I AM THE KING

I AM THE KING
Eps. 4 (Kenapa?)



"Kenapa pangeran disini?" Tanya seseorang.


"Eh? Rion? ke-kenapa bisa kesini?" Tanya balik Hiro yang sangat terkejut


"Dia siapa Hiro?" Tanya Rey


"Di-dia salah satu pelayan di kerajaan, Kumohon jangan beritahu siapa siapa kalau aku disini Rion." Pinta Hiro


"Hmm..Baiklah. Tapi kenapa pangeran pergi jeluar kastil? tidak biasanya." Tanya Rion


"Aku jenuh di kastil terus. Jadi aku diajak Rey temanku keluar." Ucap Hiro


"Eh, pangeran punya teman? bagaikan mimpi!" Ujar Rion


Mereka tertawa bersama, lalu Rion ikut mereka berdua berjalan jalan.


"Umm rion, apa kamu punya uang? aku pingin beli pedang mainan itu." Tanya Hiro


"Apapun kubelikan untuk pangeran, tenang saja." Jawabnya


Rion memang pelayan yang baik hati.


"Um tuan, saya mau beli pedang itu. Berapa ya harganya?" Tanya Rion kepada penjual


"Ah ini, seribu keping emas." Jawab si penjual


"A-aapaa??! Uh..Maaf pangeran aku tidak punya uang sebanyak itu, hehe." Ucap Rion


"Haduh, kalian memang benar benar aneh ya, Jika kamu memang benar benar mau beli, Hiro. Aku akan belikan." Ujar Rey.


"Se-Serius Rey?" Tanya Hiro


"Yups. Tunggu ya." Ucap Rey


...****************...


(5 menit kemudian)


"Nih Hiro, Pedang mainan yang kamu inginkan." Ucap Rey sambil menyerahkan pedang itu kepada Hiro


"Wah, terima kasih Rey. Kamu baik sekali." Balas Hiro


Mereka berkeliling pasar lagi dan membeli cemilan. Mereka duduk di bangku taman, dan bermain-main.


"Huh, bermain lah selagi bisa pangeran. Bermainlah selagi bisa." Gumam Rion


"Eh? Kau bilang apa? Ternyata kau akan melaporkan Hiro ya!" Teriak Rey.


"Uhh, Dia berhasil kabur Hiro. Sebaiknya kita juga pulang sebelum orang itu melaporkan mu ke Raja Ensai." Ujar Rey


Mereka pun berlari ke arah kerajaan.


"Baiklah Hiro, kamu langsung ke kamar mu saja. Aku mau pulang dulu, Bye!" Kata Rey


Rey pun berlari menjauhi kerajaan.


(Sementara itu di singgasana Raja Ensai)


"Yang mulia, saya melapor Pangeran tadi keluar kerajaan tanpa izin!" Ucap Rion


"Apa?! beraninya bocah itu! Apa kau tidak bohong? awas saja jika bohong! ku penggal kepala mu!" Terial Raja Ensai


"Saya tidak bohong yang mulia, saya melihat pangeran di pasar dengan mata kepala saya sendiri." Ujarnya


Mereka pun ke kamar Hiro untuk mengecek apakah perkataan Rion benar.


"Hey Hiro, Keluar jika kau didalam!" Teriak Raja Ensai


"Ya ayah? kenapa anda mencari saya?" Tanya Hiro


"Ta-tapi..Ba-Bagaimana bisa?" Ucap Rion dengan gagap


Hiro tersenyum kecil menahan tawa.


"Urghh..Rion! Beraninya kau berbohong. Pengawal bawa dia! Masukkan ke penjara. Besok dieksekusi!" Teriak Raja Ensai.


Para pengawal pun menyeret Rion ke sel tahanan. Itulah akibatnya jika menjadi seorang pengadu. Mulai saat itu Hiro mencoba untuk tetap waspada kepada siapapun meski itu Pelayan atau Pengawalnya sendiri. Karena ia tidak mau kejadian itu terjadi lagi. Apa lagi jika yang mengadu terbukti salah dan dihukum.


"Haah, Kukira para pelayan bisa dipercaya semua, ternyata ada juga yang seperti dia." Gumam Hiro


Hiro kembali rebahan di kasurnya. Ia tidak sabar menunggu hari esok untuk bermain dengan Rey lagi. Sepertinya ia sangat senang berteman dengan Rey.


"Haah lebih baik aku tidur sekarang dan bangun besok!" Ucapnya


Ia pun tertidur dengan lelap


------------------\>\>\>\>\>BERSAMBUNG


Thanks For Reading ^_^


Sebelumnya saya minta maaf karena agak telat Up nya. Dikarenakan saya juga sedang membuat Novel On Going di Platform lain. Hehe sekali lagi saya minta maaf 🙏