I'm Not an Angel

I'm Not an Angel
Bab 14 Bukannya Sok Keras



Angel membuka toplesnya untuk mengambil satu kue di dalamnya dan menggigitnya kecil.


"Gimana enakkan?"


"Biasa aja." Jawab Angel datar.


Mendengar jawaban Angel, Lucas merebut toples kue miliknya.


"Kalau gak enak ngapain dimakan?"


"Aku kan gak ada bilang gak enak. Dan juga aku cuman nyoba. Emang salah, yang nawarin juga siapa tadi. Dasar pelit." Angel mencemooh Lucas dengan menjulurkan lidah tidak mau kalah.


Angel menghabiskan satu kue yang ada ditangannya. Saat itu juga mobil Lucas berhenti di depan rumah produksi.


"Tunggu sih bentar. Awas aja kalau makan lagi kuenya." Lucas membuka pintu mobilnya dan berlalu pergi.


Angel mengerutkan keningnya mendengarkan perkataan sinis Lucas.


Lucas kembali membawa kantong plastik. Dan menaruhnya di sampingnya, ternyata isi dari kantong itu adalah beberapa toples kue kering keju.


"Wah, ini kamu makan sendiri?"


"Yaiyalah aku emang suka. Ini juga untuk di rumah jadi aku pesen banyak." Jelas Lucas dengan tetap memperhatikan yang ada di depannya.


"Kenapa gak coba bikin kue kering sendiri?"


"Pernah coba tapi akhirnya dapur rumah aku meledak kayak kapal pecah."


"Meledak? Segitunya. Hahaha." Angel tertawa terbahak mendengar Lucas.


"Kamu bisa ketawa?" Lucas menoleh kearah Angel tersenyum menaikkan alisnya.


"Ah enggak kok. Kamu salah lihat." Angel mengalihkan pandanganya ke jendela mobil di sampingnya.


Perbincangan mereka sampai disitu saja. Mereka hanya terdiam selama perjalanan pulang.


Tidak sadar mobil sudah berhenti tepat di depan rumahnya. Angel berterima kasih kepada Lucas. Lucas hanya tersenyum sebagai balasannya, Angel keluar dari mobil Lucas dan berjalan menuju halaman rumahnya.


Angel memperhatikan parkiran mobil yang tepat berada disamping rumahnya terlihat kosong. Ia pun menyimpulkan bahwa Pak Sam tidak berada di rumah.


Angel memasuki rumah dan di sambut oleh Bi Murni.


"Bi, Pak Sam kemana?"


"Setau Bibi Pak Sam di telpon Bapak suruh ke kantor."


"Loh kenapa gak bilang Angel sih? Tadi gak dianter, masa sekarang gak dijemput juga. Papa juga sibuk banget. Hmph!" Angel merengut wajahnya.


"Hah? Pak Sam gak bilang? Jadi, Nona dari tadi nunggu di sekolah dong."


"Iyalah." Angel menggagukkan kepalanya dengan wajah cemberut kesal.


"Lah terus dianter siapa pulangnya?"


"Lucas tadi."


"Oh Lucas. Baguslah." Bibi terlihat tersenyum mendengar kata Lucas dari Angel.


Angel merasa ada sesuatu yang aneh dari Bi Murni. Bi Murni malah tersenyum setelah mengetahui ia pulang dengan Lucas.


"Iihhh, Bibi aneh. Malah bagus senyum-senyum gitu lagi. Yaudah deh Angel ke kamar." Keluh Angel menatap bibi cemberut.


"Hahaha iya iya. Jangan lupa makan ya."


Angel hanya mengisyaratkan tangan berbentuk oke dan kembali ke kamarnya.


Ia meletakkan ransel sekolah itu di meja belajarnya. Angel melirik tas kertas oleh-oleh yang diberikan Lucas kemarin. Karena kemarin perasaannya begitu mendung sampai-sampai ia melupakan tas kertas itu. Dan sekarang rasa penasaran dengan isinya tas kertas itu menghantuinya, Angel segera mengeluarkan apa yang ada di dalam tas itu.


Ada 5 kotak dan 3 kemasan plastik di dalam tas kertas itu, 3 kotak diantaranya adalah makanan. Angel membuka 2 kotak lainnya yang berisi barang cendramata misterius.


Wahh! Cantik banget.


