I AM THE KING

I AM THE KING
Eps. 2 (Bukan Berarti)



Hiro sedang memandang cermin yang besar. Nampak dirinya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ia bertanya-tanya,


"Apakah aku sangat mirip dengan ayahku?Apakah sifatnya menurun kepadaku? Bagaimana jika aku menjadi raja yang buruk sepertinya?"


Hiro merasa dirinya sama hinanya dengan ayahnya. Hiro yang malang. Ia suka menyendiri di depan cermin sambil merenung. Kadang dia juga pergi ke taman kerajaan. Melihat pemandangan, hingga tertidur dengan lelap disana. Sekarang pun ia sedang berjalan menuju taman. Melihat indahnya kerajaan membuatnya lupa akan kekejaman di dalamnya.


"Memang asyik di sini ya, hihi." Bicaranya dalam hati


Karena tidak memiliki teman ia kadang berbicara sendiri untuk menghilangkan kejenuhan, bukan berarti dia gila ya. Tidak semua orang yang berbicara sendiri itu orang gila, haha. Hiro duduk melamun sambil menunggu sunset/matahari terbenam. Dalam lamunan nya ia selalu membayangkan damai nya kerajaan dan negeri ini jika ayahnya bukan orang kejam. Dia bisa menangis sebanyak mungkin disana, karena sepi.


"Halo, kamu siapa? kenapa duduk diam disini?" tanya seseorang


"eh, oh, gak ada apa apa kok. Cuma melamun hehe, Namaku Hiro. ta-tapi kamu siapa?" Hiro bertanya balik


"Aku putra dari perdana menteri, Rey Levila. Boleh aku ikut duduk?"


"Bo-boleh kok." Jawab hiro


Mereka tampak sedang mengobrol dengan asyik. Saling membicarakan hari hari nya. Rey adalah teman mengobrol Hiro pertama yang sebaya. Semoga saja mereka bisa terus berteman.


"Oh iya kenapa kamu bisa disini Rey?" Tanya Hiro


"Ayahku sedang konsultasi dengan Raja Ensai. Kamu sendiri kenapa disini? ini kan kawasan kerajaan Ensai." Tanya nya


"A-aku putra Raja Ensai, Hehe maaf tidak menyebut nama belakang ku tadi." Jawabnya


"A-apa?! Mustahil! Kamu berbeda sekali, Bukan wajah maksudku. sifat mu tidak seperti Raja Ensai! kamu orang yang paling baik dari semua anak-anak yang kutemui." Ucap Rey.


"haha tidak usah berlebihan. Aku memang berbeda dengan ayahku. Makanya kadang aku sering dihukum oleh ayah karena katanya aku terlihat lembek." Curhat Hiro.


"Yah, aku tidak tau apa apa sih tentang keluargamu. Tapi sepertinya yang kaumu perlukan hanya keberanian dan kepercayaan diri." Ujar Rey


"Tidak apa, aku senang kok. Kalau bisa kapan akapan aku akan datang lagi hehe." Balas Rey sambil tertawa kecil.


Mereka sudah duduk lama disana hingga lupa waktu.


"Rey ayo kita pulang." Ucap Ayah Rey.


"Baik yah, maaf menunggu." Balas nya


Hiro menatap ayah Rey. Ia terkejut ternyata ia anak dari orang yang ia lihat memalak rakyat. Sekarang ia sadar, anak dari orang jahat belum tentu jahat. Begitu pula dengan dirinya. Itu semua tergantung bagaimana kita menyikapinya. Hari ini Hiro belajar banyak hal. Namun ia semakin yakin untuk membunuh ayahnya dan bangsawan licik lainnya di kerajaan jika ia sudah dewasa.


"Huh, suatu saat akan kubunuh kau 'Ayah'" Gumam Hiro.


Hiro segera bangun dari duduknya. Ia berjalan menuju kamarnya.


"Oh iya, aku belum mandi. Bahaya nih kalau bau badan. Bisa mati aku sebelum membunuh Raja itu" Ucap Hiro dalam hati


Hiro pun bergegas ke kamar mandi. Jika mandi ia benar benar lama. Karena ia sering melamun disana. Karena tidak ada yang mengganggu nya disana.


...****************...


"Argghh!!" Tiba tiba ada suara teriakan seseorang ketika Hiro selesai mandi. Bergegas ia memakai baju dan berlari ke arah teriakan. Lagi-lagi, darah memenuhi ruangan rapat,


"A-ayah!" Panggil Hiro


Ia melihat sesorang terbaring bersimbah darah, dan melihat ayahnya menggenggam pedang. Dan orang yang dibunuh ayahnya ternyata adalah...


---------------\> Bersambung


Thanks For Reading ^_^