
Di suatu malam yang tenang, ada sebuah petir yang sangat kencang,ibuku khawatir karena ayahku belum juga kembali dari melaut, lalu ibu keluar rumah untuk melihat keadaan diluar , lalu ibu meninggalkan ku di rumah sendirian, saat aku melihat keadaan diluar aku melihat ibuku berada di ujung pantai, aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh ibu, lalu tiba-tiba petir yang sangat amat kencang datang, lalu saat aku lihat keluar ,ibu sudah tidak ada , lalu ayah pulang dan langsung memelukku , aku tidak tahu apa yang terjadi , hal ini terlalu sulit untuk dimengerti seorang anak berusia 4 tahun ,tapi seiring berjalannya waktu aku pikir aku akan melupakan kejadian itu dan berpikir bahwa ibu sudah meninggal.
(kadang yang sebenarnya terjadi tidaklah seperti yang kau bayangkan)
8 TAHUN KEMUDIAN,,,
bulan ini usiaku 12 tahun,,
8 tahun setelah kepergian ibu
kujalani hari-hariku seperti anak-anak pada umumnya,,
bersekolah, bermain , kadang membantu ayahku mencari ikan di laut
aku sudah melupakan semua kejadian itu, karena jika aku mengingatnya hanya akan membuatku sedih dan jika aku sedih , orang-orang disekitarku juga akan sedih, dan aku tidak suka melihat orang lain sedih
aku sangat bahagia dengan hidupku saat ini
bermain bersama teman-temanku dipinggir pantai, mengumpulkan kerang dan lain-lain
aku mempunyai seorang sahabat bernama Vania, dialah satu-satunya sahabatku ,,,,
tidak banyak yang ingin bersahabat denganku , atau bahkan hanya sekedar berbicara kepadaku pun mereka ragu,
mereka berkata kalau aku adalah anak yang aneh,
aku pikir aku memang berbeda , akan tetapi bukan aneh, tapi unik
aku memang aneh dan berbeda dari anak -anak lain di desa ku
mereka lebih sering bermain ,bermain , dan , bermain
dan setiap kali mereka mengajakku main , aku selalu menolaknya ,
karena aku lebih suka membaca buku tentang ilmu pengetahuan , itulah satu-satunya hal yang membuat ku senang, selain ingatan tentang keluarga ku yang bahagia
suatu hari , di sekolah ku ada sebuah acara dan kami semua harus membawa orangtua kami ke sekolah,
tiba- tiba Vania bertanya kepada ku
"Reina,kamu besok lusa datang sama orangtua kamu kan ? papa sama Mama kamu ?"
lalu aku mendengar seseorang berbicara lantang tetapi dengan nada mengejek,
"ya ampun,,,,Vania dia kan gak punya ibu Reina kan cuman punya bapak, kita kan enak setiap hari rambut kita disisir sama ibu kita,, kalo dia mah mana pernah"
ujar Sheila , salah satu anak paling bandel di kelasku , dia selalu mengejekku , aku tidak tahu kenapa?,
"HAHAHA"
"hahahaha"
"iya, dia mah mana pernah"
aku tidak pernah peduli apa yang mereka bicarakan
aku hanya menganggapnya omong kosong belaka
"Eh,,kalian gak boleh gitu dong!"
ujar Vania
"biarin emang kenapa sih ? kan bukan urusan kamu!"
ujar Sheila
"sabar ya Reina,,,mereka nanti juga bakalan capek ngetawain kamu terus "
oh iya ,, sebelumnya Vania memang belum tahu kalau ibuku sudah tidak ada
esok harinya ,,,para nelayan sedang berdebat sangat hebat , karena ikan hasil tangkapan mereka sama sekali tidak ada , begitupula dengan ayahku
ia pulang dengan tangan kosong
"nak, nanti kita makan dengan tempe sama tahu saja ya,nak"
kata ayah
"memangnya apa yang terjadi ayah, kok ikan-ikan sudah tidak ada"
"bukan tidak ada nak ,tetapi kita harus mencari ikan lebih jauh lagi untuk mendapatkan hasil tangkapan yang banyak"
ujar ayah
"wah,,jangan jangan ini gara-gara duyung yang suka meresahkan kampung kita ya yah?, yang juga membawa pergi ibu dulu "
"sudah nak jangan berpikir yang tidak-tidak, lebih baik kita makan dulu"
ujar ayah
"baik , ayah"
SAMPAI JUMPA SEMUA NYA !!!!!!!!