Didalam kotak pertama itu ada kalung dengan liontin batu merah bulat tepat di tengah lempeng berbentuk bulan sabit dan kotak lainnya berisi 3 macam tali jam kulit dengan bahan dan motif yang berbeda.


Lucas baik juga. Kita belum sedekat nadi tapi loyal banget beliin buah tangan yang keliatannya mahal gini. Hmmm.. harganya berapa ya?


Seluruh isi tasnya ia lemparkan ke sembarang tempat.


Dimana hp aku?


Ia mengerutkan keningnya berpikir terakhir kali menggunakan ponselnya.


Angel telah mengobrak abrik tempat yang ia lalui terakhir kali dan ia masih belum menemukan ponselnya.


Lucas?


Aahhrrrgggg..... Kenapaaa? Hari-hariku selalu bersangkutan dengan dia.


Angel menjambak rambutnya kasar frustasi.


Di dalam mobil Lucas melirik tempat duduk Angel dan melihat layar ponsel yang tiba-tiba hidup. Terlihat wallpaper layar kunci di ponselnya adalah foto Angel.


Lucas tersenyum melihat ponsel Angel berada di mobilnya.


Keesokan harinya....


Mark teman dekat Lucas terlihat berjalan di depan kelasnya. Angel segera menghentikannya.


"Mark, tunggu bentar."


Mark pun berhenti memutar badannya menghadap Angel. Irfan menaikan kedua alisnya bertanya.


"Lucas dimana?"


"Ciee cariin Lucas." Ledek Mark dan mendapatkan tatapan tidak senang dari Angel. Mark sontak tersenyum takut dengan Angel dan segera memberitahukan keberadaan Lucas.


"Lucas ada di lapangan basket."


"Oke makasih." Angel segera mencari Lucas di lapangan basket.


Kemarin Angel terus menggerutu karena ponselnya tertinggal di mobil Lucas. Dan ia terus mengumpat Lucas yang tidak mengantarkan ponsel miliknya. Hari ini Angel segera meminta ponselnya yang tertinggal karena takut isi dari ponselnya dibongkar karena ponselnya itu tidak memakai kunci keamanan.


Sebelum pergi menuju lapangan basket, Angel memutuskan mampir sebentar ke toilet untuk merapikan rambutnya yang ia rasa sedikit berantakan.


Tetapi, pintu toilet malah terkunci saat ia memutar gagang pintu. Terdengar suara samar-samar dari balik pintu. Angel mendekatkan telinganya ke pintu, ada suara perempuan yang meminta ampun untuk dengan pelan. Ia pun cepat-cepat mendobrak pintu toilet setelah mendengar suaranya.


Orang yang berada di balik pintu itu pun tersentak kaget setelah seseorang memaksa masuk toilet dengan mendobrak pintu dengan kasar.


Angel melihat seseorang terkulai lemas dengan baju basah, ia menjadi teringat kejadian yang mirip yang pernah dialami dulu.


Angel berdiri menatap mereka tajam.


"Eh siapa lo? Berani-beraninya ikut campur."


Mereka perlahan mendekati Angel dengan sikap siaga.


"Eh jangan belagu deh jadi orang. Kalian tuh baru aja masuk SMA eh udah cari masalah." Angel berkacak pinggang melihat tingkah mereka berempat.


"Heh, bukan urusan lo. Terserah kitalah."


"Hmph. Bocah!" Angel tersenyum sinis di balik maskernya melihat adik kelasnya yang bersikap sok.


Seorang temannya yang membawa tongkat kayu, mengayunkannya ke Angel. Namun, karena ketangkasannya dengan sigap Angel menangkap tongkat kayu itu dan malah berbalik ke arahnya.


"Cepet, aku kasih kesempatan untuk mukul aku. Keroyokan juga boleh." Terlihat dari matanya, Angel tersenyum ramah dihadapan musuhnya itu


"Siapa sih lo."


"Mau tau siapa aku?" Angel melepas masker yang sengaja ia pakai untuk menemui Lucas. Dan siapa sangka orang tidak mengenalinya.


"Ka-Kakak Angel?" Salah satu mereka tampak gugup setelah mengetahui kalau itu adalah Angel.


"Kenapa kaget ya?"


Angel membuang napas berat melihat nyali mereka yang tiba-tiba ciut setelah mengenali dirinya.


"Haahhh... Mendingan kalian pergi deh. Karena aku masih baik. Dan satu lagi jangan pernah ganggu dia, kalau ketauan kalian masih ganggu dia siap-siap aja." Angel mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum.