
Waktu menjelang larut malam
Datang seorang pegawai resto yg tempat mereka kini berada, Untuk menyarankan pulang karena resto akan segera tutup dengan memberi mereka Bill, Joyoung yg menerima billnya segera berjalan menuju arah kasir segera membayarnya
Tanpa disadari terlalu asik mengobrol Sedari tadi mereka menambah beberapa botol soju lagi untuk diminum
Membuat Eunha dan Hara mabuk untung saja joyoung masi sedikit sadar dan bisa mengontrol
Posisi Hara yg menyangga kepala dengan telapak tanganya yg tanpa henti mengoceh tidak jelas
Sedangkan Eunha bolak balik kamar mandi dengan mual tidak henti
Joyoung berdiri terdiam menatap kelakuan dua wanita mabuk itu , bagaimana caranya ia membawanya pulang *menghela nafas pelan
Tanpa pikir panjang ia membawa Eunha terlebih dahulu memasuki mobil dengan menggendongnya
Eunha yg lemas dengan muka merahnya,karena terus memutahkan sesuatu sejak tadi berbaring di kursi penumpang
Berlanjut Hara terlihat berjalan sendiri menghampiri Joyoung dengan membawa tas miliknya dan milik Eunha
"sini aku bantu" Joyoung membukakan pintu mobil depan samping kursi pengemudi
hara yg masi sedikit sadar , tak ingin tertidur di sepanjang jalan , membuka layar ponselnya untuk memainkan ponsel.
" Gwencahana ? apakah kau masih bisa kontrol untuk mengemudi ? " Tanya Hara menatap joyoung dalam gelap
"Tenang saja aku akan mengemudi dengan pelan "
Terlebih dahulu mereka berdua menuju rumah Eunha untuk mengantarnya pulang dengan selamat
..........
Setiba dirumah Eunha, segera Joyoung dan hara membantunya turun dari mobil dan membawanya ke dalam rumah , Terlihat kakak Eunha yg membukakan pintu untuk Mereka bertiga "anyyeong eonni " Sapa Hara
Kemudian ia menyuruh mereka masuk , dibantu joyoung yg menjelaskan kepada kakak Eunha apa yg terjadi . Untung saja ia memaklumi hal tersebut dan bertrimakasih karena sudah mengantar adiknya dengan selamat.
Usai dari Rumah Eunha joyoung dan Hara kembali di perjalanan menuju apartemen Hara
Setiba didepan apartemen Hara ,
"joyoung gomawo , aku akan segera tidur .. Begitupula denganmu hati hati dijalan" Ucap eunha keluar dari mobil joyoung
Berjalan perlahan memasuki apartemen , Joyoung melihat sekeliling mobilnya terlihat hara menjatuhkan Dompet yg di dalamnya Berisi Card Id pintu apartemenya , segera ia keluar mengejar Hara.
Hara berbalik melihat joyoung yg berlari ke arahnya " Joyoung ah~ aku menghilangkan card Id ku ntah dimana aku tidak bisa membuka pintuku" Teriaknya dengan raut wajah cemas
"Lihat ini, kau menjatuhkanya di dalam mobilku" Menunjukkan dompet yg joyoung pegang
"Ah dompetku , aku menaruh Cardnya di dalam dompetku, gomawo joyoung" Meraih tangan joyoung , kakinya tak sengaja terglincir membuat ia hampir terjatuh, dengan sergap Joyoung menangkap tubuhnya.. Posisi joyoung memeluk erat tubuh hara agar tidak terjatuh
Mereka berdua saling menatap dekat expresi joyoung yg berubah memberi rona merah jambu di kedua pipinya , begitu pula dengan Hara
Melepas tangan joyoung di pinggangnya , ia tersipu malu tanpa mengatakan sesuatu ..
" Hara~ " Panggil joyoung dengan lembut
"Wae?? "
" A.. Aku sebenernya.." Terlihat joyoung yg gerogi untuk mengatakan sesuatu
" Kamu kenapa?? " Jawab hara dengan heran
"Ah tidak aku .. Agak sedikit pusing"
"Ah dasar kau ini ku fikir ada apa" Mengalihkan pandangan dan berbalik arah kembali kepada pintunya
" Baiklah hara aku akan segera pulang, kau segeralah beristirahat" Berbalik arah dan meninggalkan hara
"Baik joyoung "
...... Keesokan harinya
Hara terbangun memegang kedua kepalanya yg terasa amat begitu pusing mengambil segelas air di atas meja , lalu meminumnya
mencari ponsel yg semalam ia bawa di dalam totebag , ponsel mati karena kehabisan batrai segera ia mencharger ponselnya dan bergegas untuk mandi dan merias diri segera untuk berangkat kuliah ,
Di posisi joyoung yg terganggu dengan dering alarm di samping ranjang tidurnya, membuatnya terbangun "aahk kepalaku pusing sekali" Ucap joyoung yg masi duduk di atas ranjangnya berjalan perlahan menuju dapur untuk menyeduh coffe yg ia akan minum terlebih dahulu sebelum beraktivitas.
