
bapak menjelaskan kepada ku tentang semua kejadian itu,,
ibu Sheila kini menjadi ibuku dan Sheila menjadi saudariku atau lebih tepatnya saudari tiriku ,
"Nak kamu sudah sering sekali sendirian di rumah ,kini kamu punya ibu dan Shinta akan menjadi saudari mu , yang akan menemanimu selama kamu di rumah , kamu senang kan ? "
seru bapak
"iya pak,,,aku seneng banget ada orang yang bisa nemenin aku dirumah"
*dalam hati*
"ogah banget sodaraan sama dia"
BESOKNYA,,,,,
hoaaammm,,,,,semalam aku tidur sangat nyenyak,
aku membuka jendela kamar ku dan melihat matahari yang seakan-akan tersenyum padaku dan mengucapkan " selamat pagi Reina" dan aku melihat saudari tiriku yang masih tertidur lelap, lalu aku pergi meninggalkan kamar ku untuk sarapan, dan melihat ibuku ,, maksudku,, ibu tiri ku sedang menyiapkan sarapan dan berkata" Reina ayo makan sama - sama " dan aku melihat bapak sedang menunggu sarapan di meja makan, lalu beberapa saat kemudian, bapak menyuruh ku untuk memanggil Sheila agar kami bisa sarapan pagi bersama-sama, walaupun aku sedikit malas untuk memanggil nya, tapi tetap saja harus melakukan nya , bagaimanapun, dia sudah menjadi kakakku atau lebih tepatnya, kakak tiri ku , lalu aku berjalan menuju kamar dan memanggil Sheila atau sekarang apa aku harus memanggil nya " KAKAK" ? ya, itu yang benar walaupun aku tidak suka memanggil nya dengan panggilan itu, lalu aku mengetuk pintu kamar dan memanggil nya, "Kak, bangun kak, ayo kita sarapan bareng " dan Sheila berkata " Ya ampun , apaan sih berisik banget, iya aku bangun , udah sana pergi, nanti aku sarapan sendiri aja"
dan aku pun berkata, "Tapi kak, bapak menyuruh kita untuk sarapan bersama kak"
"Ya ampun , bisa gak sih kamu tuh ngehargain orang dong , aku kan lagi tidur malah dibangunin, itu namanya gak sopan tau, ya sudah aku sarapan"
ujar Sheila
SAAT SARAPAN,,,,
"Bapak, tadi pas aku lagi tidur malah dibangunin sama Reina, udah gitu dia malah teriak-teriak gak jelas pak"
ujar Sheila
"Ah bohong kamu"ujar Sheila
" justru Kakak yang bohong" ujarku
"kamu" ujar kak Sheila
"kakak yang bohong" ujarku
"kamu"ujar Sheila
"kakak" ujarku
"pak, Reina yang berbohong pak, bukan aku " ujar Sheila
"Nggak kok pak , aku nggak bohong , kak Sheila yang berbohong pak" ujarku
" Sheila, apa benar kamu yang berbohong" ujar bapak
"Nggak kok pak " ujar Sheila
"Sheila nggak mungkin bohong pak, saya tidak pernah mengajarkannya untuk berbohong " ujar ibu tiriku
" Reina, bapak tidak pernah mengajarkan kamu berbohong, kenapa kamu berani sekali berbohong di hadapan kakak dan ibumu! "ujar bapak"
" tapi pak,," ujarku
" tidak ada tapi !" ujar bapak
" Reina tidak berbohong pak" ujarku
lalu aku melihat Sheila dan ibunya tersenyum karena bapak memarahiku, dan aku melihat tatapan kemarahan bapak yang tertuju kepada ku,
lalu aku berlari ke kamar ku, aku merasa sangat sedih karena bapak percaya kepada Sheila yang bahkan bukan anak kandungnya tapi bapak marah dan tidak percaya kepada anaknya sendiri yaitu aku, aku berharap ibu ada disini dan memelukku dan seketika aku merasa ada seseorang yang memeluk dan mencium pipiku, aku tidak tahu siapa itu, tapi aku berharap itu adalah ibuku, aku tidak tahu dimana dia sekarang dan sangat,,,sangat,,,,sangat merindukannya