I (Loving You)

I (Loving You)
4.Akra



Warning!


Don't Like Don't Read!


..


"Sudah kubilang jangan pernah terima dia dirumahku!," Ucapnya lantang hingga didengar tetangga.Huh dia lagi kenapa dia selalu yang menyambutku.Menyebalkan.Aku melirik dengan malas lalu kembali meletakkan tanganku disandaran kursi.Aku menatapnya tajam aku kesini atas perintah ibuku,berani sekali dia mengusirku,aku memegang gelas dan menggenggamnya kuat hingga gelas yang ditanganku pecah.Aku meliriknya sekilas,dia sudah tau salah satu rahasiaku.Aku menutup mata.Dia Ermelly Akramodian Fildh.Teman atau musuhku yang satu satunya bisa berbaikan lagi.Kakaknya yang lumayan nolep hanya diam melihat tingkah kami.Ia juga salah seorang yang tau salah satu rahasiaku.Aku melirik penuh sinis kakaknya.Tapi kakaknya Akra , Belnian Renoyn Fildh hanya mengangkat bahu tidak peduli dan asik dengan cemilan dan menonton televisi dengan serius.Lalu tersenyum penuh arti.Melihat ke arah mataku dan tersenyum penuh arti.Aku menganggukan kepalaku pelan supaya tidak disadari oleh Arka dia merepotkan.Arka tersenyum licik duh aku lengah.Aku menatap Akra malas,


"Hehehe kamu mau 'itu' kan?"Arka berucap dengan nada jahilnya.Ya aku disuruh ibuku untuk menemani Akra karena katanya nanti ada sesuatu.Seperti yang kuduga.Akra dijodoh kan lagi dengan anak rekan bisnisnya yang bisa dibilang cantik cantik.Aku memutar bola mataku malas.Akra ini merepotkan sekali.


Akra turun dari tangga tepat pukul sembilan malam.Lalu aku menyusulnya dengan pakaian kasual yang kental.Tapi aku tak terlihat cantik sekalipun aku sengaja.Ayah Akra , Widormo Kreineo Fildh memperkenalkan anak gadisnya ke Arka yang tersenyum.Aku hanya diam dan mengucapkan namaku."Leniaryn Keniar Niapoin,teman Arka Salken,"Aku berkenalan dengan nada datar.Dia Kellyna Krecyn Leny,mengkerutkan dahi berusaha mengingat yang terlupa tapi sepertinya ia tidak tahu.Aku hanya mengangkat bahu tidak peduli.


Melangkahkan kakiku ke meja makan.Keluarga Leny mulai keberatan dengan sikapku tapi aku tidak peduli.Mereka mulai duduk aku memulai makan malam dengan tenang.Jujur aku tidak suka diganggu ketika sedang makan.Apalagi dimalam hari.Dan sepertinya mereka tidak tau dan mulai saling menanya."Bagaimana kabarmu kawan?"Ucap Kleinna Kreno Leny ayah dari Kelly bertanya dengan hangat."Biasa aja,gimana denganmu?"Neo ayah dari Akra menjawab dengan pelan."Hehe aku juga biasa saja,dia siapa?"Kelly bertanya dengan nada penuh kehati hatian.Neo mulai memasang raut wajah ragu dan menjawab,"Anak dari temanku ,"Aku tersenyum kecil hanya Akra dan kakaknya Reno yang tahu sedikit tentangku.Aku membersihkan tangaku diwastafel dan berucap pelan,"Aku akan pulang terimakasih makan malamnya,"Aku melambaikan dari belakang dan pergi begitu saja mood ku sedang tidak baik.Melajukan mobilku dengan kecepatan biasa dan aku menemukan sesuatu dijalan.Seseorang yang tidak asing dimataku.Memelankan dan memberhentikan mobil lalu keluar dengan sepasang pisau kecil.Seseorang dengan wajah penuh pukulan muncul dihadapanku rupanya ia yang dimaksud ibuku tapi apa spesialnya?.Aku meliriknya dari atas kebawah.Ah sudahlah aku akan mengetahuinya nanti,


"Belum,"Ucapnya pelan.Aku merasa waktuku terhenti.Suara ini yang ada saat aku kemarin pergi kekamarku.Ia jodoh yang dinantiku dan aku juga melihat dengan jelas ia nanti yang akan berdiri disampingku suatu saat nanti.Aku tersenyum pelan.Lalu tertawa


,"Hahaha!Kamu yang kucari akhirnya ketemu!Umurmu berapa?"Ia terlihat terpesona dengan wajahku.Memang aku merubah penampilanku lagi dimobil.Ia menjawab dengan ragu,"14," ucapnya agak serak tapi itulah yang aku suka"Kamu lebih tua dariku Satu tahun."Kita sampai,"Didepan restoran milik keluargaku yang memang istimewa karena hanya punya sedikit ruangan.Aku melihat menejer baru yang tidak mengenaliku.Huh ini menyebalkan sekali.Ia mulai maju ke arahku dan melihat orang yang disampingku memang bajunya compang , aku melihat dia sekilas lalu berjalan masuk sambil menggandennya.Aku tidak begitu peduli dengannya.Aku menelepon seseorang dari markasku.Lalu hal yang tidak jelas pun terjadi.


"Brakkk!!! diam sialan!"ucapnya sambil menjawab telepon tapi tidak melihat siapa sipenelpon.


Jelas aku mengkerutkan dahiku.Sudah kuduga.Ini akan terjadi.


" Siapa sialan?"Ucapku sambil tersenyum devil.Aku menyuruh simanager lama yang mengenaliku untuk membuang pekerja baru itu.Aku melangkah masuk dengan penuh gaya ala bangsawan kelas atas.Aku menunjuk kursi dengan elegan,"Duduklah disana,"Tapi langsung buyar seketika aku lupa adiknya masih dimobil.Aku melangkah lagi keluar tapi si pemuda malah menurut dan langsung duduk sepertinya ia lupa adiknya ketinggalan.