
Hiro sangat terkejut ternyata orang yang dibunuh oleh ayahnya adalah, Um dia juga tidak tau. Tapi dia mengenakan pakaian yang kumuh, tidak seperti bangsawan lainnya. Orang itu lebih mirip seperti rakyat.
"Apa yang sebenarnya terjadi ayah? siapa orang itu?" Tanya Hiro
"Wah, tak kusangka tambah umur kau makin banyak bicara ya, apa kubunuh saja sekarang?" Ucap Raja Ensai sekaligus ayah Hiro
Hiro takut mendengar perkataan ayahnya, ia segera keluar dari ruangan itu dan memanggil pelayan dan memberitahu kejadian yang ia lihat.
"Pelayan, itu, ada orang yang dibunuh ayah lagi." Kata Hiro
Para pelayan tidak terkejut, karena hal seperti itu sudah biasa. Apalagi tadi orang yang dibunuh Raja Ensai ternyata rakyat yang protes dan masuk kerajaan begitu saja. Para pelayan memberi tahu Hiro bahwa rakyat itu yang salah.
"Tidak! meski ia menerobos masuk, bukan berarti harus dibunuh kan? Raja macam dia pantas diganti!" Teriak Hiro.
Hiro berlari ke kamarnya. Ia tak percaya ternyata pelayan nya sendiri berpikir sempit seperti itu. Hiro berbaring di kasur nya. Ia segera menutup matanya, dan tertidur.
...****************...
"Ahhh sudah pagi ya" kata Hiro dalam hatinya
Ia tidur dengan nyenyak semalam. Segeralah ia ke kamar mandi. Setelah mandi ia berjalan jalan lagi melihat lingkungan kerajaan.
"Heiii...Hiroo!" Teriak seseorang
Rupanya Rey, dia berlari ke arah Hiro.
"Eh Rey!" Balas Hiro
"Hiro, ayo kita keliling kota. Ada pertunjukkan seni bela diri lho." Ujarnya
"Um, aku belum pernah keluar kerajaan selama ini. Aku gak tau apakah boleh keluar." Ucap Hiro
"Oh begitu, humm bagaimana kalo kita diam-diam saja. Sebisa mungkin jangan ketahuan. Ayokah Hiro." Ajak Rey.
Setelah berkali-kali membujuk Hiro akhirnya ia mau ikut Rey.
"Baiklah Rey, aku ikut. Tapi jangan pulang terlalu lama ya." Kata Hiro
"Iya iya. Tenang saja." Balas Rey
Mereka berdua pun keluar istana diam diam, tanpa diketahui siapa pun. Karena Hiro belum pernah keluar istana, jadi rakyat pun tidak tahu wajah Pangeran Ensai seperti apa.
"Um, Rey, jadi di mana pertunjukan bela diri itu?" Tanya Hiro kepada Rey
Setelah berjalan 20 menit akhirnya mereka sampai. Disana sangat ramai. Hiro tampak bahagia melihat keramaian dan keseruan itu. Ia kagum dengan para ahli bela diri itu.
"Wah, rasanya aku juga ingin ikut pelatihan bela diri." Ujar Hiro
"Kalo begitu ayo kita daftar pelatihannya." Ajak Rey
"Ah tidak mungkin, jika ketahuan pasti aku dihukum." Ucap Hiro
"Coba saja dulu. Pasti ayahmu tidak marah melihat anaknya ingin menjadi kuat." Ucap Rey untuk meyakinkan Hiro.
"Baiklah, tapi jangan bilang siala siapa ya kalau aku Putra Raja Ensai." Kata Hiro
"Okee, Yey, ayo buruan daftar!" Ajak Rey sambil menarik tangan Hiro
Mereka akhirnya berhasil mendaftar ke pelatihan bela diri. Besok jadwal pelatihannya.
"Seminggu dua kali ya, Apa aku bisa?" Tanya Hiro
"Sudah, jangan dipikirkan. Kamu pasti bisa!" Ucap Rey
Mereka pun berjalan jalan ke pasar melihat mainan mainan yang keren.
"Hey Hiro, lihat ada pedang mainan yang keren!" Teriak Rey
"Wah iya ya, Keren!" Balas Hiro
"Kamu mau beli?" Tanya Rey
"Ahahaa, gak. Aku tidak punya uang." Ucap Hiro
"Ckck, pangeran macam apa ini, hahaha." Tawa Rey bercanda.
Mereka kembali berkeliling melihat-lihat. Tiba-tiba...
"Pa-pangeran?! kenapa pangeran disini?"
----------------\> Bersambung
Thanks For Reading ^_^