Melamun didapur membuatnya tersenyum tipis
Air mendidiih segera ia menuangkanya ke dalam cangkir yg berisi coffe, anjing kesayanganya bernama pompom terlihat berjalan menghampiri joyoung "pompom apakah kau lapar umm" Menggendong gemas anjingnya
Membawanya untuk mengambil makanan pompom dan memberinya makan.
Kembali kepada Hara yg sedang mencatok rambutnya agar terlihat rapi , sambil ia menyalakan ponsel yg batrainya lumayan terisi
Melihat 10 notifikasi masuk dari Eunha yg mengirimnya pesan di pagi hari begini . Eunha yg khawatir tentang keadaan Hara dan joyoung semalam karena Eunha sudah tidak sadarkan diri ia juga meminta maaf kepada hara karena sudah merepotkan mereka berdua .
Hara pun membalas pesanya menceritakan bahwa semua baik baik saja dan memberi Eunha janji agar tidak minum Terlalu banyak lagi .
30 menit kemudian
Terdengar klakson mobil di depan apartemen kamar Hara , meelihat dari arah cendela sebuah mobil berwarna kuning yg terpakir di depanya mengetahui itu adalah joyoung segera hara mengambil tas berjalan ke arah luar menghampirinya ..
Berlanjut joyoung dan hara berangkat menuju Universitas , selama di perjalan suasana terasa sunyi entah apa yg mereka akan bahas saling berfikir mencari topik pembicaraan Setiba di area parkir hendak turun dari mobil
Terlihat dua pria mendekat menghampiri joyoung dan Hara
"Untuk apa mereka menghampiri kita" Ucap joyoung yg melihat Wobin dan suhyun berjalan menghampirinya
"Hei joyoung " Suhyun menepuk pundak joyoung
Dan wobin yg menyuruhnya untuk mengikutinya ke suatu tempat .
"Kemana kalian akan pergi?? " Tanya hara dengan heran
" Kami hanya akan berkeliling sebentar Hara " Jawab wobin berjalan mendahului
"Hara masuklah ke kelas terlebih dahulu , aku akan menyusul " Ucap joyoung dengan tenang
Meninggalkan hara berjalan mengikuti langkah wobin dah suhyun
"Baiklah" Jawab Hara singkat
Beralih pada wobin yg membawa Joyoung di area lapangan basket Segera suhyun mengambil bola basket dan melemparnya pada joyoung
"Mwoya?? " Tanya joyoung yg menangkap bola dari lemparan suhyun
"Bertandinglah denganku mencetak gol ring basket terbanyak " Ucap wobin dengan menatap sinis joyoung
"Apa maksutumu !!?? " Melempar bolah ke sambarang arah beetujuan hendak pergi namun suhyun menahanya
" Jika aku menang, jauhilah Hara agar aku bisa mendekatinya " Mendekat kepada joyoung menepuk pundaknya pelan
" Apakah kau sudah gila" Tanpa basa basi ia memukul wobin dengan tangan kananya membut sisi bibir kirinya sedikit berdarah , berbalik wobin hendak memukulnya namun Joyoung berhasil menangkis tanganya
Saling menatap tajam keduanya dengan nafas terengah engah
"Hei hentikan hentikan " Suhyun berusaha menghentikan mereka berdua
"Kuperingatkan kalian berdua jangan sekali kali menganggu Hara , sedikit aku melihatnya enyah kalian" Ucap joyoung kesal
"Joyoung ah~ mengapa kau begitu membenci kami itu semua juga sudah berlalu , mari kita perbaiki semua "sahut suhyun menatap joyoung
Joyoung yg tanpa menjawab hanya terdiam dengan ucapan suhyun, sengaja ia tak mau bercerita apa yg telah ia ketahui tentang kedua temanya itu yg telah berkhianat kepadanya .
Joyoung yg dulunya adalah murid pintar , dan juga sangat tampan tak sedikit wanita sering memperhatikan gerak geriknya membuat beberapa lelaki iri melihatnya
di sekolah , selain sering bermain basket bersama dengan suhyun, wobin
Mereka bertiga juga masuk ke dalam tim basket yg sama .. Suatu hari wobin yg muak dengan Joyoung karena merasa iri setiap harinya joyoung selalu mendapat pujian dari org sekitarnya tidak dengan suhyun, dan wobin padahal mereka bertiga sedang bersama
Dengan rasa kesal dan iri yg mendalam Wobin membeberkan isu ke dalam tim basket tentang cerita yg tidak benar di buat oleh wobin tentang joyoung .membuat teman tim satu basket membenci joyoung
Merasa aneh dengan itu joyoung mencari tahunya sendiri tanpa sepengetahuan wobin dan suhyun , kemudian tanpa banyak bicara ia memutuskan untuk tidak lagi berteman dengan wobin dan suhyun pada saat itu
Saling diam menatap satu sama lain , wobin yg sadar akan perbuatanya kepada joyoung
segera mengajak suhyun untuk pergi meninggalkan joyoung
Suhyun yg sebenernya hanya ikut dan terpengaruh oleh wobin sampai kini ia akan terus seperti itu .