
Aku terbangun di sebuah tempat, aku tidak tahu dimana aku Sekarang, aku merasa seperti diasingkan di sebuah negeri, saat aku melihat di sekelilingku, aku hanya melihat ekor ikan sedang berenang-renang, tetapi saat aku melihat dengan seksama ikan tersebut bukanlah ikan biasa, saat aku melihat secara keseluruhan ternyata itu adalah makhluk yang sangat aku benci, makhluk yang sudah membawa pergi ibuku, ya,,, itu adalah putri duyung, tapi sesaat setelah itu aku melihat ibuku tersenyum kepadaku, tapi kenapa aku dan ibuku berada di lautan, aku kan tidak pernah berenang, ataupun bermain di dekat laut, karena aku takut kejadian itu menimpaku juga, ya,,, kejadian yang menimpa ibuku beberapa tahun yang lalu,,,,,,,
Tapi aku tidak boleh menceritakan ataupun membicarakan kejadian itu lagi kepada bapak, karena aku tahu, dia baru saja melupakan kesedihannya karena ditinggal oleh ibuku, dan aku tidak boleh membuat bapak sedih,
TIBA-TIBA,,,,
"Reina, cepat kemari" ujar ibu tiriku
"Iya Bu" ujarku
ya ampun , apa aku harus bersih-bersih rumah dan tidak diberi istirahat seperti Cinderella??? ya ampun, apa dia tidak tahu bahwa aku sangat lelah dan ingin melanjutkan mimpiku yang indah!!!!
"Reina!! " ujar ibu tiriku
"iya Bu" ujarku
Dan,,,,aku pun menuruni tangga yang terbuat dari kayu dan rapuh itu,
"kamu ini ya, jadi anak kok males banget sih !!" ujar ibu tiriku
"iya Bu, maaf" ujarku
"seharusnya kamu tuh udah turun dari tadi , mulut ibu tuh capek manggil kamu terus, apa kamu nggak punya kuping atau gimana sih???" ujarnya
*Dalam hati*
kalo capek , ya nggak usah ngomel kali bu,
"Eh, Reina kamu tuh jadi anak tuh gimana sih" ujar ibu tiriku
"iya Bu, maaf" ujarku
" udah, cepet sana kamu cuci piring, abis itu cuci baju, jemur pakaian, setrika, dan habis itu baru kamu boleh istirahat, oh iya, sama perabotan dan halaman depan kamu bersihin , cepet sana " ujar ibu tiriku,
"baik Bu" ujar ku
*Dalam hati*
/Duh, bener aja kan apa yang gue pikirin tadi, udah kayak film aja/
dan Reina pun membersihkan semua itu dan melakukan apa yang diperintahkan oleh ibu tiri yang jahat itu,
"Eh, kebetulan Reina, nih cuciin sepatuku" ujar Sheila
"kak, aku baru aja ngelakuin pekerjaan dari ibu , aku capek kak" ujarku
"Eh, kamu kan punya tangan, kamu juga punya kaki , kenapa kamu nggak mau ngelakuin apa yang aku minta??!!!" ujar Sheila
"Lho, kakak kan juga punya tangan, kakak juga punya kaki, kenapa kakak gak bisa lakuin sendiri ?? " ujarku
"kamu ya, dasar adek durhaka!!!!"
lalu tiba-tiba Sheila menamparku dan aku pun membalasnya,
dan tiba-tiba , Sheila pun menangis dan pergi meninggalkanku,
"Bodo amat, ngapain aku ngurusin dia , lebih baik aku mengurus diriku sendiri saja," pikirku
Dan tiba-tiba, Sheila datang bersama ibunya dan memarahiku,
"Kamu ngapain mukul Sheila, emangnya kamu nggak diajarin sopan santun atau gimana sih ??!!" ujar ibu tiriku
"kakak yang mukul aku duluan" ujarku
"nggak mungkin, anakku nggak mungkin mukul kamu duluan, karena dia itu anak yang sopan , emangnya kamu nggak diajarin sopan santun" ujar ibu tiriku
/entah kenapa , kata-kata itu terasa sakit di hatiku /
/ itu terasa sangat sakit seperti ada sesuatu yang menusukku /
" Semuanya,,, bapak sudah pulang ! " ujar bapak,
d
/ yeeaay, ada bapak, bapak pasti membelaku / pikirku
Lalu tiba-tiba ,, Sheila memeluk bapak sambil menangis,
Bersambung,,,,,