I (Loving You)

I (Loving You)
2.Vas



Warning!


Don't Like Don't Read!


........


Menatap pelan rumah utama dengan Ayah dan Ibuku didalam.Seperti biasa aku memeluk ayah dan ibuku dengan mamaksakan sedikit senyuman.Aku yakin habis ini,"Adekku Rynnnnnn,kamu udah pulang yaaaa?,"Suara bak toa berjalan mengahampiriku.Aku hanya memasang wajah datar dan berjalan penuh kehati hatian.Aku menutup mataku berusaha mengelabuhi kakakku.Slenayn Rezilna Niapoin.Kakak keduaku.Dia mulai berlari kecil karena mamakai high hels.Aku menatap pelan dan membuka mataku aku tidak bisa mengabaikannya karena dia kakakkku.Aku menghela nafas pelan.Dan membalas pelukkannya.Diam dan bertanya,"Dimana Kak Crey?," Kak Ayn tampak memikirkan sesuatu.Aku melirik ayah dan ibu pelan,dari sudut matanya aku tau Kak Crey sedang ngapain.Aku terdiam dan melepaskan pelukkan lalu menggandeng adikku dengan pelan.


Aku melangkahkan kaki menelusuri lantai dua yang terdiri dua kamar.Aku mengelus kepala adikku.Masih kelas 6 SD aku menatapnya dengan prihatin.Aku mengulas sebuah senyuman.Lalu mensejajarkan kepalaku dengan adikku.Aku berkata dengan nada lembut"Ingat apa kata Kakak Ryn ,Kakak bakalan melindungi kamu dimanapun dan siapapun,"Vyn terlihat mencoba tersenyum.Aku tersenyum senang.Entah berapa waktu berlalu ini ke lima kalinya aku tersenyum tulus.Aku hanya melangkahkan kakiku ke kamarku.Lalu mengunci kamarku dengan cepat.Aku mengambil vas dan membantingnya dengan cepat.


'Pyarr!'


Vas itu pecah dengan terberai-berai.Aku manatap dan menghela nafas.Lalu berjalan pelan ke arah kasur yang tersedia.Memegangi kepalaku dengan penuh kesakitan.


"Unggghhhhh,Diamm!,Diam!,Aku bilang diam!,dasar spoiler!"


"Anghhhhhh!Vynnnn"


Didalam mataku cuplikan masa depan,Vyn adikku yang kusayangi dibully oleh sekumpulan orang yang aku tidak tahu siapa.Aku melirik pisau dengan penuh amarah.Lalu membuka pintu dengan penuh kekasaran.Aku melirik pintu kamar adikku yang tepat didepanku."Vyn keluar sekarang!"Aku berkata dengan nada yang dingin.Vyn terlihat tergesa gesa menuju kearahku.Aku menatap dari atas kebawah.Terlihat ada yang tidak beres.Aku membuka seluruh pakaiannya.Didalam kamar tentunya.Aku membalikkan badannya.Terlihat luka kecil depunggungnya.Dan ada bekas panjang melintang yang terlihat sudah mau sembuh.


Aku menatap datar dan berkata pelan,"Kamu tahu resiko tidak bilang kakak?"Aku tersenyum penuh misteri.Vyn terlihat menggelengkan kepala.Ia terlihat imut.Aku mengalihkan pandangan.Ada Vas pecah sama sepertiku.Aku tertahan menyeringai.Vyn terlihat mengatakan sesuatu,"Kak?Ada apa?"Vyn terlihat sangat polos.Aku menggelengkan kepala.Lalu menyuruhnya untuk istirahat kembali.Aku berbalik pergi ke garasi.Mobil bercorak mawar dengan blackground putih dan hitam.Mengambil sesuatu dibagasi mobil dan menyetirnya dengan kecepatan sedang.Setelah melaju dengan tenang lalu menggas mobil dengan kecepatan penuh mulai menembaki rumah rumah yang berisi bawahanku.Yang berarti untuk bersiap dalam beberapa detik.Aku memelankan mobil.Dan


'Dorr!'


"Kembali 1 MENIT!"


Terlihat banyak mobil dengan kecepatan penuh melaju dengan cepat kearah boss.Memakirkan lalu berdiri disamping mobil."Ada apa nona?"Aku melihatnya pelan."Bawa orang yang membully adikku.Besok kutunggu,"Aku berucap dengan penuh intimidasi.Mereka semua mengagguk dan segera menjalankan tugas mereka.Mulai mengambil mereka satu per satu ke markas.Aku hanya diam melihat mereka.Aku tak ada niatan untuk membantu.Hanya diam.Mereka mulai berteleponan satu sama lain.Biar tidak ada yang sama mengambil.Aku berjalan kearah mobilku.Melajunya dengan kecepatan sedang.Menyeringai senang.Menunggu hari esok.