
"pak , Reina memukulku tadi" ujar Sheila
" Reina, kenapa kamu memukul kakakmu ? " tanya bapak dengan nada marah,
" *Tidak pak, kakak yang memukulku lebih dulu , jadi aku membalasnya" ujarku
" Tidak , Reina yang berbohong pak* " seru Sheila,
" iya pak , mungkin saja Reina yang berbohong, karena kan bapak bisa lihat sendiri, tadi pagi Reina sudah berbohong " ujar ibu tiriku
" Apa benar kamu berbohong lagi , Reina ?" ujar bapak
aku menggelengkan kepala ku
lalu Sheila berkata,
"bohong pak"
dan lalu aku pun berkata,
"Kakak yang berbohong pak , bukan Reina"
dan kemudian bapak berkata
" baiklah, kalau seperti itu sebaiknya kalian segera berbaikan dan kita makan malam bersama"
Dan kemudian aku pun berbaikan dengan Sheila, walaupun sebenarnya terpaksa,
Esoknya,,,,
kejadian kemarin terulang kembali, aku bermimpi berada di tempat itu lagi , dan aku juga bertemu ibu tapi sekarang aku melihat bukan hanya ibu yang memelukku seperti kemarin, tetapi mereka semua, ya,,,,
**para putri duyung itu,,,
dan sesaat kemudian**,,,,
"*Reina, bangun , dasar pemalas cepat bersihkan semua ini "
**ya , tentu kalian tahu suara siapa itu,
yup, suara ibu tiri ku***
huh, ibu sama anak sama saja , pikirku
"cepat, Reina" ujar Sheila, kakak tiriku
" iya , aku akan segera turun " seruku
lalu aku membuka pintu kamarku lalu menuruni tangga kayu yang sudah rapuh itu,
" iya Bu, kak, ada apa ?" seruku
" cepat kamu bersihkan seluruh rumah ini, mulai dari halaman hingga dapur, dan jangan lupa bersihkan juga perabotan itu" seru ibu tiriku
" oh iya, cuci baju-bajuku itu sampai bersih, dan setelah itu kamu jemur , dan kalau sudah kering jangan lupa di setrika" seru Sheila
"oh ya, jangan sampai kamu rusak ya baju-baju ku itu, karena itu harganya mahal ya, dan kamu pasti gak punya " lanjut Sheila
" tapi kak, Bu , kenapa harus aku, " seruku
" aku kan bukan pembantu disini " lanjutku
" iya , kamu emang bukan pembantu di rumah ini , tapi emang nya kamu mau menolak perintah ibumu sendiri, hah?
ibumu ini kan capek, terus nanti kuku-kuku ibu yang cantik ini rusak," seru ibu tiriku
"iya tuh, bener" Lanjut Sheila
tunggu , sejak kapan mereka berdua berhak untuk memerintah ku sesuka hati mereka, capek? , lah bukannya dari tadi cuman ngurusin kuku-kuku nya doang ya
walaupun sebenarnya aku tidak suka ada orang yang memerintah ku sesuka hati mereka, tapi apa boleh buat mereka sekarang sudah menjadi keluarga ku, dan Sheila sudah menjadi saudari tiriku dan ibunya kini menjadi ibu tiriku
aku melaksanakan semua tugas yang diberikan oleh mereka dan aku sangat ingin istirahat,
"fyuhhh akhirnya selesai juga pekerjaan ku, akhirnya aku bisa beristirahat" batinku
lalu aku diam-diam pergi ke kamar ku agar mereka tidak bisa menyuruh-nyuruhku lagi, dan aku tidak lupa mengunci pintu kamar ku agar mereka tidak mengambil barang-barang berharga peninggalan ibuku yaitu,, mutiara pink yang berkilau, saat aku sedang sedih aku berbicara dengan mutiara pink itu, dan seakan-akan aku mendengar seseorang bicara, tapi aku tahu itu tidak nyata ya ,, setidaknya aku pikir itu tidak nyata ,
" fyuhhh, lega rasanya bisa istirahat juga , akhirnya aku bisa tidur dan aku berharap aku bisa bermimpi seperti tadi lagi, aku sangat merindukan ibu, walaupun aku tidak bisa bertemu dengannya secara langsung, tetapi , aku bisa bertemu dengannya di dalam mimpiku"
BERSAMBUNG,,,,,,