panik melihat wajah joyoung yg memar
Terlihat ambulan juga datang ke lokasi kejadian segera petugas ambulan mengamankan joyoung membawanya masuk kedalam mobil , segera membawanya kerumah sakit
Beberapa polisi sedang mengamankan lokasi kejadian 3 pria dan suhyun sedang menjadi buronan Sedangkan, dari dalam rumah polisi menangkap Wobin untuk membawanya ke kantor polisi untuk di introgasi terkait kasus kejahatan yg ia perbuat. Kondisi menjadi aman membuat hara sedikit lega
Jimin datang menghampiri Hara mengajaknya menaiki mobilnya dan mengantarnya dengan selamat
Di perjalanan Hara bercerita secara detail kejadian yg baru saja sedang ia alami
"Mengapa kau tiba tiba bisa mengetahui lokasiku ?? Lalu menyelamatkanku ? " Tanya hara menatap jimin
" Nanti aku akan menjelaskanya "
Melihat kondisi hara yg nampak pucat dengan penampilan yg berantakan
Ia membawa Hara berhenti disebuah kedai yg ia temui di sembarang jalan tak jauh dari lokasi tempat terpencil yg mereka lewati
kedia itu menyajikan menu kikimbab dan ramyeon yg terlihat di spanduk depan kedai
Membawa Hara masuk kedalam kedai lalu jimin memesan makanan untuk mereka berdua makan
Berjalan duduk ke arah Table
"Jimin ah~ mulutmu berbau Alkohol apakah kau minum banyak kali ini?? " Tanya hara
"Bagaimana kau bisa tahu aku sering minum banyak" Jawabnya heran
"Tentu saja tahu di Run bts , dan aku bahkan melihat kalian di sebuah acara Festa2018 kau minum begitu banyak"
"Ah benar juga " Jawabnya singkat
Jimin terheran namun itu adalah penggemarnya yg tau banyak tentang dirinya tanpa menjelaskan Kepada hara tentang dirinya , hara sudah mengetahuinya . Itulah membuat mereka yg awal baru ketemu namun mengobrol sudah seperti kenal dekat
"Aku sangat bertrimakasih banyak kepadamu" Ucap hara dengan tulus
"Pria yg terbaring tadi itu apakah temanmu? "
"Ne ia adalah sojoung , Teman satu kampus denganku
" Aku melihat sekelompok pria menghajar temanmu hingga tak sadarkan diri ketika aku datang mereka berlarian menghindar , juga aku berlari menghampirimu yg ada di dalam
Untung saja polisi dan ambulan datang tepat waktu " Jelas jimin
"Jadi ambulan dan polisi itu km yg memanggilnya? "
"Ne "
" Aku sangat berutang budi padamu karena ini menyangkut nyawa seseorang km telah menyelamatkanku dan juga joyoung temanku" Ucap hara
"Aniya.. Anggap saja aku sedang membalas budi juga kepadamu karena di awal kita ketemu km banyak membantuku "
Beberapa menit kemudian makanan datang mereka berdua segera menyantapnya , dilanjut banyak bercerita.