
Kembali pada Hara sedari tadi memegang perutnya di dalam kelas merasa tak enak badan , Sedangka bel masuk kelas belum berbunyi
Mengambil tasnya , berjalan menuju office untuk mencari Pak dosen untuk ijin pulang karena tidak enak badan
Setiba bertemu pak dosen , dan mengetahui kondisi Hara pak Dosen mengiyakan dan menyuruhnya pulang istirahat dengan baik
Hara pulang menaiki taxi menuju klinik terdekat
Untuk mencari obat , dan segera pulang ke apartemenya untuk istirahat
Setiba depan klinik ia masuk ke dalam klinik Hendak memasuki pintu Seorang pria berpakaian serba tertutup memakai masker dan kacamata hitam
dari arah dalam klinik yg hendak keluar menabrak Hara kencang ,
"Mianhe mianhe! " Jawabnya dengan melihat sekeliling dengan cepat ia berjalan memasuki mobilnya
Belum sempat hara memarahinya namun ia hanya Terdiam kaku melihat langkah kaki pria itu dengan cepat . " Hari ini sangat sial " Gumam hara kesal
Tak sengaja kaki hara menginjak sesuatu ia menemukan dompet kulit berwarna hitam , tanpa pikir panjang ia mengambilnya dan membawanya masuk , memberitahu dan memberikan kepada penjaga klinik bahwa ada seseorang yg menjatuhkan dompet didepan pintu masuk
Berharap org itu akan datang untuk mencarinya kembali kesini,.
Usai membeli obat kini hara berjalan menuju arah apartemenya yg dekat jika dari arah klinik sehingga tidak perlu menaiki taxi lagi .
Bebalik pada joyoung yg sedari tadi ingin cepat pulang dari universitas karena mendapati pesan dari Hara bahwa ia pulang lebih awal karena mendadak kurang enak badan.
Hara memutuskan untuk beristirahat di kamarnya tidak masuk kerja untuk hari ini Mengirim Manager cafe pesan untuk ijin libur karena kurang enak badan, dan juga mengirimi Eunha pesan bahwa dirinya libur kerja untuk hari ini.
Mengetahui stok makanan di lemari pendingin habis mengharuskan hara untuk pergi berbelanja ke supermarket terdekat , dengan memakai jaket wol yg terasa begitu hangat tak lupa ia memakai syall di lehernya , berjalan keluar menuju supermarket
.....
Di supermarket ia mencari beberapa buah buahan dan juga Sayuran segar
Hendak mengambil wortel Sebuah tangan mengambil wortel dengan cepat mendahului hara membuatnya terkejut , memandangi pria yg terlihat mengenakan kacamata dan masker , berfikir sejenak lalu ia teringat sesuatu
" Yaah!! Apakah kau yg di klinik tadi?? " Menghentikan langkah pria itu yg hendak pergi
Kemudian ia berbalik arah memanatap hara di balik kacamata hitamnya itu
" Apakah kau mengenalku?? " Tanya pria itu
"Mwo!!?? Bagaimana kau bisa bertanya seperti itu " Jawab hara sinis
"Apakah kau beneran lupa aku masi mengingatmu bahkan setelan yg kau kenakan, dan kacamata yg kau pakai sangat mirip dgn peria yg menabrakku, di klinik 1 jam yg lalu"
Pria itu terdiam dan sepertinya ia juga baru tersadar
"Oh itu mianhe nonna ,.. Akutadi sangat terburu buru "
"Baiklah aku maafkanmu lain kali perhatikan langkahmu berjalan" Ucap eunha yg kemudian pergi meninggalkan lelaki itu
Eunha melanjutkan mencari beberapa bahan yg perlu di beli
Selesai memasukkan beberapa bahan belanjaan ia berjalan menuju arah kasir
Memasuki antrian kasir lumayan lama , terlihat ada problem di depanya " Ada apa ini mengapa begitu lama " Tanya hara pada kasir tersebut .
"Ia tidak bisa membayar barang yg ia beli sedangkan kami tidak bisa void barang yg sudah di scan" Ucap kasir wanita itu
Melihat pria yg berdiri di sampingnya " Pria ini lagi" Batin Hara
"Baiklah ini " Memberikan Atm card kepada kasir untuk barang yg pria itu beli , dan memberikan belanjaanya untuk ia bayar bersamaan
"N nonna~gomawo aku merepotkanmu lagi" Ucap lelaki itu lirih Menatap Hara
Memasukkan belanjaan ke dalam kantong blanja , disusul pria itu berjalan di sampingnya bercerita sedikit tentang problemnya
bahwa dia telah menjatuhkan dompetnya ntah dimana segala cash, dan atm card berada di dalamnya , mendengar hal itu hara berhenti sejenak
Mengingat ia tadi menemukan dompet di klinik
" Tunggu , kau menjatuhkan dompet kulit berwarna hitam bukan? " Tanya hara
"Aku tadi menemukanya di depan klinik saat kau menabrakku tadi, baiklah ikut denganku"
Pria itu menawari hara untuk menaiki mobilnya dan menuju klinik yg mereka datangi tadi
Hara mengikuti langkah lelaki itu berjalan menuju mobilnya .
Memasuki mobil pria itu, Hara melihat sekeliling mobil di kursi blakang yg nampak berantakan barang belanjaan ,dalam diam ia memperhatikan gerak gerik lelaki itu yg sedikit aneh , bahkan ia tidak membuka maskernya sama sekali
Melihat jari jari tangan lelaki itu yg mungil imut
Terdapat 3 cincin di beberapa jarinya , yg sedang memegang setir
Tiba tiba terdengar suara ponsel segera hara mengecek ponselnya yg ternyata bukan dering ponselnya , itu adalah dering ponsel milik pria itu
" Tunggu sebentar nonna " Ucap pria itu menghentikan mobil di tepi jalan
📞"Yoboseoo~ jimin ah~"
"Ne hyung ?? Ada apa"
📞" Mengapa kau begitu lama , kami akan mati kelaparan "
" Tunggu sebentar aku akan segera kembali, aku ada urusan penting"
Pria itu mematikan ponselnya , dan melanjutkan perjalanan
Hara yg sedari tadi berfikir "Jimin .. Apakah jimin bts" ,! "Ah tidak mungkin ia bertampang seperti aneh so weird! " " But ... Suaranya yg lembut sangat m... M Mmirip" " Ah tidak mungkin"
Batin Hara berfikir keras tentang panggilan telfon pria itu , yg mirip dengan seorang yg Hara kenal
Setiba di klinik , segera hara turun dari mobil di ikuti oleh pria itu
"Annyeong eomonni .. Aku adalah wanita yg manaruh dompet terjatuh disini , apakah kau mengingatnya? " Tanya hara pada penjaga klinik
"Ah ne, baru beberapa jam lalu" Jawabnya
"Ini adalah pria yg memiliki dompet tersebut" Ucap hara menunjukk pria tersebut
"Apakah itu benar?? Biar kita semua aman bolehkah aku mengeceknya untuk melihat identitas pemilik dompet ini " Menatap hara dan pria itu. Mereka berdua saling mengangguk
"Park jimin"ucap penjaga klinik membaca nama asli di identitas tersebut , kemudian pria itu membuka masker dan kacamatnya menunjukkan wajahnya jika itu sesuai dengan foto di kartu identitas
" Mwoo!!! " Batin Hara yg berada di samping pria itu terlalak kaget tanpa suara
" Ah kau adalah park jimin Member bts" Ucap penjaga klinik terkejut
"Ne benar ... Syuuutt jangan beri tahu siapapun" Ucap jimin berbisik
Mengambil dompetnya dan memberi tipping kepada penjaga klinik itu karena sudah mengamankan dompetnya , kemudian ia kembali memakai masker dan kacamatanya kembali..
Menatap hara yg terpaku diam di sampingnya
"Nonna??!! " Panggil jimin
"Ah ne !!? " Jawah hara terkejut menatap jimin
"Ah ne ,.. Aku akan berjalan pulang " Berjalan hendak mendahului jimin
"Tunggu" Teriak jimin "aku belum bertrimakasih padamu dan mengganti uang yg kau gunanakan untuk membayar belanjaanku tadi "
"Berikan hpmu aku akan scan barcode untuk mentransfer uangnya sekarang "
" Aku meninggalkan ponselku dirumah mianhe"jawab hara
Dengan badan yg tremor , dalam jantung hara berdetak kencang menggebu gebu tidak karuan ingin ia berlari dan berteriak bersikap aneh .
"Kuharap kau akan menjaga rahasia ini jgn publish dan memberitahu kepada org org" Ucap jimin lirih
Memberikan ponselnya kepada hara untuk mencatat nomer telfon milik hara ,
Hara berfikir bahwa dirinya telah bermimpi apa semalam berasa dirinya sedang berada di dalam mimpi , dengan kejadian hari ini yg begitu membingungkan namun ada kejutan begitu spesial baginya dapat melihat sangat dekat sosok yg slama ini iya idolakan , namun ia harus sengaja memasang expresi biasa saja tidak menunjukkan sifat gilanya berusaha tenang dan bersikap tenang .. Meskipun menahan suara hati yg ingin teriak kencang