
Happy reading guyss💞
.
"Ihh kenapa lo ga bilang sihh,kan gue kelewatann"ucap el kesal dan pergi dari hadapan evan.
Evan hanya menggedikan bahu nya tak tahu.
Bibir El masih belum berhenti memaki dan mendumel evan,untung saja ia pakai masker dan orang orang disana tak melihat nya yang sedang mendumel.
El melihat papan nama yang tergantung di depan pintu
Ruangan Direktur Utama/Chief Executive Officer(Ceo)
Tanpa basa basi lagi el masuk kedalam ruangan itu dan melihat papa nya yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya.
"Papaaaa"ucap El dan berjalan ke meja papanya
Papa el terkejut dan melihat el yang sudah ada di depan pintu ruangannya
"Loh El,kamu udah sampai,kapan?"tanya papa dan El pun memeluk papanya,papa el membalas pelukan el.
"Papa el kangennn,tadi jam 11:30"ucap el masih memeluk papa nya
"Mama mana?"tanya papa lagi dan melepaskan pelukannya
"Mama sama kak Lia ke RS,katanya ada yang mau operasi"ucap El dan mendudukan bokong nya di sofa yang ada di ruangan itu.
"Evan?"tanya papa lagi.
"Evan di ruangannya,ihh papa kok ga nanyain El,kabar El gimana,El sehat ga,El udah makan atau belum,El udah mandi atau belum"ucap El kesal pasalnya papa nya terus menanyakan orang yang tidak ada di sana.
"Hmmm,anak papa cemburu nihh ga di tanyain"bujuk papa.
"Ihh papa mah ga asikk"ucap El dan kembali merajuk.
"Lahh anak papa ngambekk"ucap papa masih menggoda el.
Papa el melihat jam yang melingkar di tangan nya.
"12:30"gumam papa el.
El kamu bantuin papa panggil wakil di Direktur,suruh dia keruang meeting,bilang meeting nya mau mulai"ucap papa el dan beranjak dari sana.
"Papa mau kemana?"tanya el melihat papa nya pergi
"Papa mau ke bawah dulu mau ngambil barang,kamu panggilin ya"ucap papa el dan el hanya mengangguk.
El beranjak dari kursinya dan keluar dari ruangan itu.
El menoleh ke kiri dan ke kanan,ia sedang mencari ruangan yang di suruh papa nya tadi.
El membaca semua papan nama yang tergantung di setiap ruangan itu.
"Ruang sekretaris"
"Ruang manager"
"Ruang wakil direktur"
"NAHHH INI NIHH,LU DARI TADI GUE CARIIN KEMANA AJEE JUBAEDAHHHH KAN GUE JADI PUSINGG"ucap el berteriak heboh seteleh menemukan ruangan yang ia cari,semua orang melihat ke arah el,tapi el tak memperdulikannya
"Ehh bentarrrr"ucap el,ia memiringkan badannya ke samping untuk melihat papan nama yg ada di samping ruangan itu.
"R U A N G D I R E K T U R U T A M A"El mengeja papan nama tersebut dengan pelan.
"WHATTT DI SAMPING RUANGAN PAPA!"pekik el kaget,bagaimana tidak,el sudah cape berjalan dan ternyata di samping ruangan papa nya sendiri..
"Wahh gila nihh ngajak gelud emang nih ruangan"ucap el kesal.
Tok tok tok
El mengetuk ruangan itu cukup keras
"Masuk"ucap seseorang dari dalam ruangan itu.
Ceklek
El membuka pintu itu dan mengedarkan pandangannya ke dalam ruangan tersebut.
"El"batin Al.
"Permisi pak,itu a-anu di suruh ke ruang meeting sama bapak Aryan"Ucap El sedikit gugup,bagaimana tidak gugup pasalnya ia sedang melihat ciptaan tuhan yang nyaris sempurna.
"El kamu?-"
"Bapak kenal saya?"El memotong ucapan Al sebelum al selesai berbicara.
"K-kamu ga ingat sama aku?"ucap Al,dan berdiri menghampiri El.
Fyi!
Tiga tahun yang lalu,tepat di hari kelulusan El,ia mengalami kecelakaan parah,dan membuat semua ingatan nya di masa lalu hilang permanen,tidak ada yang bisa ia ingat,bahkan untuk mengingat keluarga nya sendiri El membutuhkan waktu satu bulan lebih,dan El berhasil mengingat keluarga nya,tapi tidak dengan ingatan nya yang lain,dan sampai sekarang ingatan el masih belum pulih,El melupakan semua nya,bahkan dengan Ghea sendiri El tidak ingat,dan begitu juga dengan Al.
Dan satu tahun yang lalu,Oma El menghembuskan nafas terakhir nya,membuat El sangat terpuruk,bahkan kesehatannya juga memburuk dan,hampir saja kondisi ingatan El hilang kembali,jika saja tidak di obat dengan cepat.
_________
"Kamu bercanda kan El?kamu benaran ga ingat?aku Al,Alvaro El,kamu benaran ga ingat?"ucap Al memastikannya.
"Maaf pak,mungkin salah orang kali,saya Permisi dulu"ucap El cepat, dan pergi dari ruangan Al.
....
"Al,El udah balik dari london tadi siang,kamu udah ketemu sama El kan?"tanya papa pada Al.
"Udah pa,tapi-"
"Ingatan El hilang"papa memotong ucapan Al,
Deg...
"Ga mungkin kan El,kamu benaran lupa sama aku?"batin Al.
Ceklekk.
"itu -"
"Astagfirullahalazim El"ucap papa terpotong karna kaget saat melihat El yang sedang tertidur di bangku papa nya dan kaki nya di letakkan di atas meja.
"El bangun"ucap papa pelan membangunkan El.
"Eughh"lenguh El.
"Papa udh selesai meeting nya?"tanya El dan mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Udah"ucap papa
"Pa El mau na-"
"Nah ini pa,dia siapa?tadi dia ngaku-ngaku kenal sama El,tapi El ga ingat apa apa"ucap El cepat ketika melihat Al,dan menunjuk-nunjuk Al.
"El,dengerin papa dulu,kamu tau kan,ingatan kamu dimasa lalu hilang?"tanya papa pada El pelan,dan El hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Dia Alvaro Kevin Angkasa,teman kamu pas SMP-SMA"lanjut papa.
"Tapi El benaran ga kenal pa,El ga punya teman namanya Alvaro"bantah El.
"sakit banget El,kamu bicara kek gitu" batin Al.
"Yaudah kalau kamu belum kenal,kenalan dulu"ucap papa.
"Kenalin saya Alvaro Kevin Angkasa"ucap Al berkenalan dan mengulurkan tangannya.
El menerima uluran tangan Al.
"Susan"jawab El hanya memperkenalkan namanya singkat,dan menerima uluran tangan Al.
"Kok susan sih El,nama kecil kamu dong El aja"bantah papa
"Yang boleh panggil El itu cuma orang yang dekat sama El aja paa"ucap El tidak terima.
"Tidak,papa tidak terima alasan,palingan sebentar lagi kamu juga dekat sama Al"ucap papa tegas.
"Terserah papa deh"pasrah El dan membuka hp nya.
papa El hanya menggelengkan kepala nya.
"Papa"panggil El.
papa el dan Al pun menoleh ke arah el.
"apa?"jawab papa
"nyapa doang"ucap El dan kembali memainkan hp nya.
papa el dan Al melongo melihat el.
"sehat kamu?"tanya papa lagi.
"Ga pa,El kena demam ayank"ucap El ngelantur.
"maksud kamu?"tanya papa tak paham.
"Eh,itu ga ada lupain"elak El.